Ada yang lucu waktu aku melihat surat kabar dimana hari ini panitya Olimpiade Musim Dingin Vancouver tahun 2010 akan memperlihatkan maskot dari Olimpiade yang akan diadakan 3 tahun lagi, seorang kartunis menggambar maskot Olimpiade itu bernama Tasy (bacanya Tesi, jadi keinget pemain Srimulat yang bernama Tesi).
Tasy ini kependekan dari Taser (Gun) pistol Taser. Pistol Taser ini digunakan oleh polisi Canada untuk menghadapi oknum tertentu yang tidak mau tunduk kepada perintah polisi, atau pada seseorang yang mengidap kejiwaan. Maka polisi menggunakan pistol listrik (berkekuatan 50.000 watt) untuk membuat oknum tersebut tidak sadar diri.
Nah mengapa sang kartunis menggambarkan Tasy, karena bulan lalu, tepatnya 14 Oktober, seorang imigran baru yang datang dari Polandia, yang harus menempuh 48 jam dari tempat asalnya di Polandia sampai ke Canada. Lalu di bandara udara, Robert Dziekanski, nama imigran baru itu, harus menunggu jemputan dari ibunya dan mereka saling bersisipan tidak bertemu satu dengan yang lain, dan Robert harus menunggu kira-kira 10 jam, dan akhirnya mungkin karena frustrasi sehingga dia ingin meluapkan kemarahannya karena perjalanan yang jauh itu tanpa makan (setelah turun dari pesawat) dan Robert tidak dapat berbahasa Inggris pula. Maka dapat dibayangkan betapa labilnya diri Robert Dziekanski saat itu.
Dan akhirnya dipanggilah polisi, yang datang dengan empat orang anggota kepolisian negara yang tidak menangani Robert (bermaksud menangkap Robert) dengan cara biasa, melainkan menggunakan pistol Taser. Diberitakan Robert mengalami 2 kali penembakan pistol listrik yang berkekuatan 50.000 watt itu. Dapat dibayangkan bukan saja Robert tidak sadarkan diri, tetapi nyawanya pun melayang.
Entah bagaimana penanganan Robert sehingga keempat polisi tersebut dapat begitu saja menggunakan pistol listrik tersebut. Yang seharusnya alat itu digunakan sebagai alternatif akhir sebelum menggunakan pistol berbutir timah. Dan seharusnya empat polisi dapat membekuk Robert (yang seorang diri) dengan cukup mudah. (menurut akal sehat – kecuali kalau Robert mempunyai keahlian karate, judo, jujitsu atau kungfu tingkat tinggi seperti Jet Li)
Video: http://www.youtube.com/watch?v=qHKk5qQRzL4
Maka setelah melihat video yang kebetulan direkam oleh seseorang penumpang yang berada di bandara waktu itu, banyak penonton yang menyalahkan keempat polisi tersebut yang seharusnya ada dialog terlebih dahulu dengan Robert Dziekanski sebelum menggunakan pistol Taser. Tetapi nasi sudah menjadi bubur ayam.
Pembelaan polisi yang klasik adalah tidak ada seorang pun yang sempurna. (nobody perfect) Semua manusia pernah berbuat salah. Tetapi sayangnya juru bicara pihak kepolisian tidak mengaku akan kesalahan keempat polisi tersebut dihadapan masyarakat. (gengsi kali yach) Mereka sekarang kabarnya dalam tahap pemeriksaan. Dan jika keempat polisi tersebut terbukti salah maka mereka juga akan diadili.
Nobody perfect. Bener sich. Nggak ada manusia yang sempurna. Alias nggak ada manusia yang engga berbuat kesalahan. Maka itu maklumilah jika teman, anak, saudara, orang tua, suami istri jika melakukan kesalahan. Terlebih lagi ampunilah. Dan doakanlah.
Nobody perfect membuktikan manusia masih dapat berbuat dosa. Meski orang Kristen dengan anugerah Allah telah dihapuskan dosa-dosanya, tetapi manusia Kristen tetap dapat jatuh dalam dosa. Tentu tidak berkubang dalam dosa terus menerus. Manusia Kristen dengan pimpinn Roh Kudus akan bangkit lagi dan belajar dari pengalaman untuk tidak jatuh lagi.
Nobody perfect menunjukkan manusia memerlukan Tuhan. Meski sayang banyak orang yang mengatakan dia tidak perlu Tuhan dalam hidup ini. Tuhan Yesus telah mengatakan bahwa, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Banyak sekali contoh orang yang merasa tidak memerlukan Yesus dalam hidup ini. Tetapi pada akhirnya, pada saat tertentu, (mungkin) pada akhir hidupnya, mereka ‘merasa’ memerlukan Yesus.
Nobody perfect, juga bukan alasan kita untuk tidak mengingatkan (mengabarkan) kepada mereka yang belum atau tidak mau percaya atau tidak perlu akan Yesus; bahwa Tuhan Yesus mengasihi mereka.