Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘syukur’

Kita-kita yang hidup di benua Amerika Utara bulan Oktober Nopember biasanya ada perayaan pengucapan syukur alias Thanksgiving. Asal muasalnya jangan ditanya bisa dipastikan masih banyak diperdebatkan. Ada yang mengatakan bahwa perayaan itu dibawa oleh para imigran baru dari Inggris pada masa 1600 an. Tradisi perayaan pengucapan syukur dan bertepatan dengan waktu panen para petani dari hasil sawahnya, maka dijadikanlah perayaan itu pada bulan sepuluh dan sebelas.

Kita mengucap syukur karena diberi berkat, mengalami kesembuhan penyakit, mendapat pekerjaan, mendapat anak, lolos dari bencana bahkan sampai dapat jodoh sekalipun. Kadang kalau dipikri lebih panjang lagi apa begitu karena kita sudah mendapatkan “sesuatu” yang menguntungkan kita maka kita mengucap syukur. Bagaimana kalo enggak?

Pas kita masih sakit, masih gagal mendapat pekerjaan, dipecat, untuk makan hari ini saja belom tau, dikejar petagih hutang, mengalami kecelakaan – apa kita mengucap syukur kepada Tuhan? Anda ngomong itu wong edan kali. Karena stress berat maka pikirannya konslet. Gak heran bisa mengucap syukur pas waktu mengalami musibah.

Mengucap syukurlah pas waktu kita tidak bisa mengucap syukur. Itu mengucap syukur yang sejati. Kamsud gw, ketika kita kagak dapat keuntungan apa-apa, gak dapat berkat, sakit belom disembuhkan, uang masih pas-pasan, bencana masih berlangsung – kita bisa mengucap syukur bukan karena hasilnya yang bisa kita lihat dan rasakan. Tapi tau bahwa Tuhan Allah Pencipta langit dan bumi ini termasuk kita

Berkat Tuhan terlalu besar bagi kita manusia yang kerdil ini. Karena belom kita kepikir apa keuntungan yang kita dapat pada saat hidup, Tuhan sudah menciptakan kita dengan begitu sempurna. Tuhan sudah memperlengkapi hidup manusia dengan berkat-berkatNya yang luar biasa. Kita bisa bernafas dengan bebas (coba bayangin kalo kita sekali sedot bayar seribu perak, sehari berapa biaya yang harus kita bayar). Kita dapat mata yang bisa melihat pemandangan yang luar biasa indahnya, yang kagak bisa ditiru dengan ciptaan manusia (bayangin kalau kita lihat pemandangan gunung pantai poho-pohon yang hijau bunga berwarna indah, bandingkan dengan animasi buatan manusia – bagus mana?) Masih banyak berkat yang laennya.

Emang kita manusia kagak tau diri. Kagak pernah puas. Maka gak layak mengucap syukur (sebenernya). Banyak mana kita mengucap syukur atawa mengeluh? Pasti banyak mengeluhnya. Entah sadar atau tidak kita mengucap syukur itu seperti bisnis. Dapat berkat mengucap syukur. Kalo kagak dapat, ngapain mengucap syukur, biasa-biasa aza.

Mengucap syukur supaya dilihat oleh orang banyak? Amit-amit dech. Masa serendah itu ah. Supaya banyak orang memuji kita karena Tuhan memberkati kita. Idiih malu atuh. Itu kan udah ketahuan motifasinya.  Ada yang laen, kita mengucap syukur karena kebiasaan. Karena kebiasaan, jadi otomatis. Bukannya dari hati yang sungguh-sungguh.

Kalo kita mengucap syukur karena berkat, orang non Kristen pun bisa mengucap syukur. Kalau orang diluar Kristen bisa pasrah, orang Kristen terlebih lagi, bukan sekedar pasrah buta. Melainkan tahu kepada siapa kita pasrah. Bukan pasrah sama nasib, keadaan atau hidup ini. Tetapi pasrah kepada Tuhan Yesus Allah yang hidup.

Kiranya kita boleh bersukur bukan karena merasakan berkat tetapi mengerti sedalam-dalamnya bahwa tanpa anugerah Tuhan kita kagak bisa bersyukur.

Read Full Post »

Ada Apa Dengan Kebaikan?

helping-hand.jpgSiapa sich yang engga suka akan kebaikan? Kebaikan tidak merugikan orang lain. Kita semua (yang waras) pada umumnya dianjurkan untuk berbuat baik kan? Bahkan berbuat baik akan mendapat pahala. Terlebih Tuhan kita baik. Tapi apakah kita sendiri baik? Apakah kita benar-benar suka dengan kebaikan?

Jawabnya tentu saja tidak donk. Anda pasti engga setuju. Kita senderung senang atau suka berbuat baek atau berbuat jahat? Pada umumnya manusia kan lebih suka berbuat seuatu yang menguntungkan dirinya sehingga membuahkan kejahatan, atau dosa. Ngaku dech, kita kan lebih mudah melakukan suatu hal yang tidak baik daripada kebaikan itu sendiri. “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,” Kej6:5

Manusia pengen berbuat baik tetapi aku yang harus untung, harus senang, harus puas, harus nyaman, harus sehat dan sebagainya. Semuanya hanya untuk aku, diriku. Aku berbuat baik (hanya) untuk dipuji. Aku berbuat baik supaya dapat pekerjaan. Berbuat baik supaya dapat proyek bisnis. Berbuat baik supaya Juliet jadi pacarku. Berbuat baik supaya disembuhkan oleh Tuhan. Berbuat baik supaya masuk sorga. Nah lu!

Lalu apa bedanya dengan orang Kristen? Orang Kristen bisa berbuat baek, non Kristen juga bisa. Ngga ada bedanya donk? Orang Kristen memberi sumbangan kepada panti asuhan, non Kristen juga banyak yang memberi sumbangan malah mungkin lebih-lebih dari pada orang Kristen. Orang Kristen menolong orang miskin, non Kristen juga bisa. Orang Kristen mendoakan temannya yang sedang mencari pekerjaan, non Kristen juga engga masalah mendoakan teman mereka.

Seorang teman Kristen mengeluh, wah banyak lembaga yang mau menginjil tetapi harus diumpan dulu dengan memberi sumbangan berupa makanan pakaian kebutuhan sehari-hari. Orang laen juga bisa bok. Teman Kristen yang laen juga mengeluh (wah kayaknya banyak orang Kristen yang suka mengeluh yach), wah si A Ping, si A Boen, si A Tong, dulu minta didoakan supaya dapat kerjaan, dapat jodoh, dapat mobil. Sekarang sesudah terkabul permintaan mereka, mengucapkan terima kasih aja kagak.

Bedanya dimana donk? Alkitab mengajarkan, ada bedanya. Manusia pada umumnya berbuat kebaikan, hanya karena pamrih, ada maunya, supaya mendapat pahala atau hanya sekedar kasihan. Menurut Alkitab, perbedaan orang Kristen (yang sejati) berbuat baik hanya karena ingin memuliakan Tuhan, karena siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Dia bukan hanya memikirkan diri sendiri lagi tetapi dia lebih mengutamakan untuk kemuliaan Bapa.

Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. 1Kor10:31. Jadi kalau si A Ping, si A Boen, si A Tong sesudah mendapatkan apa yang mereka minta, yang berdoa jangan mengeluh, malah harus puji Tuhan bahwa rencana Allah berjalan dalam hidup A Ping, A Boen dan A Tong. Karena kita berdoa kan kepada Tuhan. Maka berilah pujian bagiNya.

Tentu kita engga iri hatikan kalau melihat Tuhan memberkati orang laen. Karena Tuhan tidak sekedar melihat perbuatan kita tetapi melihat hati kita. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 1Sam.16:7

Kebaikan itu akan terasa indah jika dilakukan dalam Tuhan. Kebaikan itu bukan hanya kosong, yang mungkin hanya sebagai tindakan umum biasa saja. Kebaikan akan menjadi rasa syukur kita pada Tuhan Yesus, Allah kita atas anugerahNya, atas kebaikanNya yang terlebih dahulu tercurah buat kita sehingga kita layak untuk hidup bersamaNya.

Kebaikan anak Tuhan adalah buah Roh (karena ia adalah ciptaan baru), kebaikan itu akan terpancar sendirinya tanpa harus disengaja atau dibuat-buat untuk dipertunjukkan kepada orang lain.

Read Full Post »