Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘jalan’

Highway to Heaven atau …..? (2)

Engga semua jalan sempit adalah jalan kehidupan, iya kan? Karena jalan sempit juga ada yang menuju ke maut. Kayak gambar di sebelah, itu namanya cari penyakit kata orang. Emangnya berdarmawisata kagak ada tempat yang lebih aman? Atau ini namanya tempat nge-tes jantung sehat? Loh anehnya koq ya ada juga orang yang mau kesana, piye toh???

Tapi kalau dipikir-pikir betapa untungnya kita bahwa ini bukan jalan yang biasa kita lalui setiap hari dari dan ke rumah kita. Entah ide siapa yang membuat jalan seperti ini? Memangnya mau irit dana pembangunan? Memangnya kagak bisa membuat jalan datar yang lebar yang biasa kita lewati sehari-hari?

Tapi tidak sedikit loh kalau masyarakat pedesaan atau di pedalaman yang terpencil yang belom ada jalan, maka penduduk setempat membuat jalan seadanya. Kasihan juga bagi rakyat pedalaman (rakyat pegunungan) kalau jalan yang harus mereka lewati kayak begini. Meleng dikit aza, tarohannya nyawa. Apalagi kalau cuaca buruk. Hujan deras lalu angin bertiup kencang, petir menyambar, alamak!!

Kadang kita itu take it for granted, engga peduli, semaunya doang. Pas lagi hujan besar, mengeluh; apalagi banjir wah mengeluhnya dobel. Pas hari lagi panas kering kerontang, mengeluh juga, kepanasan.

Coba kalau kita diletakkan Tuhan di tempat seperti ini, wah, kita bakal memohon, jangan deh Tuhan, ampun deh, gw kagak sanggup. Meskipun orang banyak mengatakan pemandangannya buaaguusss banget loh, tapi kalau hidup harus melalui jalan kayak begini sih, tiap hari perut kita bisa sakit, mules gitu kali yach.

Kadang, percaya atau tidak, Tuhan dapat meletakkan kita di tempat seperti ini. Kayaknya mustahil kan? Boro-boro turun hujan lalu ada angin bertiup kencang, engga ada apa-apa saja, pas kita jalan lewat jalan seperti ini, kita bakal keluar keringat dingin dan basah kuyup. Kalau sudah sampai di tempat tujuan, keringatnya kalau di peras bisa sebanyak seember.

Bayangin yach, udah lewat jalan seperti ini, terus kita diminta sama Tuhan untuk pikul salib. Tobat Tuhan. Kalau pikul salib di jalan tol sich masih ok Tuhan. Di jalan seperti ini? Engga lah yauw Tuhan.

Seringkali yang kita lihat itu kan masalahnya. Jalannya yang sempit mengerikan. Membayangkan bagaimana kita bisa lewat? Membayangkan hal yang tidak mungkin. Pengennya maslah itu engga pernah kita alami. Tetapi gw keinget kalau pas kita menghadapi jalan buntu, masalah yang melilit kita, tak laen jalan keluar kita hanya kembali kepada Tuhan Yesus. Karena dialah satu-satunya jawaban yang memungkinkan untuk kita mengatasi masalah kita. Dia Allah yang hidup dan yang berkuasa yang menciptakan langit dan bumi ini, maka semua ada dibawah kontrolNya.

Alkitab mengingatkan kita: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Puji Tuhan, jika kita mempunyai Allah yang berjanji demikian dan Dia pasti akan menepatinya.

– Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu! 2Kor 9:15 – Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. Ef 5:20 – Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Kol 4:2 – Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. Kol 3:17.

Kata Yesus: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”

Advertisements

Read Full Post »

Pejalan Kaki

Seingat gw pejalan kaki di Indo nggak punya hak. Kayaknya karna pejalan kaki itu membuat lalu lintas makin lambat aza, maka pejalan kaki kayaknya kurang dihargai. Kenapa harus jalan kaki, kalau masih ada sepeda, becak, angkota, bemo, bajaj? Apalagi kalo mo nyeberang jalan, amit-amit deh untung-untung kalo ada kendaraan yang mo berhenti memberi jalan buat pejalan kaki, meski sudah menyeberang di zebra cross. Dan menurut pengalaman pejalan kaki selain kurang dihargai juga nyawa pejalan kaki kurang ada harganya.

Pejalan kaki di Amrik Utara laen lagi. Kalau sepuluh duapuluh taon lalu oleh pemerintah, bagi pejalan kaki jika berjalan pada tempatnya, harus didahulukan. Mereka dihargai, apalagi nyawa pejalan kaki, penyeberang jalan – sangat mahal. Maka pengendara mobil diharapkan sangat hati-hati kalau melihat pejalan kaki/ penyeberang jalan. Menabrak pejalan kaki atau penyeberang jalan bisa-bisa adalah kurungan penjara sebagai hukumannya. Apalagi jika penyeberang jalan tersebut tertabrak sampai tewas. Hukumannya tidak kecil. Maka pengendara mobil lebih baik mengalah mendahulukan pejalan kaki. Dan memang ada aturan yang menegaskan jika mobil tidak berhenti mendahulukan pejalan kaki akan mendapat denda yang tidak sedikit.

Bagi pejalan kaki/ penyeberang jalann di Indo kadang sampai kesal karna menunggu kendaraan berhenti saja harus bermenit-menit. Kalau ingin menyberang harus super hati-hati supaya nyawa tidak mudah melayang begitu saja. Pejalan kaki di Amrik masih lebih beruntung, begitu kaki mereka menginjak zebra cross, para pengendara mobil harus berhenti memberi jalan kepada mereka.

Tapi jaman sudah mulai berubah. Sekarang banyak pengendara mobil malas menginjak rem untuk berhenti ketika melihat pejalan kaki hendak menyeberang misalnya. Maka tidak sedikit terjadi kecelakaan.

Sayangnya para pejalan kaki menjadi sombong. Karena merasa (dilindungi) oleh hukum bahwa pejalan kaki harus didahulukan maka mereka kadang kalau sudah mencapai zebra cross langsung menyeberang. Tapi kini keadaannya mulai berbeda. Banyak pengendara mobil yang nakal dan gila, mereka berpendapat pejalan kaki haruslah menunggu mereka lewat, baru menyeberang.

Memang tidak heran semakin hari manusia semakin egois mementingkan dirinya sendiri daripada orang laen. Maka kini pemerintah menyarankan kepada para penyeberang untuk melihat sampai mobil berhenti barulah menyeberang. Tetapi masih banyak penyeberang yang merasa dirinya dilindungi hukum untuk penyeberang kaki didahulukan. Maka mereka menyeberang tanpa melihat lagi mobil yang berlalu lalang itu akan berhenti atau tidak.

Kadang melihat para penyeberang yang sok, “angkuh” lucu juga. Tapi pas kalau ada pengendara yang “gila” kasihan juga, karena bisa terjadi kecelakaan. Karena yang satu sok yang satu tidak sabar.

Keinget orang Kristen seringkali kita juga bisa lupa diri, sombong atao engga peduli. Lupa diri karena mungkin keadaan kita yang sudah enak. Lupa diri kepada Sang Pemberi berkat. Lupa diri kepada orang yang sudah sangat berjasa atas keberhasilan kita. Sombong kepada keadaan kita yang beda dengan orang laen. Sombong karena keadaan kita yang berada di atas. Engga peduli lagi kepada Tuhan karena keadaan kita yang sulit. Engga peduli karena tidak sabar, pengennya kita selesaikan setiap masalah dengan cara kita.

Maka ada salah satu slogan lalu lintas di Canada berbunyi “Road Sense”. Bener juga seh, meski udah ada aturan atao hukum yang berlaku, buat para penyeberang jalan harus lebih didahulukan oleh pengendara mobil, tetapi pas kalo mau menyeberang ya pakai akal pikiranlah, engga perlu ngeliat zebra cross langsung tancap aja. Liat dulu keq kanan kiri. Sudah aman baru nyeberang.

Read Full Post »