Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘California’

Hari ini masih berlangsung bencana kebakaran besar di Malibu California yang sudah mencapai kurang lebih 35.000 hektar daerah yang terbakar. Banyak komentar dari orang Kristen yang mengatakan bahwa itu adalah hukuman Tuhan atas dosa manusia terutama di California, umumnya di Amerika. Peringatan Tuhan kepada kita yang tidak mengalami bencana. Puji Tuhan kalau bencana itu tidak terjadi di daerah kita. Masih banyak ungkapan orang Kristen lainnya tentang perihal tersebut.

Apakah benar pernyataan para penduga tersebut? Peringatan Tuhan ada benarnya, karena Tuhan mengingatkan kita setiap hari baik dari kehidupan sehari-hari, dari berkat yang kita terima, bahkan sampai bencana, pencobaan yang kita alami. Semua kiranya ada peringatan dari Tuhan.

Allah telah berbicara melalui FirmanNya kepada manusia. Melalui Alkitab. Allah juga berbicara kepada manusia pada umumnya dengan wahyuNya setiap hari. Tetapi sayang sekali manusia tidak menghiraukan sapaan Tuhan.

Peringatan-peringatan Tuhan senantiasa menghias dalam hidup kita. Tetapi mungkin kita terhanyut dalam kebiasaan memperoleh berkat-berkat Tuhan yang berkelimpahan sehingga kita pun terlena. Bukan saja terlena tetapi berkat Tuhan sudah tidak terasakan dalam hidup kita. Berkat Tuhan sudah menjadi kebiasaan bagi hidup kita. Maka kehadiran Tuhan pun sudah tak terasa lagi.

Puji Tuhan jika Anda masih merasakan berkat Tuhan dalam hidup Anda. Tetapi puji Tuhan atas hukuman Tuhan? Puji Tuhan karena mereka menderita? Atau puji Tuhan karena Saya tidak mengalami pencobaan tersebut? Atau puji Tuhan karena Saya menderita? Orang bule bilang, “Yeah right!” Yang bener aza! Mengalami penderitaan, kita malah puji Tuhan? Itu mah konsep bisnis. Take and give. Gak percaya?

Coba kalau Tuhan memebrkati, banyak orang akan berterima kasih toh sama Tuhan. Kalau mengalami penderitaan, maka tidak sedikit yang mengeluh sama Tuhan. Konsep bisnis, kalau Tuhan berkati, maka banyak orang akan persembahan, mengucap syukur, dan memuji. Kalau Saya menerima, maka saya ‘membalas’ memberi. Kalau Saya ndak dapat apa-apa, ya ndak memberi. Emangnya apaan?

Karena kita selalu memandang pada berkat sebagai tolok ukurnya. Kalau ada berkat puji Tuhan. Kalau ndak ada, ya wis. Kita kayaknya memegang prinsip. Jadi kita tidak pernah memandang pada Tuhan yang sebenarnya. Kita memandang berkat dulu baru Tuhan. Maka tidak heran pada waktu badai datang, hidup kita down. Waktu berkat datang, kita serasa melayang.

Sebagai anak Tuhan yang telah ditebus oleh darah Tuhan Yesus, seharusnya kita stabil. Tetap arahkan pandangan kita kepada Tuhan. Waktu berkat datang, tetap melihat Dia, memuji Dia memperbolehkan kita merasakan anugerahNya yang seharusnya tidak layak kita terima. Waktu penderitaan datang, pandangan tetap kepada Tuhan Yesus, memohon kekuatan untuk melewati pencobaan itu. Menyadari bahwa pencobaan tersebut tidak melebihi kekuatan kita, dan masih dalam kendali Allah.

Jika ada bencana seperti kebakaran besar di California. Sebagai orang percaya tidak akan menengadah ke langit dan berteriak, “Why Lord?” Sebaliknya, terima keadaan. Berdoa minta Roh Kudus menguatkan kita menghadapi bencana alam tersebut.

Semudah itu? Tentu tidak. Karena itu adalah pergumulan. Itu adalah proses dimana Tuhan mau kita alami untuk menuju ke kedewasaan rohani. Bencana merengut semua apa yang kita miliki, kita kasihi, kita cintai. Sayang. Waktu kita lahir, kita tidak pernah membawa apa-apa. Semua adalah titipan Tuhan.

Read Full Post »