Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pullman’

Kasus Golden Compass

Film ini aku tahu dari trailer di bioskop dan kayaknya bagus (semacam Narnia-nya CS Lewis, petualangan) apa lagi bercerita tentang anak-anak. Ladalah, aku terima email dari seorang sahabat dari sebuah milis Kristen yang aku ikuti, meski sumbernya tidak jelas, tapi kalau ada asap paling engga pasti ada api.

Dan setelah membaca dari sebuah surat kabar dari perusahaan dimana aku bekerja serta aku konfirmasi pada situs Kristen yang utama seperti Chrsitianity Today, maka email yang kuterima tersebut dapat dibenarkan.

Golden Compass (untuk judul buku Pullman di Amrik, kalo di Eropa berjudul Northern Lights) disebut sebagai “ateisme bagi anak-anak” berdasarkan buku pertama dari tiga serangkai buku yang berjudul “His Dark Materials” yang ditulis oleh Phillip Pullman.

Pullman penulis yang berasal dari Inggris (dia dikenal sebagai penulis paling berbahaya di Inggris, – engga tahu bahayanya apa, ato karna tulisannya yang banyak berpengaruh?) dikenal sebagai seorang ateis yang militan dan seorang humanis yang sekuler yang menentang CS Lewis dan karyanya “Chronicles of Narnia”. Motivasinya untuk menulis tiga seri buku ini terutama untuk menandingi perlambangan Kristus yang digambarkan Lewis dalam serial Narnia, yang disebut Pullman sebagai propaganda agama melalui buku anak-anak.

Dengan jelas, tujuan utama Pullman adalah untuk menghancurkan Kekristenan dan mempromosikan ateisme. Tanpa ragu Pullman mengakui dalam sebuah wawancara di tahun 2003 bahwa “buku-buku saya adalah mengenai pembunuhan Allah”. Ia bahkan telah dikutip bahwa ia ingin “membunuh Allah dalam pikiran anak-anak”. Juga dikatakan Pullman bahwa ia adalah “penulis yang sangat paling akan didoakan oleh para ateis apabila mereka berdoa.”

Walaupun film “The Golden Movie” itu sendiri nampaknya lebih halus dan tanpa dosa, buku-buku Pullman sangat berbeda. Dalam tiga serangkai buku itu, seorang gadis jalanan, Lyra Belacqua, yang disebut sebagai Hawa jaman baru (new age Eve) terjerumus masuk ke dalam perjuangan bersejarah yang akhirnya berhasil mengalahkan kekuatan Allah yang pikun. Tokoh lain adalah seorang mantan biarawati, yang mengatakan Kekristenan sebagai “kekeliruan yang paling dahsyat dan meyakinkan” dan tokoh lainnya seperti tumpangan Lyra, beruang polar dan malaikat homo. Setiap buku dalam tiga serangkai buku-buku itu semakin menunjukkan kebencian Pullman akan Tuhan Yesus Kristus.

Film “The Golden Compass” yang dibintangi Nikole Kidman ini diatur untuk tayangan perdana pada 7 Desember ini, selama musim Natal, akan diiklankan besar-besaran. Tentu para pendukung film ini berharap agar para orang tua yang tidak curiga terhadap motif di balik film ini dan akan membawa anak-anak mereka untuk menonton film ini, sehingga kalau mereka menyukai film ini, anak-anak itu diharapkan akan menyukai buku-buku Pullman.

Di Canada sendiri dihebohkan oleh buku Pullman yang semenjak tahun 1995 telah lama beredar dan entah berapa banyak anak yang telah membaca bukunya. Paling sedikit tiga sekolah Katolik menolak buku Pullman disediakan di perpustakaan mereka. Dan sampai saat ini masih saja berlangsung perdebatan apakah buku Pullman layak masuk di perpustakaan sekolah-sekolah dasar umum.

Pullman yang adalah cucu dari seorang pendeta gereja Anglikan yang bukunya di Amrik sono juga telah di protes semenjak cetakan pertama, tetapi sampai saat ini buku Pullman masih tersedia di perpustakaan sekolah-sekolah umum. Dan rencana banyak orang tua beserta lembaga agama akan mengadakan protes besar-besaran menjelang Desember 7 saat film Golden Compass diluncurkan.

“Buku Pullman telah tersedia bertahun-tahun di perpustakaan umum, tetapi mengapa baru sekarang dipermasalahkan dan dikatakan sangat berbahaya?” tanya Deirdre Baker, pengajar buku anak-anak di Universitas Toronto. Ada pihak lain yang mengatakan bahwa komplain dan protes yang dilakukan hanya untuk menjegal peluncuran film Golden Compass dari orang-orang munafik pendukung CS Lewis.

“Saya tidak akan bermain di film ini jika film ini anti Katolik.” kata bintang film Nicole Kidman yang mengaku sebagai seorang Katolik.

Pullman mengaku bahwa seri His Dark Materials ditulisnya setelah dia membaca narasi puisi dari John Milton (seorang Katolik) yang berjudul Paradise Lost (1667) bercerita tentang kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa.

Pullman menjawab tentang kontrovesinya, “Saya sungguh tidak tahu apakah Tuhan itu ada atau tidak. Tak seorang pun tahu atau dapat membuktikan. Saya pikir hal yang normal jika menjelaskan tentang asal dunia ini tanpa melibatkan Tuhan, tetapi saya bukan maha tahu, dan mungkin saja ada Tuhan, sedang bersembunyi. Jika dia tidak menampakkan diriNya mungkin dia malu akan pengikutNya yang melakukan kejahatan, kekejaman dalam mempromosikan namaNya. Jika saya sebagai Tuhan, saya akan menolak mereka.” Maka tidak heran Pullman menggunakan perbendaharaan kata seperti gereja atau pendeta disebut sebagai penjahat. Dan Allah sebagai polisi yang tirani.

Seperti buku kontroversi “Da Vinci Code” yang menggemparkan, makin diprotes dan ditentang, buku itu makin membuat banyak orang penasaran dan ingin membacanya, hingga penjualan makin melambung, sang penulis pun akan menyeringai lebar, bahwa bukunya sukses meledak di pasaran dan dia semakin makmur.

Seperti waktu penghambatan Da Vinci Code, banyak pemimpin Kristen berpikir secara berbalik, yakni mengajarkan apa kesalahan buku tersebut dan sebagai orang Kristen dapat mengambil hikmatnya. Demikian pula dengan ketiga seri buku His Dark Materials, apakah memungkinkan untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang kesalahan buku tersebut hingga menjadi berkat bagi mereka?

Read Full Post »