Seingat gw pejalan kaki di Indo nggak punya hak. Kayaknya karna pejalan kaki itu membuat lalu lintas makin lambat aza, maka pejalan kaki kayaknya kurang dihargai. Kenapa harus jalan kaki, kalau masih ada sepeda, becak, angkota, bemo, bajaj? Apalagi kalo mo nyeberang jalan, amit-amit deh untung-untung kalo ada kendaraan yang mo berhenti memberi jalan buat pejalan kaki, meski sudah menyeberang di zebra cross. Dan menurut pengalaman pejalan kaki selain kurang dihargai juga nyawa pejalan kaki kurang ada harganya.
Pejalan kaki di Amrik Utara laen lagi. Kalau sepuluh duapuluh taon lalu oleh pemerintah, bagi pejalan kaki jika berjalan pada tempatnya, harus didahulukan. Mereka dihargai, apalagi nyawa pejalan kaki, penyeberang jalan – sangat mahal. Maka pengendara mobil diharapkan sangat hati-hati kalau melihat pejalan kaki/ penyeberang jalan. Menabrak pejalan kaki atau penyeberang jalan bisa-bisa adalah kurungan penjara sebagai hukumannya. Apalagi jika penyeberang jalan tersebut tertabrak sampai tewas. Hukumannya tidak kecil. Maka pengendara mobil lebih baik mengalah mendahulukan pejalan kaki. Dan memang ada aturan yang menegaskan jika mobil tidak berhenti mendahulukan pejalan kaki akan mendapat denda yang tidak sedikit.
Bagi pejalan kaki/ penyeberang jalann di Indo kadang sampai kesal karna menunggu kendaraan berhenti saja harus bermenit-menit. Kalau ingin menyberang harus super hati-hati supaya nyawa tidak mudah melayang begitu saja. Pejalan kaki di Amrik masih lebih beruntung, begitu kaki mereka menginjak zebra cross, para pengendara mobil harus berhenti memberi jalan kepada mereka.
Tapi jaman sudah mulai berubah. Sekarang banyak pengendara mobil malas menginjak rem untuk berhenti ketika melihat pejalan kaki hendak menyeberang misalnya. Maka tidak sedikit terjadi kecelakaan.
Sayangnya para pejalan kaki menjadi sombong. Karena merasa (dilindungi) oleh hukum bahwa pejalan kaki harus didahulukan maka mereka kadang kalau sudah mencapai zebra cross langsung menyeberang. Tapi kini keadaannya mulai berbeda. Banyak pengendara mobil yang nakal dan gila, mereka berpendapat pejalan kaki haruslah menunggu mereka lewat, baru menyeberang.
Memang tidak heran semakin hari manusia semakin egois mementingkan dirinya sendiri daripada orang laen. Maka kini pemerintah menyarankan kepada para penyeberang untuk melihat sampai mobil berhenti barulah menyeberang. Tetapi masih banyak penyeberang yang merasa dirinya dilindungi hukum untuk penyeberang kaki didahulukan. Maka mereka menyeberang tanpa melihat lagi mobil yang berlalu lalang itu akan berhenti atau tidak.
Kadang melihat para penyeberang yang sok, “angkuh” lucu juga. Tapi pas kalau ada pengendara yang “gila” kasihan juga, karena bisa terjadi kecelakaan. Karena yang satu sok yang satu tidak sabar.
Keinget orang Kristen seringkali kita juga bisa lupa diri, sombong atao engga peduli. Lupa diri karena mungkin keadaan kita yang sudah enak. Lupa diri kepada Sang Pemberi berkat. Lupa diri kepada orang yang sudah sangat berjasa atas keberhasilan kita. Sombong kepada keadaan kita yang beda dengan orang laen. Sombong karena keadaan kita yang berada di atas. Engga peduli lagi kepada Tuhan karena keadaan kita yang sulit. Engga peduli karena tidak sabar, pengennya kita selesaikan setiap masalah dengan cara kita.
Maka ada salah satu slogan lalu lintas di Canada berbunyi “Road Sense”. Bener juga seh, meski udah ada aturan atao hukum yang berlaku, buat para penyeberang jalan harus lebih didahulukan oleh pengendara mobil, tetapi pas kalo mau menyeberang ya pakai akal pikiranlah, engga perlu ngeliat zebra cross langsung tancap aja. Liat dulu keq kanan kiri. Sudah aman baru nyeberang.