Awal Juni 2011 yang lalu jari tangan kanan gw terjepit pintu besi yang berat. Akibatnya kulit jari telunjuk sobek kurang lebih 3-4 cm. Dan gw harus buru-buru menuju ke bagian Emergency di sebuah rumah sakit untuk menghentikan darah yang mengucur deras. Baru kali ini gw ngeliat secara langsung darah yang ngucur deras.
Dan akibat lainnya tentu gw kagak bisa kerja untuk sementara, karna jari telunjuk yang harus di perban plus sakit kalo kena sentuh. Beberapa teman entah bergurau atau sirik (hah sirik ?) ngebilang ala… cuma jarinya yang sobek begitu aza pake harus istirahat di rumah segala. He..he..he.. tentunya dia belom ngalami sendiri. Coba dia mengalami sendiri, gimana rasanya kalo jarinya sobek begitu.
Emang sich kalo dibanding ama kecelakaan yang besar, tentu luka gw ini amat sangat kecil. Enggak ada apa-apanya gitu yach. Tapi kenyataannya gw-nya kagak bisa kerja. Untuk megang gelas aja sakit. Emang bagian tubuh gw laennya no problem. Tapi karna gw kerjanya kebanyakan pake tangan (bukan mengetik kibor komputer) jadi ya terpaksa dech harus menyembuhkan si jari telunjuk sebelom gw balik kerja.
Gw percaya bahwa ada maksud Tuhan dibalik kecelakaan yang kecil ini. Meski kelihatan kecil, mungkin seringkali kita enggak menghiraukan, kayaknya enggak ada artinya. Sebenarnya banyak kan hal kecil yang udah kita anggap biasa. Tapi seringkali pula Tuhan pengen mengingatkan kita dari hal yang kecil. Sayangnya kita sering tidak mau mendengarkan.
Dosa yang kita anggap “kecil” itu adalah tetap dosa di mata Tuhan. Masalah yang kita anggap “kecil” tetap adalah masalah – yang harus kita selesaikan. Hal yang kita anggap “kecil” tetapi menyakitkan hati seseorang, tetap harus kita bereskan, dengan meminta maaf dan berubah sikap, misalnya.
Mungkin pepatah Indo, “Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga” Dari hal yang kecil bisa merusak semuanya. Ternyata kecil tidak selalu kecil (terus). Kamsud gw yang kecil jangan selalu disepelehkan. Matius menulis, “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. ” (25:21)