Masih tentang Carrie Prejean yang mana semestinya menjadi teadan bagi banyak orang. Terutama dia yang meng-klaim bahwa dirinya seorang Kristen yang teguh memegang imannya dalam masalah pernikahan seorang pria dan seorang wanita.
Dan memang tidaklah mudah, apalagi sebagai orang ‘terkenal’, orang yang sudah dikenal banyak kalangan karena posisinya meraih peringkat dua dalam pemilihan Miss USA 2009. Maka banyak mata yang menyorot dirinya. Terlebih lagi komentarnya yang menggemparkan yang mana Carrie tidak setuju akan pernikahan sesama jenis.
Maka kayaknya pihak pro pernikahan sesama jenis (gay marriage) bener-bener sakit hati dengannya. Setelah penobatan runner-up sebagai Miss USA 2009, Carrie dihantam kanan kiri oleh berita-berita miring. Seperti bagaimana Carrie dapat menentang gay-marriage, sedangkan dia dengan senang hati mempamerkan tubuhnya berlenggak lenggok dengan bikini di atas panggung. Belum lagi berita mengenai Carrie yang memperbesar payudaranya dengan operasi. Dan yang terakhir berita keluarnya foto-foto telanjang Carrie.
Pihak pro gay-marriage pun mencemooh Carrie, inikah model Kristen yang teguh memegang imannya? Meski Carrie menyanggah berita foto telanjangnya dengan mengatakan, “Saya seorang Kristen dan seorang model (peragawati). Dan pekerjaan peragawati adalah peraga di depan kamera, termasuk pakaian dalam dan pakaian renang. Foto yang muncul adalah ketika saya masih berusia 17 tahun, yang hanya ingin menjatuhkan saya sebagai seorang Kristen. Dan saya bukanlah seorang yang sempurna.”
Belum lagi dalam kontrak dengan panitya Miss USA, Carrie telah menanda tangani untuk pengambilan gambar yang tampil dengan pose setengah telanjang (untuk peragaan). Seekor domba di tengah antara srigala? Bisa jadi. Tetapi pekerjaan Carrie sebagai fotomodel tidaklah mudah untuk dapat menengakkan iman Kristennya. Butuh pengorbanan bukan cemoohan, tetapi juga dapat berakhir dengan pemecatan. Kembali kepada diri Carrie, seberapa jauh dia memegang teguh imannya untuk dapat memuliakan nama Kristus di sekitarnya? Apakah dia juga masih menyukai pekerjaannya yang memang dirinya akan dikelilingi oleh kemewahan dunia. Tetapi resikonya, dia harus memilih dunia atau Tuhannya.
Menuliskan Carrie Prejean, bukannya gw mau menyanjung Carries sebagai seorang Kristen yang teguh imannya, atau sebagai teladan. Tetapi gw lebih condong merefleksikan berita tentang runner-up Miss USA itu kepada diri kita. Bagaimana jika kita sendiri berada di posisi seperti Carrie Prejean tersebut? Mungkin pekerjaan tersebut adalah pekerjaan impian kita semenjak kecil. Pekerjaan yang menjanjikan. Pekerjaan yang basah. Lihat resesi sikon ekonomi yang tidak menentu saat ini. Apa kita masih mau macam-macam mencari pekerjaan laen? Apakah kita mau masih bekerja pada pekerjaan yang sekarang ini meski akan banyak tantangan, pencobaan mungkin juga bisa membuat kita jatuh. Bukannya kita bisa beralasan, kita bisa memuliakan nama Tuhan dalam pekerjaan kita saat ini (meski pekerjaannya itu nyerempet bahaya misalnya).
Kita pun engga perlu menarik lagi pertanyaan menjadi, apakah kalau begitu orang Kristen kagak boleh menjadi fotomodel? Semua pekerjaan tentu ada tantangan dan cobaannya. Bukan foto model aza. Menjadi bintang film Kristen, apa enggak besar tantangan atau cobaannya? Menjadi penyanyi? Menjadi pengacara? Menjadi pengusaha? Menjadi politikus? Sama bukan? Semua orang bisa jatuh dalam dosa koq, apa pun pekerjaannya. Gw kira Carrie udah tahu sejauh mana dia harus menerima tantangan atau menolak tantangan tersebut. Meski dipikir susyah, mau jadi fotomodel, tapi kalau enggak buka-bukaan, kagak laku. (memang sejauh mana buka-bukaannya, kalau menurut kebudayaan Amrik, memakai bikini sih no problem, ya kagak bisa dibanding ama kebudanyaan timur misalnya)
Karna enggak sedikit, kalau ada orang yang mau percaya kepada Tuhan biar selamat, tetapi…… kagak mau hidup bagi Tuhan. Mau hidup bagi Tuhan, harus bayar harga. Tuhan kita Yesus Kristus aja rela untuk bayar harga untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Apalagi kita mau pikul salib, mungkin kita bakal mikir 2 kali dulu dech.
Siapa sich yang bisa mikul salibnya sendiri, jika bukan karena pertolongan Tuhan. “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Lukas 9:23 Salib adalah lambang kutuk dan kematian. Maka Tuhan Yesus pun mati tersalib untuk kita. Maka diri manusia yang mengikut Tuhan Yesus harus mau direndahkan (seperti Yesus waktu peristiwa penyaliban) dan mati. Tetapi apa yang terjadi kebanyakan manusia Kristen masih mempertahankan kedagingannya, keinginannya, kesombongannya. Meski Tuhan Yesus telah menawarkan salibNya, tetapi manusia pengen membawa beban dosanya sendiri.
Bagi mereka yang pengen mengikut Yesus tidak ada cara laen untuk mati dan disalibkan bersama Kristus. Dengan kematianNya maka kita sanggup memikul salib mengikut Kristus. Dan pekerjaan ini tidak mudah. Berat. Susah. Mungkin masih banyak contoh yang lebih berat dari apa yang dihadapi oleh Carrie Prejean. Tetapi janji Tuhan Yesus tidak pernah meleset, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.