Mantan pemain sepak bola Piala Dunia Perancis Zinedine Zidane sempat datang ke Canada. Tentu kedatangan Zizou, nama panggilan Zinedine Zidane tidaklah semeriah kedatangan David Beckham. Tetapi bagi penggemar sepak bola, kedatangan mantan bintang sepak bola itu tetap saja menarik perhatian.
Tentu akan lain kalau saja Zizou datang pas pada waktu dia masih tenar-tenarnya, banyak orang bakal pengen ngeliat gimana kehebatan Zidane. Seperti keinget kedatangan Manchester United ke Indo, pasti bakal menggemparkan. (Meski sayang hal itu tidak terjadi gara-gara bom). Media masa juga kurang memberi perhatian kepada Zizou, bukan saja mereka tau bahwa olahraga sepak bola bukan olahraga yang digemari di Amrik Utara ini, tetapi juga soal pertimbangan, apakah berita kedatanga Zizou tersebut akan menyedot iklan atau tidak?
Sayangnya kedatangan Zidane kali ini seharusnya akan bermain dengan mantan para bintang seperti Ludovic Giuly dari Perancis, Samual Eto’o
dari Kamerun, dan Alessandro Costacurta, Gennaro Gattuso, and Franco Baresi dari Itali; tidak terlaksana karena kurang profesionalnya para panitya penyelenggara. (entah kenapa teman Zidane itu kagak muncul satu pun, yang muncul hanya Zidane seorang)
Peribahasa Indo itu ada benernya, “Habis Manis Sepah Dibuang”. Siapa sich yang mau memakai pemain sepak bola gaek nyang udah uzur usianya. Meski dia pernah meraih sebagai pemain terbaik Dunia dan Eropa sekalipun. Meski mudahnya dia perkasa dan hebat. Tapi sekarang usianya makin menua, tubuhnya sudah menurun.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.Maz90:12. Kita sering terjebak dalam rutinitas kehidupan kita. Dari bangun pagi kita sudah berpikir akan pekerjaan kita, sekolah kita, uang kita, anak kita, keluarga kita sampai pacar kita. Mungkin kita tidak ada waktu untuk bersyukur. Tapi sudah memikirkan rencana apa yang akan kita perbuat hari itu.
Alkitab mengajarkan kita untuk berpikir sejenak untuk memikirkan hari-hari kita. Waktu kita. Karena seringkali kita ‘take it for granted’ alias karena kehidupan ini udah jalan seperti biasa, maka kita pun berpikir, emang ini udah sewajarnya koq. Atau kata laennya seringkali kita enggak menghargai waktu kita.
Tuhan menciptakan waktu tentu ada maksudnya. Bukan kebetulan atau iseng aza. Allah mencipta siang dan malam dengan suatu rencana dan keteraturan. Allah memberikan waktu kepada manusia, Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk memuliakan namaNya. Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk mengelola bumi dan isinya.
Boleh dikatakan waktu adalah kesempatan. Ketika jantung kita masih berdetak maka kita pun berpacu dengan waktu. Waktu itu ibarat garis lurus yang tidak bakal kembali. Tidak ada ceritanya mesin waktu yang bisa kembali ke masa lalu (itu kan hanya pemikiran manusia, pengennya demikian).
Kayak gambaran Zinedine Zidane, bagaimana pun dia berusaha untuk tenar lagi; mungkin aza dia bisa operasi plastik membuat wajahnya menjadi
muda seperti dia masih berusia 20 tahun, postur tubuhnya bisa dibuat sekekar dan selangsing David Becham misalnya; tetapi dia engga bisa melawan waktu usianya yang telah mulai uzur (Zizou lahir tahun 1972, jadi usianya sekarang 37 tahun). Sebagai pemain sepak bola dia bakal kalah secara fisik kalau dibanding dengan Christiano Ronaldo yang masih berusia 24 tahun misalnya.
Kesempatan Zidane telah usai sebagai pemain bintang sepakbola dunia, mungkin saatnya dia menjadi pelatih atau pembangkit semangat bagi pemain-pemain sepakbola di negara berkembang. Karena adanya waktu maka kita berusaha untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Pakai waktu yang berharga ini untuk melayani Tuhan dengan yang ‘terbaik’.
(Mzm. 90:12)