Feeds:
Posts
Comments

michael wUntuk kedua kalinya gw nonton konser musik Kristen. Kali ini udah agak pengalaman, kagak kayak yang pertama waktu nonton konsernya Third Day. Kenapa gw mau nontonkonser musik untuk yang kedua kalinya?

Karena gw harap musik yang akan dipertunjukkan paling engga seperti musik dalam ibadah. Yang tidak hura-hura (kayak konser musik duniawi), ada damai waktu ikut menyanyikan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh pembawa konser. Dan tentu siapa yang engga tahu nama besar artis musik Kristen seperti Michael W Smith, seperti lagunya Friends atau Above All. Michael juga merupakan salah satu pelopor musik Kristen kontemporer (sejaman dengan Amy Grant, Sandy Patty).

Selain Michael W Smith konser musik kali ini diiringi oleh salah satu pemusik Kristen yang besar pula yakni Steve Curtis Chapman yang nge-top dengan lagunya I Will be Here yang biasa dinyanyikan waktu pernikahan Kristen. Juga datang Brian Doerksen (berasal dari Abbotsford – satu jam dari kota Vancouver) pencipta lagu Come Now Is The Time To Worship. Sebagai pemusik pembuka acara tersebmichael smithut.

Tentang konser itu sendiri. Seperti yang gw tulis di atas, harapan gw konser kali ini bisa lebih membuat suasana seperti worship. Tetapi hal itu tidak terjadi. Karena itulah konser musik demikian kata tetangga yang duduk di sebelah kiri gw. Konser musik yang harus memenuhi kriteria bisa membawa energi untuk dirasakan oleh para penonton. Pemusik harus bisa membuat penonton menikmati, bergoyang, engga ngantuk dan mungkin kalau bisa, histeris. Maka musik harus dilantunkan dengan keras untuk bisa menjaga penonton supaya engga bosan. Dan tentu engga boleh dilupakan adalah untuk menyenangkan penonton.

Konser musik tersebut kayaknya kagak beda ama konser musik duniawi. Jangan mengatakan bahwa momen itu kan baik untuk menjangkau jiwa-jiwa yang belom mengenal Tuhan Yesus. Gw percaya bahwa Tuhan pasti bisa memakai banyak cara untuk memanggil anakNya. Memang konser kayaknya kurang ada unsur ibadahnya (secara fisik) karena konser untuk sang artis mempertontonkan keahliannya kepada massa yang pengen nonton.

Michael_W._Smith,_Steven_Curtis_Chapman_NewsTetapi ada satu hal yang mengusik pikiran gw. Bagaimana pun khusuknya musik gerejawi tetapi diiringi dengan kelompok musik atau band (Gitar listrik, keyboard dan drum); pertama, akan kehilangan keanggunan, keaslian, jiwa dari lagu tersebut. Misalnya lagu himne, “It is well, with my soul” gubahan Horatio Gates Spafford diiringi dengan band akan sulit sekali measakan “kenyamanan jiwa” dalam Tuhan seperti yang dimaksud oleh sang pengarang lagu. Kedua, dentuman drum akan sulit mengiring lagu-lagu yang lembut. Apakah karena drum untuk mengiring lagu-lagu yang berirama cepat? Dentuman drum juga akan memecah konsentrasi menghayati syair lagu; yang seharusnya dapat berkata-kata menjadi berkat bagi yang menyanyikan atau yang mendengarkan.

Puji-pujian merupakan media kemonukasi kepada Tuhan. Maka ada ungkapan pujilah Dia. Bermazmur bagi Dia. Karena semua puji-pujia itu hanya layak untuk Kristus Tuhan kita. Engga bener, kalau kita berkata ‘pujilah kita’, ‘bermazmur bagi kita’. Maka kita memuji dengan hati yang tulus dan tindakan untuk memuliakan Tuhan. Bukan kita datang memuji Tuhan untuk memuaskan diri dan panca indera kita.

Panasss

complainMinggu ini Vancouver dan sekitarnya dihajar ama udara panas. Rata-rata temperatur mencapai 28-29 derajat celcius. Dan pas menulis tulisan ini, suhu udara bertambah naik menjadi 31 derajat (tetapi serasa kayak 37 derajat). Masyarakat pun terdengar mulai “panik”. Entah apa yang akan terjadi kalau suhu udara mencapai 40 derajat misalnya.

Di sebuah internet dicantumkan sebuah iklan, entah ini iklan serius atau hanya humor; seorang gadis mau menjual dirinya hanya untuk mendapatkan sebuah AC (air conditioning). Harga AC yang portable yang bisa dipindah-pindah yang termurah seharga 700 dolar, sedangkan yang bisa lengket di tembok yang termurah 300 dolar.

Kalau dalam keadaan seperti itu, apa yang biasa kita lakukan? Mengeluh, marah, enggak sabaran. Pengennya mengunpet dalam ruangan yang ber- AC atau masuk dalam mal yang dingin. Itu mah normal iya enggak? Bayangin para temens yang tinggal di Indo atau di negara Afrika. Baru tau gimana panas yang sesungguhnya.

Kadang karena kita udah kebiasaan enak, panas dikit, mengeluh. Dingin dikit, bersungut-sungut. Belom lagi keadaan ekonomi resesi yang bakal menambah kita bersungut-sungut. Tidak sedikit orang Kristen berdoa plus berkeluh kesah kepada Tuhan.

Pengeluh dimana atau siapa pun kayaknya kagak ada yang suka. Coba di persekutuan ada seseorang yang demikian pasti suasana jadi kagak enak. Atau ada anggota keluarga yang mempunyai sifat mengeluh, kayaknya hidup sehari-hari jadi tidak nyaman. Pagi-pagi bangun tidur, mengeluh udara diluar dingin atau panas. Minum kopi kurang manis mengeluh. Pakaian kerja, makan pagi belom disiapkan mengeluh. Sampai mau tidur pun mengeluh, koq panas, banyak nyamuknya dan seterusnya.

Mengeluh di tempat kerja (mungkin sedikit mereda karena takut dipecat ama bos, kalau mengeluh terus). Mengeluh di mal. Mengeluh di mobil (bahaya, bisa mengakibatkan kecelakaan). Mengeluh di gereja (membuat pendeta juga tambah stres) bisa-bisa suasana jemaat jadi amburadul. Mengeluh itu memecah belah. Mengeluh adalah mencobai diri sendiri. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Yak 1:14

Mengeluh adalah sumber penyakit. Mengeluh ada dalam hidup yang stres. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. Amsal 16:24. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.Amsal 17:22.

Mengeluh tidak menghargai anugerah Tuhan. Contoh bangsa Israel yang dipimpin Musa, keluar dari Mesir sampai melewati laut Merah lalu berjalan di padang gurun, luar biasa, semuanya diiringi dengan keluhan (emang engga semua orang sich). Maka Paulus mengutip sejarah bangsa Israel dimana ada orang-orang yang enggak pernah bisa bersyukur, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

Mengeluh menghalangi kita untuk bersyukur. Mengeluh tidak bisa mengasihi sesama kita. Mengeluh engga bisa menerima kenyataan. Mengeluh tidak dapat hidup dengan sesama. Mengeluh ketidak puasan. Mengeluh tidak dapat mengikut kehendak Tuhan.

Mengeluh karena pasti ada sesuatu yang engga menyenangkan hati atau engga memuaskan hati. Mungkin saja seseorang tersebut tidak puas akan hidup ini. Mungkin dalam hatinya masih ada yang kosong. Belom ada yang bisa memenuhi hatinya. Engga ada orang yang bisa memuaskan hatinya.

Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus kepada perempuan Samaria, “Barangsiapa minum air ini (yang dari sumur), ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Yoh 4:13,14. Datanglah kepada Tuhan Yesus, karena hanya Dia saja yang akan memuaskan dahaga hatimu, membuat kau tidak mengeluh. Tetapi bibirmu akan dipenuhi oleh ucapan syukur.

Zidane Datang !

zidaneMantan pemain sepak bola Piala Dunia Perancis Zinedine Zidane sempat datang ke Canada. Tentu kedatangan Zizou, nama panggilan Zinedine Zidane tidaklah semeriah kedatangan David Beckham. Tetapi bagi penggemar sepak bola, kedatangan mantan bintang sepak bola itu tetap saja menarik perhatian.

Tentu akan lain kalau saja Zizou datang pas pada waktu dia masih tenar-tenarnya, banyak orang bakal pengen ngeliat gimana kehebatan Zidane. Seperti keinget kedatangan Manchester United ke Indo, pasti bakal menggemparkan. (Meski sayang hal itu tidak terjadi gara-gara bom). Media masa juga kurang memberi perhatian kepada Zizou, bukan saja mereka tau bahwa olahraga sepak bola bukan olahraga yang digemari di Amrik Utara ini, tetapi juga soal pertimbangan, apakah berita kedatanga Zizou tersebut akan menyedot iklan atau tidak?

Sayangnya kedatangan Zidane kali ini seharusnya akan bermain dengan mantan para bintang seperti Ludovic Giuly dari Perancis, Samual Eto’o zidane1dari Kamerun, dan Alessandro Costacurta, Gennaro Gattuso, and Franco Baresi dari Itali; tidak terlaksana karena kurang profesionalnya para panitya penyelenggara. (entah kenapa teman Zidane itu kagak muncul satu pun, yang muncul hanya Zidane seorang)

Peribahasa Indo itu ada benernya, “Habis Manis Sepah Dibuang”. Siapa sich yang mau memakai pemain sepak bola gaek nyang udah uzur usianya. Meski dia pernah meraih sebagai pemain terbaik Dunia dan Eropa sekalipun. Meski mudahnya dia perkasa dan hebat. Tapi sekarang usianya makin menua, tubuhnya sudah menurun.

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.Maz90:12. Kita sering terjebak dalam rutinitas kehidupan kita. Dari bangun pagi kita sudah berpikir akan pekerjaan kita, sekolah kita, uang kita, anak kita, keluarga kita sampai pacar kita. Mungkin kita tidak ada waktu untuk bersyukur. Tapi sudah memikirkan rencana apa yang akan kita perbuat hari itu.

zidane2Alkitab mengajarkan kita untuk berpikir sejenak untuk memikirkan hari-hari kita. Waktu kita. Karena seringkali kita ‘take it for granted’ alias karena kehidupan ini udah jalan seperti biasa, maka kita pun berpikir, emang ini udah sewajarnya koq. Atau kata laennya seringkali kita enggak menghargai waktu kita.

Tuhan menciptakan waktu tentu ada maksudnya. Bukan kebetulan atau iseng aza. Allah mencipta siang dan malam dengan suatu rencana dan keteraturan. Allah memberikan waktu kepada manusia, Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk memuliakan namaNya. Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk mengelola bumi dan isinya.

Boleh dikatakan waktu adalah kesempatan. Ketika jantung kita masih berdetak maka kita pun berpacu dengan waktu. Waktu itu ibarat garis lurus yang tidak bakal kembali. Tidak ada ceritanya mesin waktu yang bisa kembali ke masa lalu (itu kan hanya pemikiran manusia, pengennya demikian).

Kayak gambaran Zinedine Zidane, bagaimana pun dia berusaha untuk tenar lagi; mungkin aza dia bisa operasi plastik membuat wajahnya menjadizidane3 muda seperti dia masih berusia 20 tahun, postur tubuhnya bisa dibuat sekekar dan selangsing David Becham misalnya; tetapi dia engga bisa melawan waktu usianya yang telah mulai uzur (Zizou lahir tahun 1972, jadi usianya sekarang 37 tahun). Sebagai pemain sepak bola dia bakal kalah secara fisik kalau dibanding dengan Christiano Ronaldo yang masih berusia 24 tahun misalnya.

Kesempatan Zidane telah usai sebagai pemain bintang sepakbola dunia, mungkin saatnya dia menjadi pelatih atau pembangkit semangat bagi pemain-pemain sepakbola di negara berkembang. Karena adanya waktu maka kita berusaha untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Pakai waktu yang berharga ini untuk melayani Tuhan dengan yang ‘terbaik’.

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
(Mzm. 90:12)

Invisible

Invisible-ManIni tentu bukan pengen cerita Invisible Man. Tapi cuma kebayang aza tentang Invisible itu. Yang engga keliatan.  Yang engga keliatan tentu bukan mahluk halus atau dunia roh. Yang dimaksud disini misalnya dalam sebuah pertunjukkan konser, seorang artis menyanyikan sebuah lagu yang syahdu yang membuat banyak orang menitikkan air matanya.

Penonton mungkin kagak tau siapa pencipta lagu tersebut, atau siapa pembuat aransemen musiknya, atau siapa pemain musik lagunya atau bagian perlengkapan dari konser tersebut. Orang-orang yang dibalik layar biasanya engga keliatan alias kurang dikenal. Penonton mah taunya siapa penyanyinya.

Di gereja yang biasa gw beribadah, ada kelompok yang khusus pelayanan di audio visual, yang tugasnya antara laen angkat-angkat alat musik dari gudang di persiapkan di panggung, lalu bertanggung jawab atas kelancaran audio yang akan berlangsung selama ibadah. Demikian pula dengan video slide yang ditayangkan di layar di depan mimbar untuk memunculkan lirik lagu atau ayat-ayat alkitab yang akan dibahas oleh sang hamba Tuhan.

Terkadang yang terjadi, audio mengalami gangguan, tiba-tiba hilang suaranya. Atau gambar slide yang hendak dimunculkan tidak muncul-muncul. Memang mungkin kesalahannya kecil tapi ’sedikit’ mengganggu kelancaran ibadah. Tidak heran jika terjadi masalah, ‘kebanyakan’ mata jemaat tertuju pada orang-orang yang mengerjakan pelayanan tersebut. Mungkin pandangan itu seakan bertanya, apa yang terjadi; mengapa terjadi; ini kan yang bukan pertama kali terjadi masalah dan sebagainya. Belom lagi omelan atau keluhan jemaat laennya.

Seringkali pelayanan seperti ini enggak terlalu menonjol dan jarang dipuji; tetapi kalau disalahkan mungkin sering (karena sering terjadi kesalahan atau masalah). Laen kan kalau pelayanan pemimpin pujian misalnya, kalau pelayanannya baik orangnya akan dipuji-puji. Poin gw begini, pelayanan audio visual itu kayak pelayanan yang enggak kelihatan (jarang diperhatikan). Tetapi tanpa pelayanan itu mungkin ibadah akan terasa kurang sesuatu. Bukan pengen minta perhatian. Bukan.

Seringkali dalam hidup kita juga (sekali lagi sering) melupakan siapa yang berada dibelakang semua yang terjadi dalam hidup manusia ini. Sebagai orang percaya, kita percaya ada oknum supranatural, dan karena kita udah dipanggil olehNya maka kita ngerti, oknum supranatural itu adalah Allah Bapa kita. Dia yang benar-benar berdaulat atas segala ciptaanNya.pelayanan audio_visual

Maka kita yang sebagai ciptaaNya janganlah berhenti untuk mengucap syukur, “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” Ibrani13:15.

Ucapan syukur merupakan bagian dari iman. Jika seseorang kagak punya iman, kayaknya kagak mungkin dia bisa bersyukur. Karena kalau seseorang kagak punya iman, dia bakal kuatir, dia ngeliat dirinya rendah (rendah diri), dia kagak ngeliat ada masa depan, dia kagak bisa rendah hati, kagak ada pengharapan, kagak punya sukacita, stres mulu, ngomel ngeluh mulu, dan ujung-ujungnya kagak bisa bersyukur.

Kita? Manusia? Mengucap syukur? Engga bisa lah yaow. Karena dosa man, mana bisa sich manusia mengucap syukur dengan tulus? Kalo pura-pura mah jangan ditanya. Bukan, bukan gw skeptis. Tapi bener, gw percaya bahwa ucapan syukur itu hanya pemberian anugerah Allah atas hidup kita. Kalau mau jujur, dalam doa-doa kita mana yang lebih banyak; mengucap syukur atau minta-minta sama Tuhan?

Sekali lagi biar kita diingatkan bahwa hidup kita ini engga sendirian. Ada Allah yang enggak kelihatan, yang memperhatikan hidup kita. Klo dipikir-pikir apa bagusnya hidup kita sampai diperhatikan sama Allah? Engga ada bagusnya. Karena Allah sendiri yang mau memperhatikan kita, ciptaanNya. Dia yang mengasihi kita terlebih dahulu. Temans, dalam sikon apapun waktu menghadapi masalah, jangan putus asa, karena ada Allah yang berdaulat atas dunia ini. Emang kagak bisa kita lihat dengan mata kepala kita sendiri, tetapi Dia ada. Hadir dalam segala hidup kita.

michaelKetika berita kematian Michael jackson baru-baru ini, ada kejadian kecil yang gw anggap agak lucu. Sampai 2 jam setelah diperkirakan Michael Jackson udah engga bernafas, CNN masih bingung alias belom pasti Michael Jackson itu udah mati atau masih koma.

Kebingunan CNN bisa dimaklumi karena banyaknya sumber berita di luaran. Dari situs resmi dari kantor berita, situs surat kabar, situs hiburan teve, blog, facebook, twitter sampai email dan SMS. Berita-berita itu bercampur aduk. Apalagi berita-berita Michael Jackson sering terjadi kontroversial. Membingungkan pendengarnya. Maka sekarang para wartawan pun jadi bingung. Dan belum ada pernyataan resmi dari pihak berwajib waktu itu.

Gw sich kagak begitu kaget kalau Michael Jackson meninggal dunia. Setiap kita bisa meninggal dunia ’setiap waktu’, setiap detik. Cuman karena Michael Jackson artis top dunia maka kematiannya jadi makin sensasional dan menjadi berita besar. Coba kalau Paijo tetangga sebelah yang meninggal, mungkin kagak ada yang peduli. Maka seperti nasehat klasik, gunakan kesempatan hidup yang ada ini untuk menuju ke kekalan (bukan untuk dinkmati sementara saja).

Seperti biasa setiap kematian itu sudahlah normal. Memang, tetapi mendengar kabar kematian maka sering kali juga mengingatkan kita untuk, merenung sejenak. Hei, apa yang telah terjadi dengan hidup gw selama ini? Apakah hidup gw udah diselamatkan? Mungkin pertanyaan ini hanya angin berlalu saja bagi yang mendengarnya. Beberapa hari yang lalu engga sengaja gw ngeliat trailer dari film 2012 yang bulan Nopember 2009 akan ditayangkan di layar lebar. Emang sich ramalan dunia kiamat 2012 itu bagi gw hanya isapan jempol. Karena Tuhan Yesus sendiri udah ngomong, bahwa kedatangan Anak Allah yang kedua kalinya engga ada orang yang tahu, hanya Bapa saja yang tahu. (Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri. Mat24:36)

Trailer filem 2012 itu luar biasa cukup mengerikan kalau membayangkan bumi bakal kiamat kayak begitu. Mungkin hal itu bisa menyadarkan manusia untuk cepat berbalik kepada Allah? Kayaknya kecil kemungkinannya. Tuhan Yesus pernah berkata, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Mat24:37-39. Istilahnya kalau belom kejadian, manusia kagak bakal sadar.

Menariknya Michael Jackson, gw pikir dia orang yang rendah diri. Maka dia hanya pengen menutup diri. Dengan kacamata hitamnya. Dengan penampilannya. Maka dia pengen punya ‘istana’ sendiri (Neverland). Pengen beda dari yang laen. Ngga bisa jadi dirinya sendiri. Pengen merubah dirinya (dengan operasi plastik). Bahkan anaknya juga diajar untuk menutup wajahnya, tentu untuk menyembunyikan wajah (diri) mereka dari dunia ini. Banyak orang yang berkata, biarkan dia sendiri (jangan ikut campur lah). Tetapi Michael juga pengen diperhatikan. Dengan dandanannya yang aneh.

Berapa banyak orang yang mengagumi Michael Jackson bahkan memujanya? Sebagai seorang Kristiani betapa hidup kita ini bisa menjadi pengaruh bagi orang laen. Teman kita yang non Kristen pasti pengen tau gimana sich jadi orang Kristen itu? Mengapa orang Kristen itu beda amir? Maka menjadi pertanyaan kalau seorang Kristen tidak manjadi pengaruh bagi orang laen. Tuhan Yesus pernah berkata, Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Garam itu beda ama cuka. Klo cuka pasti rasanya asam. Bayangin klo kita makan lauk ama cuka doang. Mending makan dengan bumbu garam. Semoga kita engga jadi cuka bagi teman dan keluarga kita. Mohon kepada Tuhan menjadikan kita tetap asin bagi sekeliling kita.

Simbol yang Hilang

dan_brownApa kabarnya Dan Brown? Filem yang masih kategori baru yang diambil dari bukunya Dan Brown “Angels and Demons” dengan lakon yang sama Robert Langdon, meski kali ini buku dan filemnya tidak meledak seperti kontroversial Da Vinci Code (DVC).

Masih keinget kalau pas peluncuran novel DVC, baik yang Kristen atau yang bukan pada ribut. Tentu yang non Kristen pada seneng terkagum-kamu ama “penemuan” Dan Brown tersebut (bahwa Yesus itu menikah dan punya anak dan sebagainya). Tapi bagi pihak umat Kristiani, itu bukan saja penghinaan bahkan penghujatan kepada Tuhan Yesus.

Tentu yang luar biasa beruntungnya ya Dan Brown. Baik atau buruk tulisan bukunya, ternyata diperkirakan sampai pertengahan tahun 2006 buku Dan Brown tersebut dicetak lebih dari 60 juta dan diterjemahkan ke 44 bahasa dunia. Engga heran berkat keberhasilan penjualan bukunya, Dan Brown kini diperkirakan berpenghasilan 200 juta dollar ada didalam koceknya.

Dan Brown yang dulunya pengen jadi penyanyi, kini hanya  jadi penulis aza udah cukup. Namanya yang sudah melambung tinggi dijajaran penulis novel fiksi Amrik merupakan jaminan bagi penerbit buku. Keberhasilannya Dan Brown tidak lepas dari dorongan istrinya (yang sekaligus menjadi manajernya) Blythe Newton. Dan kini tentu saja nama Dan Brown merupakan musuh besar umat Katolik dan Kristiani. Bukunya merupakan ajaran sesat yang harus dijauhi.

Disatu sisi, sebagai seorang penulis, emang kagak bisa disalahkan kalau Dan Brown bisa punya ide gila menulis seperti cerita di Da Vinci Code. Namanya aza fiksi. Kalau nama-nama yang ada didalam cerita mempunyai kesamaan kayaknya sah-sah aza. Engga sedikit penulis yang mengambil peristiwa sejarah sebagai latar belakang cerita mereka. Dan lucunya penulis yang mencuplik kejadian sejarah itu pun menuliskan dengan cerita sejarah yang salah pula. Atau penulis salah menterjemahkan cuplikan sejarah tersebut.

Dan kalau ada pembaca yang merasa buku novel itu peristiwa yang benar-benar terjadi, memang bukan salah penulis 100%. Pembacanya terlalu pinter atau sebaliknya. Jadi paling engga, kalau membaca ya pakai mikir lah. Even kalau penulisnya menuliskan ceritanya itu diambil dari true story misalnya. Ya kalau masih dalam dunia fiksi ya mau diapakan lagi. Fiksi itu kan imaginasi penulis. Cerita rekaan penulis.

Terlepas dari cerita Dan Brown yang menyesatkan atau memutar balikkan Alkitab. Dipihak laen tentu gw setuju kalau Dan Brown emang kebablasan, kelewatan dalam memutar balikkan atau menginjak-nginjak fakta sejarah, terutama yang berkenaan dengan hidup Tuhan Yesus. Dan Brown tidak memberi kesempatan secuil pun respek kepada sejarah hidup Tuhan Yesus. Karena dia percaya akan buku Holy Blood, Holythe lost symbol Grail karya Michael Baigent, Richard Leigh, and Henry Lincoln.

Suatu pelajaran yang didapat disini bahwa apa yang kita tuliskan (apalagi ditulis) harusnya kita pikirkan sejauh mana akan mempengaruhi orang yang akan membacanya. Apalagi telah menjadi sebuah buku yang engga bisa begitu saja dihapus kayak men-delete tulisan di program Word. Buku itu akan ‘kekal’. Berapa banyak lagi pembaca yang akan disesatkan olehnya.

Sebaliknya bagi umat Kristiani, ketika membaca buku harusnyalah berpikir kritis. Bukan itu saja, orang Kristen harus mau belajar pengajaran Kristen yang benar. Jadi kalau ada ajaran yang lain dari Alkitab, kita tahu itu pasti bukan ajaran Kristus. Kalau pun membaca buku tulisan baru Dan Brown yang berjudul The Lost Symbol (simbol yang hilang) kita pasti akan mengerti bahwa ‘ajaran’ atau teori Dan Brown tentang kekristenan itu hanyalah sampah.

Sayangnya berapa banyak sih orang Kristen yang mau belajar teologi. Pemimpin Kristen pun belum tentu mau belajar teologi (kasihan jemaatnya). Dan kalau mau belajar pun, belajar yang mudah saja dech(susah-susah belajar buat apa toh?); ‘belajar yang aku senang aza’. Jemaat nya pun engga ada yang protes koq. Maka Dan Brown pun juga akan berkata, “jadi ngga problem kan, klo gw menulis suka-suka gw……”

Harikoe

90_20_14---Three-Advent-Candles_webKebanyakan dari kita pasti, paling engga, pernah merayakan hari ultah, yang jelas ya untuk memperingati hari kelahiran (seharusnya) tetapi kebanyakan yang dilakukan adalah menghitung usia yang telah kini dicapai dan harapan apa yang pengen dicapai pada masa yang akan datang.

Disatu sisi, sang remaja akan gembira karena udah mencapai usia delapan belas misalnya, dianggap semakin dewasa. Tetapi bagi sang opa yang berusia enam puluh lima, mungkin dia kagak bisa berbangga diri, karena seperti ada ungkapan nakal mengatakan, itu mah udah dekat ama bau tanah. alias makin tua ya makin mendekati saat meninggalkan bumi tercinta ini selama-lamanya.

Jadi ketika merayakan ultah makin gembira atau makin dipres atau malah menyesal, mengapa waktu begitu cepat jika waktu dapat dimundurkan lagi sepuluh duapuluh tahun lalu mungkin kita bisa berbuat sesuatu yang lebih baik lagi? Atau hanya menerima nasib aza dech. Menariknya di Alkitab tercatat ada beberapa tokoh yang ber-ultah, misalnya….

Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya: kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun; tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada mereka. Kej40:20-22.

Di Perjanjian Lama tentu kita masih ingat cerita tentang Yusuf yang di penjara bertemu dengan juru minuman dan makanan. Selanjutnya anda bisa membaca Alkitab kembali kalau udah lupa cerita selengkapnya. Demikian juga di Perjanjian Baru juga dituliskan tentang raja Herodes yang merayakan ultah. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,… Mat 14:6

Meski tidak sedikit orang menentang perayaan ultah karena asal usul ultah yang ditengarai dari perayaan pagan, penyembah berhala, sihir dan sebagainya. Jadi seperti di Alkitab dituliskan tokoh yang merayakan ultah itu non believer (Firaun dan Herodes). Tetapi bukan berarti perayaan ultah itu tidak boleh. Tentu yang memprihatinkan ketika peryaan ultah itu menjadi hura-hura pesta bahkan sampai lupa diri. Karna saking excited kali yach.

Tetapi sebaliknya waktu perayaan ultah dapat menjadi hikmat bagi yang merayakan. Betapa waktu yang telah berlalu bagi yang ber-ultah dapat menjadi suatu pelajaran yang berharga untuk menatap masa yang akan datang. Waktu perayaan ultah dapat menjadi sautu ajang reuni keluarga misalnya. Mengembalikan keakraban dan kesatuan keutuhan keluarga. Perayaan ultah dapat juga menjadi suatu persekutuan antar jemaat misalnya.

Di awal Perjanjian Baru, dituliskan tentang kelahiran Tuhan Yesus. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Luk2:11. Sampai saat ini orang Kristen memperingati dan merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Alangkah indahnya jika perayaan itu menjadi suatu ajang pemberitaan Injil misalnya, daripada hanya menjadi suatu pesta hedon yang mungkin bakal menjadi huru hara.

Berapa banyak gereja jaman sekarang yang berpikir perayaan Natal adalah suatu celebration daripada suatu kebaktian untuk mengabarkan Kabar Baik. Panitia Natal bekerja keras untuk membuat suatu acara yang meriah, megah, hanya dapat menyenangkan hati jemaat. Seharusnya ibadah itu menyenangkan hati Tuhan. Bukan bagaimana kita merasa comfortable waktu memperingati dan merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus tersebut.

Living On The Edge

egg1Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, maka manusia tidak saja menyukai berbuat dosa, menentang kehendak Allah tetapi manusia secara status, adalah sendirian, putus hubungan dengan Allah.

Kehidupan manusia pun tanpa arah, maju kena mundur kena. Putus hubungan dengan Allah maka manusia juga kehilangan ikatan hidup dengan Sang Pencipta. Manusia kehilangan ‘sesuatu’ dalam hidupnya, dalam hatinya. Manusia menjadi musafir yang berkeliling-keliling tanpa tujuan (karena manusia sudah kehilangan tujuan). Tujuan yang semula dikira dapat memuaskan hati manusia ternyata tidak memuaskan.

Dikiranya agama dapat memuaskan, ternyata setelah mempelajari semua agama manusia, ternyata manusia merasa ada ‘sesuatu’ yang kurang. Dikira ilmu pengetahuan, karir pekerjaan, uang, seks, cinta, keluarga, pacar, kekuasaan, obat-obatan, olahraga, seni, musik, idola bintang film, penyanyi dan bidang-bidang lainnya dapat memuaskan hati manusia, tetapi tetap saja manusia tidak puas. Ada kekosongan dalam hatinya.

Alangkah tragisnya manusia dengan kehidupan yang demikian. Selama hidupnya manusia bersusah payah untuk mencapai hal-hal yang dikira dapat memuaskan hati ternyata hasilnya NOL besar, hasilnya sia-sia. Kepuasannya hanya sementara dan manusia mencari hal yang lain demikian seterusnya selama hidupnya. Tidak pernah habis-habisnya, seperti lingkaran setan.

Di Ujung Tanduk
Kita pasti pernah mendengar peribahasa ‘seperti telur yang di ujung tanduk’. Mungkin bagi pesulap ada ‘trik’-nya tersendiri yang dapat mendudukkan telur di atas ujung tanduk.

Tetapi secara alami memang amat sukar meletakkan telur di atas sebuah tanduk (banteng) misalnya. Dan peribahasa tersebut memang cocok untuk menggambarkan bagaimana rapuhnya kedudukan telur tersebut sehingga mudah jatuh kekanan kekiri kedepan atau kebelakang.

Bagi kita untuk mencoba meletakkan telur di atas sebuah ujung tanduk mungkin tidak lebih dari sedetik, pasti telur tersebut akan jatuh. Gambaran telur tersebut adalah gambaran manusia yang berdosa. Betapa rapuhnya manusia tersebut untuk jatuh hancur binasa. Sayangnya manusia sering tidak tahu diri bahwa dirinya rapuh, mereka berjuang mati-matian mencari kepuasan dan akhirnya mati sungguhan.

Tidak luput manusia Kristen yang secara status telah dipulihkan hubungannya dengan Tuhan. Tetapi tetap saja manusia secara lahiriah akan mudah jatuh dalam dosa. Cuma bedanya, manusia Kristen yang telah dilahirkan kembali itu digambarkan seperti telur yang di letakkkan di atas batu karang yang kokoh yang melindungi kita dari deburan ombak laut. Batu karang itu adalah Yesus Kristus yang telah rela mati untuk menebus kita dari kematian kekal.

Saudaraku sekalian, jika pada saat ini keadaan kita sangat rapuh, sangat lemah dalam menghadapi hidup dimana kita tidak mendapatkan kepuasan hidup, kita merasa hidup kita kosong, sia-sia, kita senantiasa merasa dikejar-kejar oleh dosa, kita merasa tidak ada jalan lain lagi dan merasa apa arti hidup kita ini.

Sadarilah bahwa kita tidak mampu menolong diri kita sendiri ! Orang lain, keluarga, teman, suami, istri, pacar, tidak dapat menolong kita. Pertolongan mereka hanya terbatas. Sedangkan kita ingin menyelesaikan masalah kita dengan tuntas supaya tidak merongrong hidup kita bukan ?

Hidup di ujung (tanduk) merupakan hidup yang rapuh sekali. Yang tidak sedetik sekalipun akan jatuh hancur dan binasa. Tidak memandang apakah kita muda, tua, kaya, miskin, sakit, sehat; tak sampai sedetik maka hidup kita binasa selamanya. Maka tak heran berapa banyak hidup yang berakhir dengan bunuh diri. Dan hal itu juga tidak menyelesaikan masalah. Bunuh diri hanya menimbulkan masalah bagi orang yang ditinggal, dan bagi si pembunuh diri sendiri akan menghadapi penghakiman tanpa belas kasihan. Inikah hidup kita yang kita inginkan ?

Saudara, coba kita renungkan apakah hidup kita ini berharga ? Atau lebih tidak berharga dari binatang ? Manusia telah diciptakan oleh Allah, maka manusia adalah mahluk ciptaan yang berharga, yang paling berharga. Dalam Mazmur dikatakan, manusia seperti biji mata Tuhan sendiri, yang sangat berharga.

Tuhan telah menawarkan pengampunannya pada kita. Apakah kita ingin menyambutnya atau lebih enak menikmati dunia yang manis yang segera binasa ini ? Karena dosa maka setiap manusia mempunyai masalah. Meski manusia lari kemana pun dia pergi tetap manusia akan dirundung dengan masalah. Adakah jalan keluarnya ?

Yesus Kristus hanyalah satu-satunya jawaban yang kita butuhkan. Kita berserah. Serahkan semua keluhan kita, masalah kita, sakit hati kita, kebencian kita, penyesalan kita, ketidakpuasan hati kita, kekosongan hati kita. Serahkan pada Yesus. Dia yang akan menjawab persoalan kita. Dia yang menolong kita pada waktuNya. Dia pula yang mengisi kekosongan hidup, jiwa kita.

Dia yang akan menyertai kita untuk menghadapi segala permasalahan kita. Seperti janji Tuhan kepada kita, “Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu ….. dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Pada waktu kita dicobai Ia akan memberikan kepada kita jalan keluar, sehingga kita dapat menanggungnya.

vancouver, ca, 17801

Life Jacket

life jacketSalah satu hal yang perlu diperhatikan waktu kita di dunia air (baik di sungai, danau atau di laut) adalah life jacket atau pelampung. Karena seberapa kuatnya kita berenang, atau tahan untuk tidak bernafas, tetap saja terbatas kekuatan kita. Maka kita perlu alat pembantu yang dapat membuat kita bertahan mengapung di air. Yakni pelampung. Alat yang paling mudah dibawa (daripada perahu karet misalnya).

Life jacket pelampung modern yang sudah di design sedemikian rupa supaya bentuknya kagak bulat aza kayak ban mobil, juga dibuat paling mudah melekat pada tubuh kita. Ketika ada kecelakaan di atas air biasanya kita mudah panik. Engga bisa mikir lagi. Maka Life Jacket yang menempel di tubuh kita rasanya tidak berkelebihan kalau dapat menyelamatkan kita. Meski kita harus menceburkan diri ke dalam air. Karena ada pelampung maka kita engga sampai tenggelam.

Waktu panik kita engga sempat lagi mikirin gimana dan dimana kita harus bertindak. Apalagi waktu masalah terjadi di perairan terbuka, maka kondisi cuaca yang dingin misalnya, atau gelombang air yang menghantam tubuh kita, akan memperburuk kita untuk berpikir. Maka yang hanya ada instink untuk mengambil tindakan menyelamatkan diri.

Life jacket hanyalah hal kecil tapi sangat berguna. Kalau keinget hal life jacket ini jadi keinget akan hubungan kita dengan juruselamat kita Tuhan Yesus Kristus.

Meski kadang kita take it for granted, karena life jacket akan kita pakai pas lagi perlu. Kita berdoa memohon-mohon kepada Tuhan pas kita ada masalah, tetapi kalau tidak ada masalah, kita melupakan Tuhan. Alangkah naifnya manusia yang berpikir demikian. Tetapi kebanyakan dari kita sering melakukan hal tersebut. Iya enggak?

Puji Tuhan dari kejadian ini gw sekali lagi diingatkan kembali. Bahwa setiap waktu kita perlu Tuhan. Enggak ada teorinya yang menyatakan, ada saatnya perlu Tuhan, ada saatnya pula enggak perlu Tuhan. Setiap waktu setiap detik, udara yang kita hirup untuk bernafas adalah pemberian Tuhan, bukan hanya sekedar proses alam, maka kita perlu Tuhan, seperti kita menghirup udara setiap detik.

Ketika dalam keadaan darurat kita perlu memakai Life Jacket, yang engga bisa digantikan dengan apapun. Engga bisa digantikan dengan peralatan selam yang canggih, atau pakaian renang dengan merek terkenal. Keselamatan yang kekal hanya ada dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yang engga bisa digantikan dengan jalan apapun, oleh siapa atau bagaimana pun caranya.

Kadang sedih juga yach ngeliat banyak orang yang mencoba mencari jalan pilihan laen. Dengan perkembangan teknologi yang canggih dan pemikiran manusia yang begitu cemerlang, pengen menemukan jalan keselamatan itu. Tetapi sayang sekali, mereka engga bakal menemukan jalan kesleamatan versi mereka. Bukankah jalan keselamatan itu telah tersedia? Melalui pengorbanan kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib. Itulah satu-satunya jalan keselamatan.

CD Cover1xSering kali, orang mengukur iman dengan pengalaman, kejadian yang dialami. Dengan adanya pengalaman mujizat yang dialami maka itulah iman. Dan tak sedikit yang meng-klaim bahwa itu tanda iman, adanya pengalaman, kesaksian hidup. Pengalaman mujizat itu belum tentu akibat dari iman. Banyak orang ateis yang kagak punya iman tapi juga sering mengalami mujizat. Tetapi sayangnya banyak anggapan dari orang Kristen bahwa kalau engga mengalami mujizat, itu mungkin belum cukup imannya kepada Tuhan. Atau kurang beriman. Maka minta Tuhan supaya kita lebih beriman lagi.

Sempat merenungkan apa sich ukuran buat iman itu. Iman dapat diukur ketika kita menghadapi masalah, ketika kita mendapat berkat, ketika kita mengalami godaan, menghadapi karakter kita, ketika kita ditantang untuk menyangkal Tuhan atau mungkin masih banyak lagi tolok ukurnya. Urusan mujizat itu urusan Tuhan. Jadi kalau engga terjadi mujizat bukan berarti kita enggak beriman kan? Karena kita kan berimannya kepada Tuhan, bukan pada mujizat. Orang yang enggak beriman juga bisa mengalami mujizat. Bukankah hidup kita sampai hari ini juga suatu mujizat? Apakah mujizat itu selalu berarti berkat materi?

Mujizat atau engga mujizat; berkat atau engga ada berkat; apakah kita layak menerimanya? Lha wong (kita ini lho) orang yang udah mau mati dibuang ke api neraka kekal, masih mau ngomongin berkat ‘n mujizat? Bukankah keselamatan kekal (yang juga merupakan mujizat dan berkat bagi yang mnerimanya dalam Yesus Kristus) lebih penting daripada berkat mujizat materi? Terus terang aza sering kita hanya membahas berkat dan mujizat dari Tuhan itu ketika kita menerima berkat materi yang nyata.

Meski banyak juga dari kita yang mengatakan kita bukan pengikut atau enggak membahas tentang teologi berkat atau kesuksesan (diri sendiri), tetapi yang sering dibicarakan adalah hal tersebut. Maka mengapa tidak membicarakan hal yang lebih penting bahwa bukti iman adalah kesetiaan, ketaatan pada Firman Tuhan daripada diri sendiri, sikon kita atau berkat. Dan iman tumbuh bukan karena berkat (atau pengalaman), tetapi oleh karena Firman Tuhan.

Ketika menulis tentang tulisan ini, gw pas bisa bersamaan membaca tentang hal iman yang ditulis oleh Phillip Yancey (Jesus I Never Knew) pada hal gw enggak berencana mau mencari ‘reference’. Kalau kita percaya, ini adalah berkat Tuhan, jadi gw menulis dengan lebih mantep (bukan kebetulan). Gw pikir iman gw masih lebih sangat kecil dari biji sesawi. Tetapi gw percaya bahwa hidup gw sampai hari ini enggak lebih dari kasih anugerahNya semata.

Iman itu juga kagak bisa dibanding-bandingin atau di ‘fotocopy’. Karena gw percaya bahwa iman adalah anugerah. Kita enggak bisa beriman atas kemauan kita. Karena iman itu adalah pemberian Allah. Maka kita enggak bisa minta iman seenak jidat kita. Kalau Sang Pemberi belum mau memberi, kitanya mau apa? Paksa dong. Ngotot dong. Apa salahnya sich? Kan kita ‘anakNya’. Sebagai anak, gw paling kagak suka kalau minta sama ortu. Hidup si anak sampai hari ini udah (merasa) dicukupi, karena ortu si anak tahu apa yang terbaik buat anaknya.

Kata laennya, Tuhan tau apa yang terbaik buat kita. Bukan berarti kita enggak boleh minta. Boleh-boleh aza. Tuhan Yesus juga pernah berdoa minta kepada BapaNya.“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Mat26:39.

Hidup iman seseorang kepada Tuhan engga bisa di ‘fotocopy’. Karena iman bukan formula koq. Kita (mungkin) kagak bakal punya iman seperti Abraham atau Nuh misalnya. Kita juga kagak bakal mencontoh iman Musa misalnya; (gw percaya Tuhan kagak sembarangan menyuruh kita membelah sungai Ciliwung terus kita bisa jalan melewatinya, misalnya). Tapi kita bisa belajar dari pengalaman mereka, belajar dari hidup mereka, belajar dari kelemahan mereka, belajar kesetiaan mereka kepada Tuhan, belajar tentang iman mereka.

« Newer Posts - Older Posts »