Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘1’ Category

Menangis dan Menyanyi

lang1Waktu lalu gw pernah nonton video di YouTube tentang seorang wanita yang lagi menangis meraung-raung kayak anak kecil di sebuah airport Hongkong, karena gara-gara ketinggalan pesawatnya. Bukan karena gw kebanyakan waktu alias menganggur sampai ikutan nonton video YouTube, pasalnya berita tersebut sampai masuk pula di televisi Amrik, karena mungkin gara-gara banyaknya orang yang menonton (meng-klik) video tersebut (diperkirakan lebih dari 5 juta orang yang telah menonton, ga tau bener ga data tersebut).

Mungkin kita bakal berkata, sangat tidak dewasa sekali. Meski kelihatan bahwa wanita yang ketinggalan pesawat tersebut tidak muda lagi. Tapi entah alasan apa sampai sang wanita tersebut meraung-raung frustasi menangis menumpahkan kekesalannya. Apakah masalahnya tidak bisa diselesaikan dengan cara lain? Kita kagak mengetahui mengapa wanita tersebut begitu frustasi?

Hal yang berlawanan adalah ketika kita menonton seorang wanita hampir setengah abad usianya menyanyikan sebuah lagu di perlombaan Britains Got Talent, siapa lagi kalau bukan Susan Boyle, yang video YouTube-nya telah ditonton sekitar 100 juta lebih penonton. Kasus Susan juga merupakan hal yang mengejutkan para penontonnya. Yang pada mulanya tidak ada seorang pun yang mengira bawha dia mempunyai suara seperti malaikat.

Mungkin tentu kita dapat menentukan sikap mana yang lebih membuat kita semangat. Yakni kasus Susan Boyle. Tapi bukannya keduanya sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita frustasi abis-abisan, kita pun enggak tanggung-tanggung melelehkan air mata di pipi. Keinget kayak filem-filem drama Asia yang banyak menguras air mata dan tisiu.

Ketika menonton penampilan Susan Boyle, (yang sangat pas banget dengan lagu yang dia nyanyikan) yang sangat mengejutkan banyak orang yang seringkali melihat penampilan luar diri Susan. Bukakah kita juga demikian? Bahkan lebih ekstrim lagi, menghakimi ‘seseorang’ dari penampilannya daripada mencari tahu apa dibalik orang tersebut.

Ngeliat penampilan Susan Boyle, banyak orang yang mengatakan luar biasa, mengherankan, amazing, enggak menyangka dan sebagainya. Ngeliat penampilan Susan hanya terpikirkan bahwa begitu besar anugerah Tuhan atas diri manusia. Siapa sih yang memberi suara malaikat kepada Susan Boyle? Apakah dianya sendiri yang mampu mengolah bakatnya menjadi sedemikian? Pasti enggak lah. Karena gw percaya ada sumber yang begitu dahsyat yang enggak pernah kita pikirkan yang memberikan anugerah hidup ini kepada manusia.

Sumber itu adalah Allah sendiri. Allah yang kasih yang memberikan anugerah bagi manusia. Iya enggak? Sekali lagi kita diingatkan kalau anugerah Allah sungguh ada dan begitu besar. Mungkin kadang dalam keseharian kita udah lupa dengan berkat-berkat Tuhan yang kita terima. Udah merasa biasa.

Maka tidak berkelebihan jika kita sering mengucap syukur kepada Tuhan yang telah mengijinkan apa yang terjadi dalam hidup kita. Meski kadang mengucap syukur pun kita lupa atau malas. Ketika kita enggak mengalami masalah, kita pun susah mengucap syukur. Apalagi kalau kita menghadapi masalah? Gimana kita bisa mengucap syukur atas penyertaan Tuhan selama kita menghadapi masalah?

Ternyata mengucap syukur memberi banyak positif daripada enggaknya. Benar kan? Ketika ngeliat 2 video dari YouTube di atas, kasus pertama membawa perasaan kita lebih stres. Coba kalau wanita tersebut menyadari masalahnya, pasti ada jalan keluarnya. Dia neggak perlu stres, orang laen yang disekitarnya juga enggak ikut stres. Kayaknya hidup lebih baik gitu loh.

Video kedua tentu akan memberikan semangat kepada kita bukan? Misal, walau Susan Boyle berusia 47 tahun, tetapi semangatnya itu loh, membuat kita berpikir lebih positif. Bahkan mungkin terharu ngeliat kegigihannya, walau udah berumur masih ikut perlombaan juga. Dan semangatnya mungkin menular kepada 100 juta penonton video tersebut.

Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu! Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. 2Kor9:15; Ef5:20

Advertisements

Read Full Post »

Bully Bully

bullyl2810_468x350Hari anti penganggu. Bully juga berarti orang yang suka menganggu yang lebih lemah, lebih kecil, lebih takut. Diperingati di Canada pada tiap tanggal 25 Februari. Buli (bully) sering terjadi di sekolahan. Murid yang badannya kayak kingkong lalu mengganggu murid laen yang badannya lebih kecil. Murid cowok mengganggu murid cewe misalnya. Penggangguan ini bukan hanya secara verbal, alias pakai kata-kata atau mulut. Tapi sudah mengarah pada pemukulan, penendangan secara fisik. Bahkan sampai ada kejadian bully yang sampai murid yang diganggu, meninggal dunia.

Entah para pengganggu itu mungkin mempunyai kelainan jiwa atau punya kejiwaan yang tidak pernah puas karena dirinya sendiri juga sering diganggu. Lebih kearah kriminal ketika sang pengganggu mengancam jika tidak diberi uang. Sayangnya mungkin di Indo masih belum ada penyelesaian tentang masalah kompas ini. Kalau di Amrik Utara anak yang diganggu boleh melapor kepada guru bahkan sampai ke polisi. Mungkin kalau di Indo para guru masih pada takut jika mendengar laporan ada anak yang diganggu, tidak berani menegor sang pengganggu. Karena juga takut diancam. Di Amrik Utara, pengganggu dengan ancaman sudah termasuk kriminal.

Di Canada, hari anti bully dikenal juga sebagai Pink (Shirt) Day. Kejadian itu berawal ketika seorang anak murid cowo memakai baju berwarna merah muda. Lalu temannya si pengganggu mengata-ngatai bahwa dia adalah seorang gay, homo. Lalu kejadian itu diketahui oleh dua orang murid cowo laennya yang lebih besar membela murid yang lemah itu, dengan ikut memakai baju merah muda. Maka terkenallah peristiwa itu menjadi Hari Baju Merah Muda, untuk membela orang yang lebih lemah, yang diganggu.

Gangguan tersebut bukan hanya di sekolah, di tempat kerja juga banyak. Memang diketahui bahwa para pengganggu itu biasanya mempunyai sejarah diri mereka sering diganggu atau bahkan disiksa oleh orang tuanya. Maka mereka pengen membalas orang laen yang lebih lemah dari mereka. Sayangnya para orang yang diganggu itu terlalu ketakutan sampai pada kagak berani ngomong kalau diri mereka diganggu.

Dan banyak orang tua yang kagak ngerti bahwa apa yang ditabur pada anak mereka suatu hari pasti akan bertumbuh. Anak kecil, masih kecil tau apa? Engga sedikit ortu yang menyeplekan anaknya, bahkan menginjak-injak, menindas anaknya supaya anaknya takut sama ortu. Tapi caranya engga bener. Maka waktu anaknya tumbuh. Dia juga pengen menindas orang bisa ditindas.

Tidak heran, sang anak biasanya mencontoh sang ortu. Apalagi bagi ortu Kristen, teladan merupakan keharusan dalam keluarga, “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” Ef6:4. Kadang ortu omongan sama tindakannya beda. Maka membuat si anak kecewa. Kadang timbul pemberontakan bukan karena pengaruh luar, tetapi pengaruh dari dalam rumah.

“Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya” (Amsal 29:15). Disisi laen, tidak sedikit ortu yang membiarkan anaknya, mungkin cuek, anak kecil belom tau apa-apa, mungkin ortu merasa sang anak perlu kebebasan, jangan dikekang. Alkitab sendiri mengatakan bahwa anak perlu disiplin. Selaen itu ortu juga perlu membimbing, mengarahkan dengan kedekatan ortu dan sang anak. Tidak dipungkiri bahwa kekacauan masyarakat seringkali bersumber dari keberantakan rumah tangga.

Para pengganggu seperti yang diberitakan diatas patut dikasihani. Karena mulai dari kecil timbul ketidakpuasan dalam dirinya, sehingga mereka melampiaskan kepada orang laen. Semenjak kecil remaja mereka mulai belajar perilaku yang tidak patut ditiru, seperti memeras teman sekolahnya, sebagai tukang pukul sekolahan, penyalur nakorba.

Bagi para murid atau orang yang diganggu, Alkitab menuliskan, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”. 2Tim1:7. Dan sikap ketidak takutan tersebut harus dinyatakan, jika hal dalam tersebut mereka benar. Karena berbagai pihak pasti seperti orang tua, guru sekolah sampai dengan polisi akan mendukung dari belakang bagi para korban yang berani mengeluarkan suaranya. Alias fight back harus dilawan. Tentu sebagai anak Tuhan tidak lupa mohon kepada Tuhan akan penyertaan selama dimana kita berada. Karena gw percaya kuasa Roh Kudus menyertai kita sekalian.

Read Full Post »