Engga semua jalan sempit adalah jalan kehidupan, iya kan? Karena jalan sempit juga ada yang menuju ke maut. Kayak gambar di sebelah, itu namanya cari penyakit kata orang. Emangnya berdarmawisata kagak ada tempat yang lebih aman? Atau ini namanya tempat nge-tes jantung sehat? Loh anehnya koq ya ada juga orang yang mau kesana, piye toh???
Tapi kalau dipikir-pikir betapa untungnya kita bahwa ini bukan jalan yang biasa kita lalui setiap hari dari dan ke rumah kita. Entah ide siapa yang membuat jalan seperti ini? Memangnya mau irit dana pembangunan? Memangnya kagak bisa membuat jalan datar yang lebar yang biasa kita lewati sehari-hari?
Tapi tidak sedikit loh kalau masyarakat pedesaan atau di pedalaman yang terpencil yang belom ada jalan, maka penduduk setempat membuat jalan seadanya. Kasihan juga bagi rakyat pedalaman (rakyat pegunungan) kalau jalan yang harus mereka lewati kayak begini. Meleng dikit aza, tarohannya nyawa. Apalagi kalau cuaca buruk. Hujan deras lalu angin bertiup kencang, petir menyambar, alamak!!
Kadang kita itu take it for granted, engga peduli, semaunya doang. Pas lagi hujan besar, mengeluh; apalagi banjir wah mengeluhnya dobel. Pas hari lagi panas kering kerontang, mengeluh juga, kepanasan.
Coba kalau kita diletakkan Tuhan di tempat seperti ini, wah, kita bakal memohon, jangan deh Tuhan, ampun deh, gw kagak sanggup. Meskipun orang banyak mengatakan pemandangannya buaaguusss banget loh, tapi kalau hidup harus melalui jalan kayak begini sih, tiap hari perut kita bisa sakit, mules gitu kali yach.
Kadang, percaya atau tidak, Tuhan dapat meletakkan kita di tempat seperti ini. Kayaknya mustahil kan? Boro-boro turun hujan lalu ada angin bertiup kencang, engga ada apa-apa saja, pas kita jalan lewat jalan seperti ini, kita bakal keluar keringat dingin dan basah kuyup. Kalau sudah sampai di tempat tujuan, keringatnya kalau di peras bisa sebanyak seember.
Bayangin yach, udah lewat jalan seperti ini, terus kita diminta sama Tuhan untuk pikul salib. Tobat Tuhan. Kalau pikul salib di jalan tol sich masih ok Tuhan. Di jalan seperti ini? Engga lah yauw Tuhan.
Seringkali yang kita lihat itu kan masalahnya. Jalannya yang sempit mengerikan. Membayangkan bagaimana kita bisa lewat? Membayangkan hal yang tidak mungkin. Pengennya maslah itu engga pernah kita alami. Tetapi gw keinget kalau pas kita menghadapi jalan buntu, masalah yang melilit kita, tak laen jalan keluar kita hanya kembali kepada Tuhan Yesus. Karena dialah satu-satunya jawaban yang memungkinkan untuk kita mengatasi masalah kita. Dia Allah yang hidup dan yang berkuasa yang menciptakan langit dan bumi ini, maka semua ada dibawah kontrolNya.
Alkitab mengingatkan kita: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Puji Tuhan, jika kita mempunyai Allah yang berjanji demikian dan Dia pasti akan menepatinya.
- Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu! 2Kor 9:15 – Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. Ef 5:20 – Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Kol 4:2 – Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. Kol 3:17.
Kata Yesus: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”

Pak Peter terima kasih atas renungannya….saya ingin bisa nulis seperti Bapak , meski sdh terlambar dari segi umur di banding Bapak.
Teruss menulis untuk kemuliaan Bapa di surga pak Peter …YBU
Kayaknya engga ada kata terlambat untu melayani Tuhan. Semangat. Tetap belajar. GBU.