IT Information Technology masuk gereja, ya sahi-sahi aza khan? Lah wong namanya media, alat untuk mendukung pelayanan bagi Tuhan ya monggo aza. Beberapa tahun yang lalu gw pernah ikut sebuah kebaktian di sebuah gereja di bagian tengah barat Amrik, gerejanya memang canggih. Enggak gede kayak gereja stadion yang mampu menampung jemaat sampai puluhan ribu sekali kebaktian. Tapi gereja itu hanya dapat menampung ratusan jemaat saja.
Gereja tersebut gereja konservatif, dibuat bulat ruangan kebaktiannya. Para penyanyi paduan suara ada dibelakang mimbar. Bersebelahan dengan orkestra. Ya gereja itu enggak pakai piano doank atau pakai band yang hingar bingar seperti konser rock. Tetapi pujian diiringi dengan orkestra yang beranggotakan sekitar 40 orang jemaat. Dan gw lihat ada ruangan kontrol untuk mengontrol semua alat musik elektrik, listrik, sound system dan multimedia.
Para pelayan gereja dilengkapi bluetooth yang dapat saling tukar informasi jika ada yang perlu diiformasikan. Dengarnya kotbah dari hamba Tuhan dapat didengar dalam bentuk podcast bagi pemilik iPod. Maka tidak heran banyak anak muda yang memasang headphone-nya waktu kebaktian. Juga tidak ketinggalan jemaat bisa melihat sang pengkotbah dari jarak dekat baik melalui layar dikana kiri mimbar atau bisa streaming langsung dari internet. Dan jemaat bisa membawa notebook-nya selama kebaktian melihat dan mendengar sang pengkotbah berkotbah. Terlihat memang banyak cameraman di beberapa sudut ruangan kebaktian itu untuk mengambil gambar secara langsung waktu kebaktian.
Pokoqnya gw kagak pernah masuk ke gereja sedemikian canggih menurut gw (mungkin gw agak ketinggalan waktu, mungkin ada gereja yang lebih canggih lagi). Sayangnya waktu kebaktian berlangsung, beberapa jemaat yang membawa gadget atau mainan eletronik itu mulai “berulah”. Beberapa jemaat mulai latihan jari-jarinya dengan mengirim SMS. Lebih buruk lagi beberapa jemaat yang membawa notebook mulai membuka jendela chatting. Belom lagi yang laennya bermain game.
Belom abis pikir gw lihat beberapa jemaat mulai menyeruput kopi Starbuck atau bubble tea-nya sambil mendengarkan kotbah. Lho koq jadi kafe pindah ke gereja? (untung gw masih belum pernah lihat kalau ada jemaat membawa donut atau jajan pasar sambil menyeruput kopi dari mug-nya dan mendengarkan kotbah didalam gereja). Beberapa jemaat laennya juga berpakaian seadanya percis kalau pergi ke cafe itu lho, berpakaian kaos dan sandal jepit (waktu itu musim panas). Waktu pertemuan dengan Tuhan bukan suatu hal yang sakral lagi tetapi telah menjadi rutinitas, legalitas yang santai untuk menghibur diri sendiri, pengisi waktu.
Kiranya teknologi, media multimedia tidak menghalangi kita bertemu dengan Tuhan atau kita hanya tergantung padanya maka iman kepercayaan kita juga tergantung pada alat-alat teknologi. Tentu pertemuan kita dengan Allah lebih dari pertemuan bisnis dengan konglomerat, lebih dari upacara bendera bahkan lebih dari bertemu dengan presiden.
Beribadah seperti gambaran diatas (terutama bagi jemaat yang membawa iPod dan notebook) akan sangat menganggu sekali. Karena cobaan untuk mengalihkan perhatian akan sangat besar sekali. Cobaan akan mendengarkan lagu-lagu dengan iPod atau mengklik pada situs-situs yang laen di Internet akan sangat besar. Apalagi dalam kebaktian.
Karena hati dan pikirannya tidak ada didalam ruang kebaktian dengan kerinduan untuk bertemu dengan Allah. Maka rasa bosan mengantuk selalu menemani jemaat dengan setia. Entah kebiasaan beribadah seperti demikian karena sudah menjadi tradisi atau ada suatu kebebasan yang diberikan oleh pihak gereja kepada jemaatnya.
Allah adalah Maha suci. Maka selayaknya manusia yang bertemu denganNya mempunyai sikap yang hormat penuh kepedulian. Bukan sebaliknya menjadi jemaat yang tak peduli,
Sedih juga melihat keadaan seperti demikian. Itu hanya contoh dari satu gereja, entah gereja-gereja yang laennya. Tentu tidak semua gereja demikian. Tentu tidak semua jemaat demikian (mungkin yang demikian lebih sedikit katimbang yang tidak demikian). Kiranya hal ini menjadi suatu instorpeksi diri bagaimana kita selama ini beribadah dihadapan Tuhan?