Ini sebenarnya tulisan akhir tahun 2009 eh… dasar….. lupa nge-upload jadi muncul sekarang. Ok lanjut…… Selaen menulis blog ini gw juga diberi tugas oleh pendeta Gagan, hamba Tuhan dari House For All Nations, buat ngedit renungan Mingguan yang tertera di warta jemaat setiap Minggunya. Dari pembacaan atau pengeditan tersebut timbul ide-ide penulisan yang mana akan gw sharingkan di blog ini.
Akhir tahun tak terelakkan lagi bakal akan kita lewati. Banyak hal peristiwa yang tak terelakkan dalam hidup kita. Bahkan dalam membuat keputusan sekalipun. Seringkali kita pun jatuh bangun. Seringkali kita membuat keputusan dengan memohon pimpinan Tuhan, tetapi lebih sering lagi kita membuat keputusan tanpa berdoa kepada Tuhan, iya engga, iya engga?
Banyak hal yang kita bisa belajar dari hidup Yosua. Ya, Yosua itu lho yang menggantikan Musa untuk memimpin bangsa tegar tengkuk Israel yang menyeberang sungai Yordan, mengalahkan kota Yerikho. Sampai akhir hayatnya Yosua masih tetap tegar memimpin bangsa Israel dengan engga meninggalkan Tuhan.
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! Yosua24:15
Itu kalimat Yosua yang dikatakan kepada umat Israel. Kalo elo semua orang pengen beribadah ama alah laen go ahead – mungkin Yosua udah tau penyakitnya orang Israel yang selalu kalo engga ke kanan ya ke kiri dalam mengikut Tuhan. Tetapi Yosua juga meng-konfirmasikan bahwa dirinya dan keluarganya bakal tetap kenceng mengikut Tuhan.
Fatsal 24 ini ditulis dalam waktu Yosua kayaknya udah bukan ABG lage, tapi mungkin usianya mendekati 110 tahun (Hakim-hakim 2:7). Kalo orang sekarang bilang entah berapa kilo garam yang udah dimakannya (banyak makan asam garam) udah pengalaman mengikut Tuhan. Tetapi tentu bukan karena dia pengalaman maka Yosua setia mengikut Tuhan. Melainkan dia merasakan pemeliharaan Tuhan selama hidupnya. Seperti janji Tuhan kepada Yosua (Yosua 1:2-9)
Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau …..kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
Dengan jelas banget dengan kata laen bahwa takut akan Tuhan, mentaati perintah Tuhan adalah kunci keberhasilan Yosua, bukan oleh karena kemampuannya. Wah…. definisi ini udah kagak ada dalam kamus hidup banyak orang barangkali “takut akan Tuhan”. Mungkin juga bagi orang Kristen. Lha wong berbuat dosa koq rasanya aman-aman aza. Itu udah biasa. Semua orang melakukannya juga. Sebagai anak Tuhan maka kita perlu tunduk dan taat pada perintah Tuhan, karena Dia yang berkuasa atas hidup kita. APakah kita masih mempunyai rasa “takut akan Tuhan – menjauhi dosa dan mentaati Firman Tuhan?”
Yosua juga merupakan pemimpin keluarga yang baek. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! Seorang ayah yang dapat memimpin keluarganya untuk taat kepada perintah Tuhan. Semua anggota keluarga Yosua – gw yakin – beribadah kepada Allah.
Dalam usia yang ngga muda lage, Yosua tua masih setia kepada Tuhan. Meski kita tau bahwa Allah yang setia kepada Yosua terlebih dahulu. Yosua, manusia biasa, mana bisa sich setia. Manusia bakal berubah dari waktu ke waktu. Janjinya kagak pernah tetapt. Hari ini bilang A, besok bisa bilang B. Tetapi Allah Tuhan, Dia engga pernah berubah, dari dulu sekarang hingga selama-lamanya. JanjiNya setia dan digenapi. Tetapi atas anugerah Tuhan Yosua dapat setia kepada Tuhan.
Pada akhir hidup Yosua, banyak orang melihat nama Tuhan dimuliakan. Bahkan setelah Yosua meninggal pun bangsa Israel tetap mengabdi kepada TUHAN selama mereka dipimpin oleh orang-orang yang telah ngeliat sendiri segala keajaiban yang dilakukan TUHAN untuk orang Israel. (Yos.24:31)
Memasuki tahun 2010, teladan Yosua dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita. Ingatkan kami senantiasa ya Tuhan, untuk takut kepadaMu, didalam posisi kami masing-masing sehingga hidup kami dapat memuliakan namaMu. Karena kami tahu bahwa Engkau setia takkan pernah meninggalkan kami, terutama dalam menjalani hidup di tahun 2010.






Baru-baru ini sempet terdengar kalau Miley Cyrus alias si Hannah Montana mogok menulis Twitter-nya. Alasannya emang masih belom diketahui dengan benar. Kabar terakhir penghentian Miley menulis Twitter-nya dikarenakan co-nya. Ada juga yang bilang dikarenakan mama Miley.
Apa engga salah? Mungkin aja ada, mungkin juga engga. Ini kan bayangan gw. Sebelon tanggal 2 Okto 2009, kayanya Batik itu bisa diakui karya dari negara mana aza. Pernah sekali ngobrol ama teman kerja dari Singapore yang menunjukkan ada Batik dari Afrika, dari Jepang. Dalam hati gw tertegun, lho bukannya batik berasal dari Indonesia? Lah ini koq ada batik Afrika, batik Jepang.