Percaya atau tidak demikian yang terjadi di negara-negara pemuja Halloween. Tentunya para penyuka Halloween kebanyakan adalah anak-muda, jomblo, sendirian wae atau masih pacaran.
Mengapa Haloween lebih disukai daripada Natal? Berbagai macam alasan bersimpang siur. Tetapi yang pasti misalnya, Halloween berkenaan dengan pesta kostum. Pada hari H, peraya Halloween akan memakai kostum berbagai macam. Tidak dibatasi oleh kostum atau topeng horor, macam drakula, vampir, frankestein atau nenek sihir. Tetapi yang terjadi pada saat ini berbagai model kostum akan dikenakan, dari tokoh-tokoh superhero sampai buah-buahan.
Toko-toko penjual kostum pun ketiban rezeki, karena pembeli yang berdasarkan umur sekitar 18 sampai 35 tahun akan membeli kostum yang tidak murah harganya, pokoknya menarik, lain daripada yang lain. Tidak sedikit penyuka Halloween akan membeli kostum kesukaannya untuk mengekspresikan fantasinya. Tidak lucu kan kalau tiba-tiba seorang cowok berpakaian Batman di tengah pesta misalnya. Tetapi karena Halloween, semua orang akan mengerti.
Hal yang kedua penyebab mengapa Haloween lebih disukai karena kebebasan. Waktu datang ke pesta Halloween, seperti ada semacam freedom of expression pokoknya bebas, gila-gilaan, tidak dibatasi oleh norma-norma pada umumnya. Tidak sedikit, universitas mengadakan pesta Halloween. Yang biasanya dilanjutkan pesta di salah satu rumah teman mereka yang berduit, sampai teler dan bubar pada pagi hari. Diskotik pun akan ketiban dolar yang tidak kecil, pengunjung akan makan minum sampai mereka mungkin muntah kembali.
Sejarah Halloween pun bersimpang siur tidak seperti Natal yang kebanyakan orang akan tahu akan sejarahnya yakni kelahiran bayi Yesus (meski memang banyak tradisi atau sejarah lain tentang Natal) dari agama Nasrani. Jadi tentang sejarah Haloween orang tidak akan peduli. Kalau disebut sebagai hari dimana roh-roh dapat kontak dengan manusia dan sebaliknya (yang konon dilakukan oleh nenek sihir), maka diwujudkan dengan kostum atau topeng horor.
Tradisi modern Haloween lainnya seperti pergi bermain ke rumah hantu di taman
permainan atau yang banyak juga yang pergi menonton bioskop atau menyewa DVD film horor. Dan anak-anak pun tidak mau ketinggalan dengan hari Halloween berarti adalah kesempatan pamer kostum kepada teman atau tetangga mereka. Perkunjungan dari rumah ke rumah untuk mendapatkan permen juga telah menjadi tradisi modern. Dan tidak ketahui kapan dimulai perayaan Halloween di pusat-pusat perbelanjaan (shopping mall) dimana para pemilik toko akan memberikan hadiah permen kepada anak-anak kecil. Sejarah Halloween dapat dibaca di: http://id.wikipedia.org/wiki/Halloween
Gereja juga ikutan-ikutan untuk merayakan Halloween. Entah kuatir dikatakan ikut-ikutan maka pihak gereja membuat acara Halloween dengan tema yang berbeda. Mereka mengundang para jemaat untuk berkumpul di gereja mengadakan acara Halloween ala kristen. Alasannya pun bermacam-macam diantaranya daripada jemaat ikut ke pesta Halloween mengapa tidak mengumpulkan mereka di gereja, dengan acara yang lebih bermanfaat. Terutama bagi anak-anak ketika mereka mengikuti acara Halloween untuk meminta permen dari rumah ke rumah banyak kejadian kecelakaan menimpa. Maka untuk lebih aman tidak perlu harus keluar berjalan di jalan raya lebih baik berkumpul di gereja.
Alasan lain untuk orang kristen “ikut” perayaan Halloween, adalah untuk kesempatan menginjili orang-orang, teman yang belum percaya akan Yesus. Tidak sedikit kabarnya pemilik rumah memberikan permen kepada anak-anak kecil tersebut dan menyisipkan ayat-ayat Alkitab pada bungkus permen. Dan ada pula sebaliknya konon ada kelompok pemuda remaja kristen yang pergi ke rumah-rumah untuk meminta permen sambil memberikan traktat kristen kepada pemilik rumah yang mereka datangi.
Apakah itu salah? Apakah itu benar? Pasti ada pro dan kontra. Sebaiknya kita kembali ke Firman Tuhan. Apakah kita perlu ikut-ikutan merayakan Halloween?
Ada satu fakta yang menarik. Perayaan Halloween berkenaan dengan peringatan hari Reformasi Gereja yang pada tahun ini sudah mencapai peringatan tahun ke-490.