Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘iman’

What Have You Done?

lorong-hitamAkhir tahun pasti engga ketinggalan refleksi diri, evaluasi diri, mengaca diri, kiranya kelemahan kekurangan diri bisa diperbaiki bahkan berubah lebih baik di taon 2009. Engga salah. Tapi itu kan berkenaan sama diri sendiri gitu. Gw sempet mikir juga yach. Kenapa nanya pada diri mulu sich? Apa bagusnya diri kita gitu? Knapa kita enggak merefleksikan ke arah atas sono. Kepada Kristus. Mungkin dengan bertanya, apa yang telah gw lakukan buat Kristus selama tahun 2008? Atau selama ini?

Bagi non-Kristen mungkin pertanyaan ini kagak berlaku. Tapi bagi anak Tuhan yang telah menerima anugerah keselamatan dariNya, perlu menanyakan pertanyaan tersebut. Bahkan yang lebih ekstrim, jika hari ini tanggal 31 Desember 2008, terus Januari 2009 itu bakal tidak ada. Jadi tanggal 31 Desember 2008 itu hari terakhir kita di bumi. Apa (aja) yang telah kita lakukan buat Tuhan Yesus? Apalagi kalau pertanyaan itu dipertanyakan oleh “penjaga gerbang Surga” misalnya.

Kita siap enggak ngejawabnya? Mungkin kita bakal celingukan kanan kiri,bengong mencari jawaban yang ‘tepat’. Tiba-tiba tampak cahaya putih, super putih, tuuerang banget. Lalu dalam sinar super terang yang tak terhitung lebih terang dari sinar halogen kedengeran suara bariton yang karismatik “Apa yang telah kau lakukan untuKU?” “Ehmm…. eh…. anu……anu….” jawab kita yang engga siap dan terbata-bata. Dan mungkin engga punya jawabannya. ?????

Keinget satu ayat, Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Yang disebut dalam Matius 7:21-23, adalah orang-orang yang telah berbuat sesuatu untuk Tuhan. Eh tapi koq malah disebut kebalikan sama Tuhan? Tentu aza Mat 7 (15-23) membahas tentang pengajaran sesat. Banyak kali tulisan ini disebutkan ditujukan kepada orang-orang berbuat untuk Tuhan tapi tidak pernah melakukannya untuk Tuhan tetapi ada motivasi dibalik hati jahatnya. Tentu Tuhan tahu donk.

Perbuatan-perbuatan mereka itu hebat bok! Bernubuat, mengusir setan, ngadain mujizat. Powerful! Maka itu gw pribadi kagak pernah impres ama perbuatan ajaib yang dilakukan oleh manusia apalagi orang Kristen. Karena semua itu bisa dipalsukan. Bisa bukan datang dari Tuhan. (kalau bukan dari Tuhan, udah jelas dari siapa lagi) Engga heran Tuhan sampai berkata, “Sori brur, Aku tidak pernah mengenal kamu! Wow. Tuhan sampai berkata, enggak pernah mengenal si anu itu!

Wait! Tau enggak, kejadian itu bisa menimpa kita! Jangan sampai kejadian, ketika pada saatnya, Tuhan bertanya, Apa yang elo udah perbuat buat Tuhan? Terus kita jawab dengan keluarin daftar panjang dari A sampai Z. Terus Tuhan nyahutin, “Pak, bu, mas, mbak, dik, terus terang Aku tidak pernah mengenal kamu!” Deg! “Lho Tuhan ini aku, aku udah jadi orang Kristen lebih dari tiga puluh tahun, sumbangan atau persembahan udah kagak bisa ke itung, belom lagi portfolio pelayananku aza tertulis lebih dari hard disk 500 giga, berapa banyak orang yang bertobat….” Tuhan mungkin menjawab dengan enteng. “Next!” Alias giliran yang berikutnya.

Artinya kita kagak masuk kloter ke surga, (kemana lagi, tau donk). Kadang pernah kagak kita intropeksi diri sebagaimana jauh kita berbuat untuk Tuhan? Benarkah kita sudah mengasihi Tuhan, Allah kita, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan kita? Pembuktian cinta/ kasih melalui perbuatan pengorbanan. Iman dan perbuatan jadi kompak. Iman kagak ada perbuatan sama aza boong. Apalagi perbuatan tanpa iman, semua orang ya bisa.

Advertisements

Read Full Post »

Backstabber

Klo bagi belom yang ngeh, itu lho backstabber itu orang yang kita percaya terus dianya menusuk dari belakang untuk mengambil ‘sesuatu’ dari kita. Emang kalau di kamus mungkin akan dikit beda artinya. Tapi di bahasa indo, juga kurang ngeh gimana ngartikannya. Penusuk dari belakang?

Mungkin begitu juga dengan pengalaman Musa. Waktu Musa dipanggil ama Allah untuk konferensi dengan waktu yang lama di gunung Sinai, orang Israel pada ngambek dan merajuk kepada Harun, “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir–kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.” Kel.32:1

Dan lucunya Harun juga menurut saja. Hal ini mengherankan gw, kenapa ya Harun berlaku demikian? Apa dia takut ama orang banyak itu? Atau dia pengen menyenangkan orang banyak? Atau Harun takut tidak dipercaya lagi sebagai pemimpin Israel (sebagai pendamping Musa)?

Dan gebleknya, Harun mau aza, lalu berkatalah Harun kepada mereka: “Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku.” (ayat 2)

Tentu yang menjadi pelajaran disini, memang Tuhan tidak memberitahu Musa berapa lama meeting-nya akan berlangsung, dan Musa juga kagak bisa memberitahu bangsa Isarel berapa lama dia bakal bertemu dengan Boss-nya. Pelajarannya adalah, kita harus berani belajar bersabar menanti jawaban Tuhan. Kagak sabar ya terpaksa melanggar Kehendak Tuhan.

Kehendak Tuhan adalah taat pada Firman Tuhan. Kalau Harun berani bersikap pasti dia ingat akan perkataan Allah yang disampaikan melalui Musa (Kel.20) “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. angan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu ….”

Jelaskan perintah Tuhan. Udah begitu, lho koq Harun juga masih berani melanggarnya. Enggak beda sama Harun, begitu juga dengan kita bok. Berapa seringnya kita melanggar perintah Firman Allah? Allah telah memerintahkan jangan mencuri, kitanya masih mencuri. Jangan berdusta, kita masih sering dusta juga kan? Emang bener koq, kita bakal ngomong seperti begini. Daging kan lemah. Pengennya kita berbuat baek tapi daging nih masih pengen berbuat dosa. Apa boleh buat, gitu yach.

Kayak perkataan Tuhan Yesus, Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. Tapi….. ada tapinya. Supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. Meski pun kitanya udah jago berjaga-jaga eh ternyata masih jatuh juga. Maka Tuhan Yesus juga mengatakan berdoalah. Kita percaya bahwa kuasa doa yang berserah penuh pada Allah itu besar dampaknya. Bukan karena kita jago doa. Bukan karena kita punya hubungan super dekat ama Allah. Tetapi Allah sendiri yang menjawab doa tersebut untuk menguatkan kita supaya tidak jatuh dalam dosa. Bukan dengan kekuatan kita sendiri kita bisa luput dari pencobaan melainkan hanya dengan kuasa Allah Roh Kudus.

Harun bisa jadi udah lama mengdampingi Musa, mungkin merasa selama jadi pemimpin Israel koq yang dipuji si Musa mulu? Kapan giliran gw-nya? Nah mumpung si Musa kagak turun-turun dari atas gunung. Entah dianya sakit, pingsan bahkan mati pun (mana gw tau atuh). Nah sekarang orang Israel merengek-rengek pengen alah yang laen. Kenapa enggak diberi aza?

Mungkin aza Harun pernah iri hati sama adiknya, Musa. Atau dosa laennya maka timbullah pencobaan dan dia pun jatuh dalam dosa. Dalam Keluaran 32, itu kayaknya kagak ada perkataan Harun yang mengatakan “jangan” atau menolak permintaan orang Israel tersebut. Kayaknya dia langsung menyetujui dan dengan antusias, bawa sini semua perhiasanmu dech, aku akan buatkan patung anak kebo (mungkin juga Harun punya bakat terpendam sebagai pemahat). Sekarang biar gw unjuk diri dech, masa selama ini gw dan Musa kerjasama, eh Musa mulu yang dipuji. Nich sekarang lihat neh, keahlian gw, talenta gw, ‘kehebatan’ gw, kagak kalah ama Musa, bok. (Mungkin begitu imajinasi gw terhadap Harun pada waktu itu)

Kalau kasarnya, setelah Musa tau bahwa Harun yang ‘mengijinkan’ pembuatan patung anak kebo emas, harusnya Musa, secara manusiawi mungkin bakal mengusir Harun. Tapi yang dilakukan Musa luar biasa. Apalagi ketika Allah mau membinasakan bangsa Israel. “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” (ayat 9, 10)

Mungkin seperti sifat manusia pada umumnya, mungkin Musa bakal setuju ama Allah. Bangsa Israel yang udah gw pimpin keluar dari Mesir, memang kurang ajar, rasain loe, abis ini akan dibinasakan ama Tuhan Allah. Biar aza. Karna gw percaya ama Allah yang berjanji akan membuatku menjadi bangsa yang gede. Allah bakal menyediakan bangsa Israel yang next generation.

Kayaknya Musa waktu itu setelah berpengalaman bergumul sama bangsa Israel yang kagak tau terima kasih, keras kepala, maunya komplain mulu. Bukannya Musa tambah stres ‘n pengen mundur tapi Musa telah makin dewasa dalam kepemimpinannya. Musa yang dulunya kagak mau disuruh Allah untuk memimpin bangsa Israel. Yang dulunya orangnya keras. Kini bisa membela bangsa Israel yang sering bikin dia pusing kepala. Membela bangsa Israel mati-matian supaya kagak dibinasakan. Bangsa Israel itu juga termasuk Harun. Luar biasa.

Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?

Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.

Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.”

Bahkan Musa kagak mengusir Harun misalnya, tetapi dia masih memberi kesempatan kepada Harun pula. Gw percaya bahwa melalui pergumulan hidupnya dan persekutuannya dengan Allah, Musa bertambah dalam iman pengharapan dan kasihnya kepada Allah. Terima kasih Tuhan. Engkau telah mengijinkan peristiwa pembuatan patung anak lembu emas itu terjadi, karena banyak pelajaran yang dapat kita peroleh. Contoh pelajaran dari hidup ini. Terutama perubahan hidup Musa yang selalu ingin memuliakan nama Allah dalam hidupnya. Kiranya dapat menjadikan hidup kita semakin erat dalam bersekutu dengan Allah, mendewasakan iman pengharapan dan kasih kita kepada Allah dan sesama.

Read Full Post »