Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘dosa’

Peraturan

Setiap kali baca Alkitab kalau udah sampai pada bagian peraturan-peraturan hukum yang tertulis di lima kitab Musa, waduh, pusing dech kepala ini. Untuk membaca atau membayangkan memang nggak cukup semenit dua menit. Perasaan kayak mengatakan kapan abisnya? Sama kayak waktu baca pembuatan bahtera Nuh, atau rencana pembuatan Bait Allah yang dilakukan oleh raja Salomo. Wah mumet dech.

Kadang sempet timbul pertanyaan ngapain Tuhan harus buat peraturan sedetil begitu. Padahal manusia dibuat peraturan hukum bakalan dilanggar. Maka ada joke (yang enggak make sense) hukum itu dibuat untuk dilanggar. Karena emang manusia itu sifatnya suka memberontak. Egonya kagak bisa diem kalau ada peraturan yang kagak sesuai ama keinginannya.

Maka itu peraturan lalu lintas. Banyak pelanggaran. Hukum negara. Penjara masih penuh terus. Maka kadang mikir terus ngapain ada peraturan atau hukum? Tapi bakal lebih buruk lagi kalau kagak ada peraturan atau hukum. Hidup manusia seenaknya dewe. Hidup manusia bakal kacau baliau. Coba bayangin aza kalau kagak ada peraturan lalu lintas. Entah berapa kali sehari terjadi kecelakaan di persimpangan jalan. Belom lagi kalau kagak ada hukum negara. Hidup kita kagak bisa tenang. Orang berbuat jahat boleh-boleh aja. Kagak ada yang melarang koq. Mencuri oke. Mengambil barang orang lain juga oke. Bayangin kalau orang laen itu ngambilin barang kita.

Terus kitanya ngerti koq. Tetapi misalnya ada peraturan atau hukum yang sesuai ama keinginan kita lah. Rasanya koq lebih baik. Wachk. Orang laen juga bisa ngomong demikian kan. Buat peraturan atau hukum yang sesuai keinginan si A, si B. Nah reseh khan? Maka peraturan atau hukum itu sebenernya baik koq. Cuman emang bacanya kudu njelimet. Lihat aza waktu kita teken kontrak mau beli mobil dengan mencicil misalnya, peraturan dan hukumnya kan segudang tuh. Apalagi kalo mo beli rumah. Mo dapet kredit dari bank. Lebih ngeri lagi kalo lihat tuh buku-buku yang ada di kantor pengacara, hakim. Bukunya tuh gede-gede, kayaknya kagak ada yang menarik. Semuanya bisa untuk bantal buat tidur.

Karena gw lagi baca kitab Keluaran maka Tuhan bersabda kepada musa dengan memberikan hukum dan peraturan. Yang menurut statistik, ada 613 perintah, atau hukum. Yang dibagi tiga bagian dengan moral, sosial dan upacara. Yang melingkupi semua aspek hidup manusia. Yang tujuannya sebenernya untuk kebaikan bangsa Israel itu sendiri. Tuhan itu sungguh baek. Dia care, perhatian ama kita juga.

Selaen menyatakan bahwa hukum peraturan itu baek untuk hidup kita. Tuhan itu juga mau supaya melalui hukum peraturan itu hidup kita dapat berada didalam jalan kebenaran. Karena Allah adalah kebenaran. Hanya orang benar saja yang dapat melihat Allah.

Dengan adanya hukum peraturan Allah, merefleksikan bahwa manusia yang berdosa. Yang terpisah dari Allah. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Roma 3:20. Maka manusia memerlukan Juruselamat untuk dapat berdamai kembali dengan Allah. Manusia tidak mampu untuk hidup benar. Manusia kagak bisa memenuhi hukum Taurat. Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. (21,22)

Kita mah untung dech enggak harus melakukan hukum taurat, tetapi Alkitab tetap menunjukkan suatu perintah atau peraturan bagi hidup kita selama kita hidup. Tentu semua ini hanya kebaikan untuk kita. Cuma kitanya yang dodol, kagak mau menurut perintah Firman Tuhan. Hanya karena kuasa Roh Kudus yang memampukan kita untuk tunduk dan taat kepada Firman Tuhan. Manusia pada umumnya kagak mau, kagak bisa untuk tunduk kepada perintah Allah. Karena akar dosa telah membutakan seluruh hidupnya.

Paulus menulis, ….. orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.

Advertisements

Read Full Post »

Hari ini masih berlangsung bencana kebakaran besar di Malibu California yang sudah mencapai kurang lebih 35.000 hektar daerah yang terbakar. Banyak komentar dari orang Kristen yang mengatakan bahwa itu adalah hukuman Tuhan atas dosa manusia terutama di California, umumnya di Amerika. Peringatan Tuhan kepada kita yang tidak mengalami bencana. Puji Tuhan kalau bencana itu tidak terjadi di daerah kita. Masih banyak ungkapan orang Kristen lainnya tentang perihal tersebut.

Apakah benar pernyataan para penduga tersebut? Peringatan Tuhan ada benarnya, karena Tuhan mengingatkan kita setiap hari baik dari kehidupan sehari-hari, dari berkat yang kita terima, bahkan sampai bencana, pencobaan yang kita alami. Semua kiranya ada peringatan dari Tuhan.

Allah telah berbicara melalui FirmanNya kepada manusia. Melalui Alkitab. Allah juga berbicara kepada manusia pada umumnya dengan wahyuNya setiap hari. Tetapi sayang sekali manusia tidak menghiraukan sapaan Tuhan.

Peringatan-peringatan Tuhan senantiasa menghias dalam hidup kita. Tetapi mungkin kita terhanyut dalam kebiasaan memperoleh berkat-berkat Tuhan yang berkelimpahan sehingga kita pun terlena. Bukan saja terlena tetapi berkat Tuhan sudah tidak terasakan dalam hidup kita. Berkat Tuhan sudah menjadi kebiasaan bagi hidup kita. Maka kehadiran Tuhan pun sudah tak terasa lagi.

Puji Tuhan jika Anda masih merasakan berkat Tuhan dalam hidup Anda. Tetapi puji Tuhan atas hukuman Tuhan? Puji Tuhan karena mereka menderita? Atau puji Tuhan karena Saya tidak mengalami pencobaan tersebut? Atau puji Tuhan karena Saya menderita? Orang bule bilang, “Yeah right!” Yang bener aza! Mengalami penderitaan, kita malah puji Tuhan? Itu mah konsep bisnis. Take and give. Gak percaya?

Coba kalau Tuhan memebrkati, banyak orang akan berterima kasih toh sama Tuhan. Kalau mengalami penderitaan, maka tidak sedikit yang mengeluh sama Tuhan. Konsep bisnis, kalau Tuhan berkati, maka banyak orang akan persembahan, mengucap syukur, dan memuji. Kalau Saya menerima, maka saya ‘membalas’ memberi. Kalau Saya ndak dapat apa-apa, ya ndak memberi. Emangnya apaan?

Karena kita selalu memandang pada berkat sebagai tolok ukurnya. Kalau ada berkat puji Tuhan. Kalau ndak ada, ya wis. Kita kayaknya memegang prinsip. Jadi kita tidak pernah memandang pada Tuhan yang sebenarnya. Kita memandang berkat dulu baru Tuhan. Maka tidak heran pada waktu badai datang, hidup kita down. Waktu berkat datang, kita serasa melayang.

Sebagai anak Tuhan yang telah ditebus oleh darah Tuhan Yesus, seharusnya kita stabil. Tetap arahkan pandangan kita kepada Tuhan. Waktu berkat datang, tetap melihat Dia, memuji Dia memperbolehkan kita merasakan anugerahNya yang seharusnya tidak layak kita terima. Waktu penderitaan datang, pandangan tetap kepada Tuhan Yesus, memohon kekuatan untuk melewati pencobaan itu. Menyadari bahwa pencobaan tersebut tidak melebihi kekuatan kita, dan masih dalam kendali Allah.

Jika ada bencana seperti kebakaran besar di California. Sebagai orang percaya tidak akan menengadah ke langit dan berteriak, “Why Lord?” Sebaliknya, terima keadaan. Berdoa minta Roh Kudus menguatkan kita menghadapi bencana alam tersebut.

Semudah itu? Tentu tidak. Karena itu adalah pergumulan. Itu adalah proses dimana Tuhan mau kita alami untuk menuju ke kedewasaan rohani. Bencana merengut semua apa yang kita miliki, kita kasihi, kita cintai. Sayang. Waktu kita lahir, kita tidak pernah membawa apa-apa. Semua adalah titipan Tuhan.

Read Full Post »