Apa pedulinya kita yach ama pemilihan Miss USA? Tentu bagi di Indo bakal di ‘ban’ tuch acara. Dimana salah satu penentuan pemilihan tersebut adalah mempamerkan pakaian bikini yang dipakai dengan berjalan berlenggak lenggok di atas panggung. Gw nonton? Enggak dink. Cuman lihat ‘highlight’-nya di CNN. Tentu anda masih bertanya mau apa gw menulis tentang Miss California dalam permilihan Miss USA 2009?
Ceritanya kan begini, Miss California itu salah satu favorit untuk memenangkan pemilihan Miss USA 2009. Eh ternyata dia kalah. Ada pihak yang menyuarakan bahwa kekalahannya itu gara-gara waktu interview. Miss California yang bernama Carrie Prejean itu ditanya tentang pernikahan antar “gay”. Carrie hanya menjawab “Di negaraku, di keluargaku, aku percaya bahwa sebuah pernikahan adalah untuk seorang pria dan seorang wanita. Aku tak ingin melukai orang lain, tetapi itulah dimana aku bertumbuh dan berpikir, pernikahan hanya untuk seorang pria dan seorang wanita. Aku berbicara dari hatiku”
Jawaban Carrie ini bak halilintar, membuat kaget banyak orang. Tentu yang terkaget-kaget adalah orang-orang yang pro pernikahan antar gay. Padahal Carrie adalah salah satu calon favorit untuk memenangkan permilihan Miss USA 2009. Dan tidak heran banyak juri yang marah dengan komentar Carrie tersebut. Hasilnya……… Carrie hanya menjadi runner-up pertama.
Meski dia tidak menyinggung prinsip kekristenan (tentang dosa homosekual), tetapi Carrie hanya menyebutkan prinsip pernikahan (yang juga ditulis dalam Alkitab) Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kejadian 2:23-24. Dan memang Carrie mengaku komentarnya tersebut dikarenakan iman percayanya kepada Tuhan Yesus sebagai seorang Kristen. Peristiwa kekalahan Carrie menjadi berita sensasi yang luar biasa dari sejarah ajang pemilihan Miss USA, yang akan selalu diingat oleh banyak orang.
Poin disini adalah seberapa jauh kita berani menyuarakan iman Kristiani kepada dunia? Meski sekeliling kita bagai srigala. Seorang komentator berkata, dia salut akan komentar Carrie yang sangat jujur katimbang Rick Warren yang ditanya oleh Larry King, menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban abu-abu. Komentar Carrie menjadikan dia kalah. Itu adalah akibatnya. Apa yang dikatakan oleh Carrie adalah kebodohan bagi dunia. Mengikut Yesus dengan setia akan menerima penderitaan.
Banyak komentar bahwa Carrie hanya sok sebagai Kristen. Atau hanya mencari sensasi. Yang laen berkomentar, ngapain sich harus berkomentar demikian, apa enggak bisa komentar dengan diplomasi gicu? Mungkin banyak orang yang menyayangkan hal itu. Masa gara-gara soal ‘kecil’ begitu dia kalah? Apa sich dampaknya bagi orang yang ngeliat acara itu? Orang homo masih tetep juga menikah.
Tetapi gw percaya, mungkin dampaknya (positif) enggak seberapa. Malahan dampak kemarahan banyak orang yang timbul. Satu hal yang penting bagaimana kita dapat memuliakan nama Tuhan Yesus dalam hidup kita? Apakah hanya dilihat banyak orang, kita baru “memuliakan” nama Tuhan? Jika di tempat sepi atau tidak ada orang lain, kita boleh berbuat dosa seenaknya?
Menariknya kakak perempuan Carrie Prejean adalah aktifis suporter hak para gay. Kakakku suport pernikahan gay, kata Carrie, imanku tidak ada hubungannya dengan kakak perempuanku atau ibuku. Dari peristiwa ini Carrie akan mencoba berbicara di depan konggres Amerika untuk melindungi hak menikah antara pria dan wanita.
Sikapnya patut dipuji. Dia lebih mementingkan kesaksian kristen daripada karir yang menjanjikan. Salut.
Seharusnya orang kristen wajib meniru langkahnya. Salam kenal
Met Kenal juga. Thx udah mampir ke blog ini. Salam menulis juga buat mas Pargodungan (udah berkunjung ke websitenya). Semangat menulis buat Tuhan. Merdeka !!!
Aku juga sempet ikutin beritanya, soale gak disiarin di tipi Indonesia sih. Orang-orang disana banyak yang mencibir. Aku juga sempet diskusiin ini sama temen yang sama-sama concern sama acara miss-miss an kayak gitu. hehehe.. gak serius2 amat kok diskusinya. Tapi dia kaget kenapa hanya karena itu miss california kalah.
Selanjutnya aku ikutin lagi. Kakaknya miss california juga ternyata pendukung gay dan lesbi disana tetapi dia tetap mengasihi dan mendukung adiknya selama mengikuti kontes kecantikan itu. Dalam keluarga mereka juga sudah bisa berbeda pendapat mengenai hal itu tetapi mereka tetap saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
Aku sedang baca lagi buku karangan Philip Yancey yang judulnya Keajaiban Kasih karunia. Pada bagian dimana ada sahabatnya Philip yang saat itu masih jadi pendeta, punya keluarga yang harmonis dan bahagia, karis penulis yang bagus tetapi kemudian datang dengan pengakuan bahwa ia adalah gay. Suatu keadaan yang membuat Yancey dapat belajar bagaimana menerapkan kasih karunia dari Allah kepada temannya ini. Salah satu kutipan yang Yancey ambil dari salah satu narasumbernya adalah bagaimana kita membenci dosa tapi tidak membenci pendosanya.
Carrie hanya mengatakan apa yang dia percayai selama ini dalam hatinya dan keluarganya, walo gak semua anggota keluarganya punya pendapat yang sama. Aku pikir dia sudah melakukan bagiannya. Menjadi kesaksian bagi orang lain. Tinggal bagaimana walk her talk dalam kehidupan sehari-hari. Sama lah kayak kita… Gak cuma jadi pendengar dan pengucap firman aja tapi jadi pelaku firman juga…
Huwah… jadi kebanyakan… Hehehe… matur nuwun yak Pak Peter! Salam kenal juga… God bless!
jawaban Carrie sebenarnya bagus dan tidaklah buruk……..
dia memberikan jawaban yg dia yakini, berani menyuarakan isi hatinya, berani mengatakan sebuah kejujuran……..
saya jadi ingat waktu Sandra Angelia di tanya juri mana yg dia pilih berbicara jujur atau sopan lalu jawaban dari Sandra adalah Berbicara jujur karena berbicara jujur mungkin membuat orang jadi sakit hati tapi kebenaranlah yg keluar bukan kebohongan yg bertopeng……
dan Untuk Carrie Prejean sendiri saya ingin mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya, terimakasih telah membuat kami menjadi lebih berani untuk menegakkan hukum Tuhan…..
secara pribadi saya ingin mengucapkan
“Thank you for Upholding the Law of God!”
“Thank you for being a voice for rest of us!”
“for the things you’ve done you will be Exalted”
“I salute you”