Seumur-umur emang belom pernah sich nonton konser musik secara “Live show” karena merasa enggak suka aza. Meski Vancouver udah pernah dikunjungi oleh artis Top Dunia, dari Michael Jackson, Madonna sampai Britney Spears. Tetapi belom pernah satu pun konser musik pun yang gw tonton. Mungkin alasannya bukan hanya sayang uang aza, tetapi sayang waktu, terus hiruk pikuknya itu lho (sayang telinga), terus udah bayar mahal-mahal kagak bisa menonton para artis tersebut dengan jelas (kan pasti nontonnya dari jauh). Terutama gw kagak mau duit gw sumbangin ke artis dunia, yang makai duitnya untuk kepentingan pribadinya yang kagak beres. Mending gw persembahkan untuk Tuhan kan?
Jadi ngapain nonton konser dunk? Kebanggaan kali, gitu kata seorang teman. Ya pengalaman, diri ini pernah menonton konsernya Michael Jackson, Madonna, atau Britney Semir. Begitu kale yach. Itu mach bangga yang dangkal amir. Kata laennya, gitu aza koq dibanggain.
Eh ternyata, tahun ini bulan ini juga, gw sempet nonton konser bokh!!! Ya emang sich nonton konser artis Kristen. Band Kristen. Karena mikirnya kan paling enggak, kita membeli karcis untuk “disumbang” bagi artis Kristen. Biar paling engga supaya mereka bisa memuliakan nama Yesus lah di tengah bisnis hiburan dunia ini. Akhirnya gw nonton konser, meski nonton konser artis Kristen, Third Day dan Brandon Heath. Pertama harapan gw tentunya konser tersebut bakal meriah (menurut standar gw) mungkin kayak band gerejawi lah. Apalagi karna gw juga udha pernah dengerin lagu-lagu Kristen kontemporer dari Third Day dan Brandon Heath di radio, cukup pelan (menurut perasaan), kagak agresif (kayak musik rock dunia misalnya).
Ternyata…… harapan gw keliru besar. Terutama pada pertunjukan dari kelompok Third Day. Waktu pada lagu tertentu emang sich rada pelan karena musiknya jenis balada. Tetapi pas bagian musik yang cepat dan ‘keras’……. wackh……… engga kalah ama musik dunia hard rock, heavy metal atau apa aza namanya. Nah itu namanya, gw in the wrong time and in the wrong place, begitu kata seorang sahabat. Memang Third Day kayaknya musiknya untuk kawula muda (berjiwa muda). Yach…., kalau gitu apa ada kelompok band Kristen yang ngebuat pasangan yang udah menikah, beranak, bercucu???
Bener-bener dech bukan aza telinga ini kayak ditendang-tendang gendang telinganya, jantung juga berdebar-debar menahan getar suara bass yang keluar dari speaker (ini sungguh lho, suaranya keras banget!). Well, apakah ini cara pujian dan penyembahan ala Kristen? Mungkin cara pujian dan penyembahan seperti engga bisa dibawa ke dalam gereja. Karna pujian dan penyembahan kepada Tuhan dalam gereja harusnya kan sakral, kusyuk. Bagi gw pribadi engga bisa memuji dan menyembah Tuhan dengan cara seperti demikian.
Mungkin ada yang komentar yang penting kan hatinya. Tetapi suasana juga penting lho. Dan memuji menyembah Tuhan seharusnya tidak boleh sembarangan. Mengapa kita bisa memuji dan menyembah Tuhan? Tentu hanya oleh karena anugerahNya! Kita engga bisa memuji atau menyembah Tuhan karena kita sadar kalau kita orang berdosa misalnya. Itu tidak mungkin. Karna orang berdosa kagak pernah bisa sadar dirinya berdosa jika bukan hatinya telah disucikan oleh Kristus Yesus.
Gw tau banyak orang (Kristen) yang ngomong bahwa acara konser musik kayak Third Day itu juga ibadah. Gw percaya pada ibadah yang model kuno. Yang kalau ibadah bertemu Tuhan secara pribadi, saat teduh atau saat berdoa misalnya. Engga bisa pas lagi lompat-lompat menyanyi sambil tepuk tangan menikmati dendang lagu dengan melenggak-lenggokkan tubuhnya, terus melihat kemuliaan Tuhan. Kayaknya koq engga pas.
Dan mungkin masih banyak alasan laennya. Seperti kelompok band kayak Third Day itu diperlukan karena untuk menjangkau anak-anak muda yang masih kerajingan lagu rock misalnya kepada Kristus. Oh ya gw percaya tentang itu, Tuhan bisa pakai cara apa saja untuk memilih umatNya. Tetapi untuk keselamatan, hanya Tuhan Yesus saja yang dapat memberikan, bukan pujian kepada Tuhan. Maka tidak laen Firman harus diberitakan (jadi beda ama konser yach).
Puji Tuhan gw dapatkan penulisan yang lebih mantep tentang bedanya Pertunjukan (konser) ama Ibadah, yang ditulis oleh Jimmy Setiawan dalam blognya “Mengagas Teologi Ibadah”. Pertunjukan selalu dari karya orang lain, untuk minat, kenikmatan, kesegaran, kesenangan saya. Sedangkan ibadah, adalah karya kita para penyembah, untuk kemuliaan dan kenikmatan Allah.