Baik akhir tahun atau bukan pada akhir tahun, kita pasti akan menjadi konsumer. Apalagi dengan alasan memperingati Natal. Belom lagi kalo di Canada sini ada yang namanya Boxing Day, yang menurut wikipedia adalah dimana sehari setelah hari Natal (tanggal 26 Desember), para bangsawan memberi hadiah kepada para pelayannya. Ada juga yang mengatakan, dimana waktu itu para perusahaan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin yang tidak dapat membeli hadiah Natal dengan potongan harga yang murah sampai 50-75%.
Tetapi kesempatan ini digunakan oleh para konsumerisme fanatik untuk membeli apa saja yang murah. Tidak peduli harus antri panjang 2-3 jam dan berdesak-desakan sekali pun. Juga digunakan oleh para perusahaan untuk cuci gudang atau menghabiskan stok lama. Perilaku konsumen tersebut bukan lagi membeli apa yang mereka perlukan tetapi membeli apa yang mereka inginkan. Memuaskan nafsu kepemilikannya. Mengikut trend barang-barang elektronik, pakaian, sepatu dengan merek-merek terkenal.
Dan gw menyadari bahwa engga sedikit orang yang menamakan dirinya Kristen ternyata mania juga dalam ikutan ngantri panjang. Dua tiga jam atau bahkan lebih bukanlah hal yang susah bagi sebagian orang untuk mendapatkan barang-barang yang akan memuaskan diri mereka (untuk sementara). Kadang sempat kepikir juga, kenapa koq bisa yach? Mereka begitu mati-matian untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan….. dengan harga murah!!!
Kita telah nyampe pada akhir tahun, bayangkan kalau waktu kita hanya sampe akhir tahun. Selesai udah. Engga ada tahun 2012. Tau begitu, gw percaya bakal banyak orang mati-matian untuk bertobat (biar masuk surga maksudnya). Tetapi Tuhan juga bakal meminta pertanggungan jawab gimana dengan selama kita hidup. Apakah kita hidup untuk memuliakan Dia? Atau hanya memuaskan diri kita sendiri (peduli amir ama orang laen)? Gimana kita menggunakan berkat yang telah kita terima dariNya?
Berkat biasanya disamakan ama uang. Semua uang yang kita peroleh dalam hidup kita adalah pemberian berkat dari Tuhan. Gimana kita menggunakan uang tersebut? Padahal Tuhan mau supaya kita menggunakan uang pemberianNya itu untuk memuliakan namaNya. Eh…. ternyata kita malah gunakan untuk berfoya-foya untuk diri kita, untuk mainan kita, untuk kita simpan dan sebagainya.
Contohnya, jika seseorang bisa membeli sebuah mobil balap seharga Rp.3,888,750,000,- dan dibuat untuk hanya kesenangannya pribadi behura-hura dan berfoya-foya; tetapi dia tidak pernah memperhatikan orang miskin atau menyumbangkan uangnya untuk menolong orang laen yang tertimpa bencana alam; betapa kejinya orang tersebut.
Contoh laen, Lady Gaga yang (saat ini) kalo menyanyi pasti menghasilkan uang (tentu uangnya banyak kan?) Tuhan memberikan talenta menyanyi kepadanya, tetapi tidak digunakan untuk kebaikan, tetapi malah untuk mengumbar nafsunya (misalnya). Orang-orang pinter laennya, misalnya kayak Steve Jobs, betapa sayangnya jika kepandaiannya itu hanya digunakan menumpuk uang bagi dirinya. Begitu juga berjuta-juta orang kaya laennya di seluruh dunia misalnya, yang mau menyisihkan uangnya untuk mengentas kemiskinan, kelaparan, membantu sekolah, rumah sakit, gereja, menolong yang sakit, mengalami bencana alam dan laen sebagainya; mungkin dunia ini akan lebih baek (?).
Tentu ini adalah salah satu contok klasik, yang menyadarkan kita bahwa manusia berdosa adanya (Rm3:23). Manusia condong berbuat dosa, suka hal-hal yang berdosa daripada tidak. Dari hal kecil, hal besar; semua hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Manusia (yang beragama sekali pun) tidak mampu tidak untuk berbuat dosa, dengan usaha apa pun manusia tetap berdosa.
Dan upah (akibat) dosa adalah maut (Rm6:23) Even demikian manusia bakal berkata “Who care! Gw gak takut mati (sumbarnya). Gw mo enjoy hidup gw.” Tapi dengan demikian menunjukkan betapa manusia itu udah bebal hatinya. Dan susyahnya, manusia kagak bisa menolong dirinya sendiri. Orang laen pun kagak mampu menolong atau menyelamatkan manusia yang laennya.
Maka Allah Bapa memberi pertolongan melalui Yesus Kristus, untuk menolong manusia. Dialah satu-satunya Juruselamat yang dapat menolong manusia, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.