Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sandiwara’

Menarik sekali ketika aku mendengarkan radio dengan si kecil, baru aku sadari bahwa mendengarkan radio juga dapat menggunakan imajinasi kita untuk menggambarkan kejadian apa yang kita dengar.

Terlebih lagi jika mendengarkan sandiwara atau cerita drama di radio. Maka jika menyimaknya dengan seksama, kita dapat menggunakan imajinasi untuk menggambarkan apa yang sedang terjadi pada waktu kita mendengarkan.

Padahal sebelumnya waktu di Indo tidak jarang aku mendengarkan sandiwara radio sambil menina bobokkan diriku. Salah satu sandiwara yang masih kuingat judulnya (kalau tidak salah) “Butir-butir Pasir di Laut” yang serinya sampai beratusan.

Hal itu mengingatkanku hampir sama ketika membaca buku kita juga mencoba mengerti kalimat-kalimat yang kita baca dan tidak jarang kita mengimajinasikan menggambarkan apa yang kita baca. Dan ini adalah salah satu sumber ide. Demikian pula dari sekian cuplikan atau penggalan sandiwara radio dapat berkembang puluhan lembar halaman tulisan dalam kepala kita.

Agak jauh sedikit, kadang di radio juga ada konsultasi tentang keluarga Kristen, sang pendengar mengutarakan keluhannya atau masalahnya melalui telepon, dan sang penyiar radio mencoba memberikan solusinya. Mungkin bagi beberapa pendengar hal itu sepertinya cengeng. Tetapi penggalan informasi tersebut dapat menjadikan sebuah ide bagi seorang penulis.

Dulu pernah juga terbersit dalam benak bahwa sandiwara radio sangat membosankan karena waktu mendengarnya sudah tidak berurutan lagi serinya. Ceritanya pun sudah tidak tahu kemana arahnya. Tetapi jika kita coba mendengarkan satu seri itu saja kadang dapat menimbulkan sebuah ide bagi seorang penulis. Memang tidak selalu.

Mendengarkan radio lebih dapat mencetuskan ide kepenulisan daripada menonton televisi. Meski diakui bahwa membaca masih menduduki peringkat pertama dalam memberikan ide bagi kepenulisan. Dan kekurangan yang dialami oleh sandiwara radio atau drama radio (dramara) saat ini merupakan suatu media yang kurang menguntungkan dalam pemasaran (tidak menarik banyak pendengar, kurangnya skenario, kurang tertariknya para penulis skenario untuk menulis dramara atau tidak adanya produser), maka tidak banyak pula sandiwara radio yang ada.

Advertisements

Read Full Post »