Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2016

Numpang share nggak panjang-panjang. Dari kotbah Minggu kemaren di gereja HFAN yang diambil dari 1 Yohanes 2:28. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. 2:29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

Dari kata kunci ini gw teringat akan tulisan Yohanes yang laen yakni yang ada di buku Yohanes 15 ayat (4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Apa yang dimaksud dengan tinggal didalam Aku (Kristus)? Pak Gagan memberi contoh tinggal seperti didalam rumah. Kalau tinggal didalam rumah itu ada 2 hal yang perlu diperhatikan yakni pertama Status dan kedua (bagaimana) Hidup di rumah tersebut. Kalau Status kita adalah tamu di rumah tersebut maka jelas Hidup kita juga sebagai tamu bukan pemilik rumah tersebut.

Kalau Status kita sebagai anak Pemilik Rumah maka Hidup kita mencerminkan kita “pemilik” rumah tersebut. Ketika Status kita menjadi Anak Tuhan, maka Hidup kita harus mencerminkan Hidup didalam Kristus.Karena konsepnya Kita tinggal didalam Kristus dan Kristus ada didalam kita. Dan jika kita ada didalam Dia maka pasti kita akan berbuat kebenaran, bukan berbuat kebaikan.

Advertisements

Read Full Post »

Catatan singkat kotbah 1 Yohanes 2:3-6

Puji Tuhan. Dan terima kasih kepada pendeta Gagan dari HFAN yang telah menjadi saluran berkat Firman Tuhan yang menguatkan dan mengingatkan jemaat untuk kembali menyadari meng-refleksi diri. Kotbah hari Minggu July 3rd, 2016 tidak seperti kebanyakan kotbah yang “menghibur” tetapi kotbah yang tidak biasa, kotbah yang “tidak menyenangkan” karena jemaat harus serius menanggapinya. Tetapi itulah kotbah yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Coba baca ayat Firman Tuhan di bawah ini: ” (3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” 1 Yoh 2:3-6

Empat ayat Firman Tuhan ini sebenarnya sudah cukup jelas. Kalau kita BERANI disebut dipanggil sebagai orang Kristen, pengikut Kristus yang sejati maka kita akan menuruti peritah-perintah Tuhan. Bahkan dunia atau orang non-Kristen akan melihat juga bahwa kita adalah orang Kristen karena menuruti perintah-perintah Tuhan.

Dan terus terang, perintah-perintah Tuhan itu “nggak ada yang enak” buat kita. Semuanya kayaknya susah. Susah untuk di turuti dan apalagi dilakukan. Tentu kita mikir, apa aja sih perintah-perintah Tuhan itu? (Perintah Tuhan yang menurut Firman Tuhan bukan menurut diri kita sendiri lho). Itulah pekerjaan rumah kita mencari tahu apa tuh perintah Tuhan. Kurang jelas atau bingung, bisa telpon minta penjelasan pak Gagan atau dibahas di care group atau komsel. Ini hanya sharing bukan kotbah jadi nggak akan dibahas lebih lanjut.

Mungkin kita belom selesai merenungkan ayat 3, ayat keempat udah beruntun menohok diri kita kembali. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Maka kotbah pak Gagan minggu kemarin sebenarnya hal yang so serious. Dan biasanya kita itu paling pinter kalau bikin alasan, apalagi kita enggak bisa menuruti perintah Tuhan. Tetapi sayangnya Firman Tuhan ora kompromi, menyebut orang Kristen yang enggak bisa menuruti perintah Tuhan itu pendusta dan tidak didalam Tuhan.

Maka bersyukurlah kita dapat mendengar kotbah yang serius seperti Minggu kemarin karena kita bisa diingatkan kembali dan minta kekuatan dari Roh Kudus untuk bisa kembali menuruti perintah-perintah Tuhan. Kekristenan sebenarnya hal yang serius. Hal antara mati dan hidup seseorang. Motivasi kita ke gereja kayaknya bukan untuk menghibur diri tetapi dimana kita bisa bertemu dengan Tuhan bersama sekalian umatNya. Biarlah kita bersama-sama belajar Hidup dan Berjalan dalam Kekudusan.

Read Full Post »