Inget kan itu moto dari Olimpik alias nama latinnya Citius, Altius, Fortius (lebih cepet, lebih kuat, lebih tinggi). Siapa paling cepet waktu Olimpik Beijing 2008 yang lalu? Dibidang renang, tentu siapa lagi kalau bukan manusia ikan Michael Phelps. Nah coba bayangin deh kan Michael udah menang tuh pertandingan renang 200 meter gaya bebas, memecahkan rekor dunia, dengan waktu 1:42.96. Atau keceptan renang Michael Phelps sama dengan 7 km perjam. Tetapi bandingkan ama ikau hiu putih, kalau lagi berenang kecepatannya 24 km perjam. Apalagi ikan lumba-lumba kalau lagi ngebut bisa sampai 56 km perjam. Kayaknya Michael Phelps kagak ada apa-apanya yach.
Lalu di cabang olaharaga lari, Usain Bolt juga memecahkan rekor dunia dengan lari 100 meter hanya ditempuh dengan 9,69 detik atau 37,15 km perjam-nya. Coba bandingkan sama beruang, kalau lagi lari kecepatannya bisa mencapai 48 km perjam. Apalagi burung onta bisa mencapai 70 km perjam. Cheetah mencapai 113 km perjam. Usai Bolt masih belum ada apa-apanya.
Di cabang olahraga lompat tinggi atlet Andrey Silnov dari Rusia mendapat medali emas di Beijing 2008 dengan tinggi lompatan 2,36 meter. Pintu rumah kita dnegan mudah dilewati sama Andrey. Tetapi bandingkan dengan kijang (Impala) kalau lagi lompat bisa mencapai ketinggian 3,7 meter. Yang enggak gw sangka macan hutan (Cougar) kalau ikut Olimpik mah kagak ada lawannya, karena dia bisa melompat tinggi sampai 6 meter. Itu sih bukan lompat tinggi, tapi lompat galah!
Lalu siapa manusia yang paling kuat? Kalau dari hasil Olimpik yang baru berlalu adalah Matthias Steiner dari Jerman. Matthias mampu mengangkat 258 kilogram. Konon gajah dewasa mampu menanggung berat hingga 270 kg. Keledai menanggung beban sampai 110 kg. Dan si kecil semut dapat mengangkat beban 20 kali lipat dari berat badannya. Bahkan sejenis serangga (rhinoceros beetle) dapat mengangkat beban seberat 850 kali dari berat badannya.
Dalam hal ini manusia dibanding sama ciptaan Tuhan laennya kagak ada apa-apanya. Tetapi Tuhan sungguh mengasihi manusia yang diciptanya beda dengan ciptaan Tuhan yang laen. Manusia dicipta sesuai dengan peta dan teladan Allah. Manusia mempunyai akal budi yang bisa menaklukkan bumi. Sebaliknyalah kalau alam ciptaan Tuha itu dapat menaklukkan manusia dengan mudahnya. (ingat bencana alam tsunami, banjir, gempa bumi)
Menandakan bahwa manusia itu lemah adanya. Betapa tinggi teknologi manusia, manusia tetap manusia yang telah berdosa. Maka lucu kalau mendengar manusia bisa survive karena kekuatan dirinya sendiri dan lalu menyombongkan diri.
Manusia butuh penolong. Lucunya kayak anak kecil yang marah-marah, ‘aku engga butuh Tuhan. Tuhan itu mati. Manusia pengennya meniadakan Tuhan. Tapi kagak bisa kan. Tuhan berkuasa atas hidup manusia koq.
Kalau gw bayangin yach. Seekor ikan emas dalam akuarium. Lalu suatu hari dia melotot (kayaknya marah, atau kejang-kejang?) berenang gelisah kesana kemari, lalu saking keselnya dia bentur-benturin tuh kepala di dinding akuarium. Kalau kita ngerti bahasa ikan, dia ngomong begini “beri aku kekebasan. keluarkan aku dari penjara ini. aku kagak butuh kau. kalian manusia (dugaan sang ikan) hanya sebagai ditaktor, tirani. aku bosan hidup dalam air begini de el el…” Lalu kita kan hanya ketawa dalam hati (nanti kalau kelihatan ketawa sang ikan bakal tersinggung) “ah elo ikan, ikan, elo kagak ngerti. elo mau keluar dari akuarium ini? elo bakal wafat dengan cepat. karena elo itu hidupnya emang di air. pake mao bebas segala, udah jangan macem-macem.”
Kebayang ngga? Sang ikan itu ibaratnya kita ini. Manusia emoh Tuhan. Tapi apa daya, kagak bisa. Manusia berusaha sendiri, sana sini, kanan kiri, atas bawah, mentok, akhirnya dia cape juga. (kalo belom ngalami sendiri kagak bakal tahu lah) Manusia masih sempet sombong-sombongnya. Dan pada akhirnya manusia hanya ada dua pilihan: menyeleweng ke jalannya sendiri jalan yang binasa atau….. menerima uluran kasih Tuhan, keselamatan dari Tuhan.
Seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.