Ketika berita kematian Michael jackson baru-baru ini, ada kejadian kecil yang gw anggap agak lucu. Sampai 2 jam setelah diperkirakan Michael Jackson udah engga bernafas, CNN masih bingung alias belom pasti Michael Jackson itu udah mati atau masih koma.
Kebingunan CNN bisa dimaklumi karena banyaknya sumber berita di luaran. Dari situs resmi dari kantor berita, situs surat kabar, situs hiburan teve, blog, facebook, twitter sampai email dan SMS. Berita-berita itu bercampur aduk. Apalagi berita-berita Michael Jackson sering terjadi kontroversial. Membingungkan pendengarnya. Maka sekarang para wartawan pun jadi bingung. Dan belum ada pernyataan resmi dari pihak berwajib waktu itu.
Gw sich kagak begitu kaget kalau Michael Jackson meninggal dunia. Setiap kita bisa meninggal dunia ’setiap waktu’, setiap detik. Cuman karena Michael Jackson artis top dunia maka kematiannya jadi makin sensasional dan menjadi berita besar. Coba kalau Paijo tetangga sebelah yang meninggal, mungkin kagak ada yang peduli. Maka seperti nasehat klasik, gunakan kesempatan hidup yang ada ini untuk menuju ke kekalan (bukan untuk dinkmati sementara saja).
Seperti biasa setiap kematian itu sudahlah normal. Memang, tetapi mendengar kabar kematian maka sering kali juga mengingatkan kita untuk, merenung sejenak. Hei, apa yang telah terjadi dengan hidup gw selama ini? Apakah hidup gw udah diselamatkan? Mungkin pertanyaan ini hanya angin berlalu saja bagi yang mendengarnya. Beberapa hari yang lalu engga sengaja gw ngeliat trailer dari film 2012 yang bulan Nopember 2009 akan ditayangkan di layar lebar. Emang sich ramalan dunia kiamat 2012 itu bagi gw hanya isapan jempol. Karena Tuhan Yesus sendiri udah ngomong, bahwa kedatangan Anak Allah yang kedua kalinya engga ada orang yang tahu, hanya Bapa saja yang tahu. (Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri. Mat24:36)
Trailer filem 2012 itu luar biasa cukup mengerikan kalau membayangkan bumi bakal kiamat kayak begitu. Mungkin hal itu bisa menyadarkan manusia untuk cepat berbalik kepada Allah? Kayaknya kecil kemungkinannya. Tuhan Yesus pernah berkata, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Mat24:37-39. Istilahnya kalau belom kejadian, manusia kagak bakal sadar.
Menariknya Michael Jackson, gw pikir dia orang yang rendah diri. Maka dia hanya pengen menutup diri. Dengan kacamata hitamnya. Dengan penampilannya. Maka dia pengen punya ‘istana’ sendiri (Neverland). Pengen beda dari yang laen. Ngga bisa jadi dirinya sendiri. Pengen merubah dirinya (dengan operasi plastik). Bahkan anaknya juga diajar untuk menutup wajahnya, tentu untuk menyembunyikan wajah (diri) mereka dari dunia ini. Banyak orang yang berkata, biarkan dia sendiri (jangan ikut campur lah). Tetapi Michael juga pengen diperhatikan. Dengan dandanannya yang aneh.
Berapa banyak orang yang mengagumi Michael Jackson bahkan memujanya? Sebagai seorang Kristiani betapa hidup kita ini bisa menjadi pengaruh bagi orang laen. Teman kita yang non Kristen pasti pengen tau gimana sich jadi orang Kristen itu? Mengapa orang Kristen itu beda amir? Maka menjadi pertanyaan kalau seorang Kristen tidak manjadi pengaruh bagi orang laen. Tuhan Yesus pernah berkata, Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Garam itu beda ama cuka. Klo cuka pasti rasanya asam. Bayangin klo kita makan lauk ama cuka doang. Mending makan dengan bumbu garam. Semoga kita engga jadi cuka bagi teman dan keluarga kita. Mohon kepada Tuhan menjadikan kita tetap asin bagi sekeliling kita.
thx, postingnya nyentuh gw bgt
Beh, kok kajiannya kampungan banget ya?
Thanks Ezron Sinaga, atas “kampungnya”, abis asal dari kampung, engga berani ngaku-ngaku asal dari kota, sadar diri……:))
Hm.. kok jawabannya gitu sih?
I mean.. kok kajiannya dangkal ya?
contohnya paragraf terakhir garam dan cuka..
Duh… pernah baca buku teologi ga sih? malu2in banget
Bos…jangan menghakimi la…
gimanapun michael jekson itu sama dengan anda, punya banyak salah dan dosa. anda nggak usah merasa benar dengan mengatakan bahwa si jacko yang beginilah begitulah…emang anda siapa terlalu berani berkata seperti itu?
sadar man.
Epiiiii……., sorry man, gw bukan hakim, jadi enggak bisa ketok palu
. Gw engga pernah nyebut MJ ’si jacko’ lho. Gw cuman menuliskan apa yg ada pada diri MJ (kenyataannya) terus direfleksikan ama hidup kita. Btw, karena “michael jekson itu sama dengan anda, punya banyak salah dan dosa.” Maka itu kita perlu Juruselamat, Tuhan Yesus, untuk diampuni segala dosa kita.
we don’t breathe because of theology, we breathe because of God’s grace. what’s all that theology thing if we don’t get to know the real God? Theology does support our knowledge about God, but the truest essence about knowing God is the relationship itself.
Dear Ezron,
your comment is really humiliating.
“Maka menjadi pertanyaan kalau seorang Kristen tidak manjadi pengaruh bagi orang laen.”
Orang kristen banyak memberi pengaruh ke orang lain. bEdanya pengaruh buruk apa baik? Hehehe… banyak yang baik, tapi banyak juga yang gak baik, buktinya banyak yang benci ama orang karena banyak yang pengaruhnya sebagai kristen gak baik.
about the Jacko thing, kita emang gak patut menghakimi orang, but it’s the reality, man.
gak mungkin Jacko gak pernah denger about Jesus, lagi-lagi balik ke keputusan yang dia ambil. Ujung-ujungnya kenapa dia jadi meninggal sebagai muslim?
well, why are we even talking about Jacko here? bukannya tentang menjadi garam? ehehehhe… sorry, topiknya agak banyak di tulisan ini, jadi bingung essence nya sebenernya yang mana ya?
Ini ceritanya karna nulisnya cepet-cepet
Btw, poin gw pengen menggambarkan MJ secara singkat (klo kepanjangan bisa jadi biografi) dimana sewaktu hidup itu banyak orang pengen tau siapa MJ, ibaratnya kayak kita, banyak teman kita non Kristen pengen tau siapa sich kita (orang Kristen) itu? Maka jadilah garam yang asin, yang menggarami dunia ini.
@Viona,
saya pikir berteologi itu sangat esensial dalam berpraktik kehidupan sebagai orang kristen karena bagaimana berteologi akan menentukan refleksi iman yang kita ungkapkan dari suatu teks alkitab, misalnya seberapa penting kita berusaha mencari tahu sisi kehidupan sesama dan menilainya (sekalipun dgn menggunakan alkitab) dari pada mengerjakan sikap mengasihi dengan berempati dan tidak menghakimi (bd. peristiwa Yesus dgn murid2 ttg kebutaan seseorang yang diakibatkan dosa siapa)
Berteologi secara bertanggung jawab juga menghindarkan kita melakukan “perkosaan” atas suatu teks dan menggunakan teks tersebut utk maksud-maksud pribadi kita (garam dan cuka?)
Thanks sekali lagi atas keseriusan bang Ezron. Sorry jawaban gw pakai bhs humor. Paragraf terakhir emang gw enggak ngebahas ttg teologi secara eksposisi, krn gw cuplik itu ayat terus gw bandingkan garam ama cuka (spy kt engga kaya cuka yg bikin org asem) maka jadilah garam yang asin (yg berguna). Begitu kira-kira. Emang pas dgn tulisan yg singkat ini gw pengen membagikan dari peristiwa MJ ini sekali lagi kita diingatkan bagaimana kita hidup selagi ada kesempatan
)
Aduh maaf kalau bahasannya dangkal. Kalau ttg baca buku teologi, sekarang lagi belajar….. tapi dasar gw-nya dodol, gw harus banyak belajar ama yg udah ahli. Tetap semangat.