Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Merk’

Selaen cerita Natal, kelahiran sang Juruselamat kita Yesus Kristus apalagi yang diperhatikan. Orang dunia mengatakan, kelahiran bayi Yesus mungkin adalah nomer sepuluh diurutan prioritas hidup mereka. Mungkin yang pertama, adalah hadiah, liburan, pesta pora – makan minum (minuman keras). Kalo menyebutkan hadiah pada saat Natal, kayaknya kagak abis-abisnya dech.

Dari semenjak sebelom hari Natal tiba, toko-toko pada rame banget dengan kosnumer yang beralasan untuk membeli hadiah Natal. Terus berlanjut dengan Boxing Day yang menurut sejarahnya dilakukan oleh negara-negara sekutu Inggris untuk memperingati hari pertama setelah Natal. Atao yang lebih tepat mungkin ada definisi yang mengatakan tradisi dimana hari itu orang-orang yang lebih mampu memberi hadiah kepada orang-orang miskin (yang engga bisa membeli hadiah buat Natal) – maka itu para toko atau supermarket menurunkan harga jual mereka dengan murah meriah untuk pembeli supaya dapat membeli barang-barang yang akan dihadiahkan kepada pada fakir miskin. Atao definisi ketiga yang laen mengatakan hari itu adalah hari perayaan Natal buat para budak (setelah majikan mereka merayakan Natal terlebih dahulu tanggal 25 Desembernya).

Di Amrik Utara kayaknya menganut definisi yang kedua untuk merayakan Boxing Day (BD). Dan arti BD sebenarnya telah bergeser jauh dari sejarahnya. Dari pihak toko adalah kesempatan untuk cuci gudang alias menghabiskan stok yang berkelebihan. Bagi konsumen adalah kesempatan emas untuk mendapatkan barang-barang belian dengan harga super murah.

Minat pembeli untuk membeli barang super murah luar biasa sekali. Maka kadang timbul pikir ini lho kayaknya keserakahan manusia kelihatan. Apalagi kalau barang-barang yang ber-merk. Dari elektronik sampai fashion. Siapa yang tidak kenal merk-merk seperti Sony, Toshiba, Canon, Nikon, Sharp, LG, Nokia, HP, Kingston, GAP, Tommy Hilfiger, Adidas, Nike, Prada, Gucci dan sebagainya. Barang-barang yang biasanya akan berharga mahalnya selangit bok, sekarang banting harga. Murah banget.

Tak peduli dengan orang laen, pokoknya aku-aku dan aku. Untuk memuaskan keakuan kita? Tentunya pengennya begitu. Tetapi setelah nafsu pembelian kita turuti. Kita bawa pulang itu barang-barang yang kita beli. Rasanya juga belum memuaskan hati kita. Pengen something else.

Karna emang dasar hati manusia itu kagak bisa diisi dengan barang-barang duniawi. Maka itu Tuhan Yesus pernah ngomong sama perempuan Samaria, Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Dapat dibayangin kalau saja barang-barang bermerk itu diberikan GRATISSSS, bok apa yang terjadi ya? Nafsu angkara manusia akan membludak kali ya. Enggak tahu itu pakai ukuran besar atau kecil comot aza, itu pakaian wanita atau pria comot juga (gawat!), entah bisa membawa teve ukuran 60 inci atau engga pokoknya dipanggul dulu (awaz pinggang bisa bengkek tauk!)

Read Full Post »