Feeds:
Posts
Comments

Follow Me

Twitter-bird-logo-001Baru-baru ini sempet terdengar kalau Miley Cyrus alias si Hannah Montana mogok menulis Twitter-nya. Alasannya emang masih belom diketahui dengan benar. Kabar terakhir penghentian Miley menulis Twitter-nya dikarenakan co-nya. Ada juga yang bilang dikarenakan mama Miley.

Dan tentu aza para penggemar Miley Cyrus, yang dikabarkan sebanyak 1,1 juta pengikut (followers) tentu pada kuciwa, karena idolanya kagak bisa nongol lagi di Twitter. Asal tau aza, Twitter itu kayak SMS tapi melalui internet. Yang panjang hurufnya dibatasi sampe 140 huruf.

Jadi Twitter mirip kayak blog super mini. Ada penulis Twitter yang ngebuat Twitter-nya mirip kayak buku harian. Misalnya, dari pagi jam 6 sang penulis udah bangun, terus gosok gigi (jam 6:15), baca koran (jam 6:30), nongkrong di depan komputer (jam 6:40), makan pagi (jam 7:00) dan seterusnya. Tentu sang penulis kagak perlu membondong komputer laptop, tapi cukup dengan Blackberry misalnya.

Oke, kira-kira udah cukup DECH tentang Twitter. Yang keinget bagi gw salah satu semboyan Twitter adalah “Follow Me” dan nantinya bakal ada pengikut (follower) yang mengikuti Twitter tersebut. Contohnya adalah Twitter dari Miley Cyrus dengan 1,1 juta fans-nya.

Tentu Follow Me-nya Twitter boleh diibaratkan kayak Pied Piper, itu lho cerita legenda Peniup Suling – karena begitu indahnya lagu yang disulingkan sehingga banyak anak-anak yang mengikuti kemana saja si Peniup Suling itu pergi. Tetapi Tuhan Yesus juga pernah memanggil muridNya dituliskan di Matius4:19 “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Pas waktu itu Tuhan Yesus sedang menyusuri pantai Galilea, yang tentunya Dia bukan sedang santai menikmati keindahan pantai. Tuhan Yesus tahu pasti ketika Dia ada ditempat itu ada tujuannya. Engga ada kamus “kebetulan” bagi Tuhan. Karna Dia tahu bahwa dia akan menemui bakal muridNya.

Ketika Tuhan Yesus “memilih” kedua saudara nelayan ikan, Petrus dan Andreas; Matius mencatat Tuhan Yesus “melihat” mereka yang sedang bekerja. Dan gw percaya Tuhan Yesus bukan kayak psycholog yang meng-observasi dulu kedua orang tersebut layak enggak jadi muridNya – tetapi Dia sudah tahu bahwa kedua penjala ikan itu akan menjadi muridNya.

Tuhan Yesus tidak melihat keadaan “luar” mereka. Koq mau-maunya memilih penjala ikan. Apa kekurangan orang laen toch masih banyak yang profesinya lebih baikan keq dari nelayan ikan. Tetapi Tuhan Yesus melihat “jauuuh” dari apa yang dilihat manusia. Karena Dialah Tuhan.

Seorang teman pernah komentar mengapa TuhanYesus engga memilih seorang CEO perusahaan yang top, kan banyak koneksi, orang yang berpengaruh, kaya, mudah untuk menginjil. Kayaknya pikiran itu benar. Mengapa memilih penjala ikan yang tentunya mereka miskin, fisik yang mungkin tidak menarik. Tetapi ingat jika seorang CEO yang menjadi murid Yesus, maka bisa dipercaya bahwa orang mengikut Yesus hanya karena karisma manusia (si CEO itu), karena pengen deket ama si CEO itu, melihat kehebatan si CEO itu. Mereka tidak akan melihat Tuhan Yesus.

Sama, ketika orang Kristen menginjil dengan segala kemewahan fasilitas yang dipunyai, orang datang ke gereja karena kenyamanan fasilitas, mereka pengen ‘deket’ dengan Tuhan Yesus karena roti! Kalau dibanding dengan penginjilan jaman dulu (misal jamannya John Sung) dan jaman sekarang tidak ada bedanya. Menjala jiwa-jiwa bagai Tuhan Yesus.

Meski banyak juga orang yang menyelewengkan Injil hanya untuk kemegahan dirinya sendiri. Bagaimana dengan pemberitaan Injil gereja bawah tanah di China yang super sangat sederhana, tetapi mereka tetap bisa memberitakan Injil dan banyak orang bertobat mengikut Yesus.

Maka motivasi “memberitakan Injil” itu untuk mengikut Tuhan Yesus atau untuk mengangkat diri sendiri. Kadang ada orang berpikir untuk menjadikan Twitter sebagai sarana pengabaran Injil, engga salah. Tetapi kalo motivasinya, biar yang ikut gw (follower) bisa mencapai jutaan orang, dan membuat kita bisa menyombongkan diri. Maka kita perlu kembali kepada Tuhan.

Batik Made in USA

ja batikApa engga salah? Mungkin aja ada, mungkin juga engga. Ini kan bayangan gw. Sebelon tanggal 2 Okto 2009, kayanya Batik itu bisa diakui karya dari negara mana aza. Pernah sekali ngobrol ama teman kerja dari Singapore yang menunjukkan ada Batik dari Afrika, dari Jepang. Dalam hati gw tertegun, lho bukannya batik berasal dari Indonesia? Lah ini koq ada batik Afrika, batik Jepang.

Seorang teman juga menuding negara tetangga tercinta kita, Malaysia, yang bikin susah orang aza. Karena pernah ada anggapan bahwa batik berasal dari Malaysia. Ini emang kagak salah seluruhnya, karna batik dianggap bukan budaya dari suatu negara, tapi budaya dari bangsa serumpun. Maka kalo kagak ada yang meng-klaim batik asalnya dari mana, Malaysia boleh aza meng-klaim batik merupakan budayanya dunk.

Kadang kita juga perlu mengaca diri, mengapa kejadian ini bisa sampai terjadi. Karena emang kagak ada tindakan atau kasarnya “kepedulian’ kita untuk meng-sahkan mengumumkan kepada dunia bahwa Batik adalah budaya bangsa Indonesia. Syukur kalau angklung akan disahkan menjadi budaya Indonesia tahun 2010. Bagaimana dengan wayang orang? Wayang kulit? Konon pernah terdengar berita wayang juga berasal dari Malaysia. Dan mungkin masih banyak kebudayaan bangsa Indonesia lainnya yang seharusnya membuat kita bangga di kalangan dunia.

Pelajaran laen tentu bagaimana kita sekarang menghargai, peduli dan memelihara kebudayaan Indonesia. Karena itulah maka bangsa asing yang akan “membeli” hak kebudayaan itu menjadi milik mereka. Betapa tragisnya kalau bangsa asing menghargai kebudayaan itu tetapi bangsa pemiliknya tidak.

Kebudayaan yang kita punyai dapat menjadikan jati diri. Identitas diri. Misalnya menjadikan Batik menjadi pakaian nasional. Maka kalau ada orang memakai Batik di Alaska sekali pun pasti diketahui bahwa budaya Batik itu berasal dari Indonesia dan pakaian nasional Indonesia, misalnya.ja batik1

Dan refleksi dari peristiwa di atas adalah bahwa identitas orang Kristen bukan memakai kalung salib. Rumahnya banyak kayu salib atau gambar Tuhan Yesus. Atau membawa-bawa Alkitab kemana-mana. Tuhan Yesus pernah mengatakan begini: “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.” Mat12:33

Buah orang Kristen bukan saja perbuatan nyata yang kelihatan oleh orang banyak tetapi juga hal-hal yang tidak kelihatan. Bengong kan? Kamsudnya kalo perbuatan nyata itu gampang bisa dibuat. Tetapi kalau hal-hal yang engga kelihatan itu adalah kehidupan sehari-hari tanpa sandiwara. Perbuatan nyata bisa kelihatan manis, kalau lagi pas ada di gereja. Kalo udah sampai di rumah jadi saingan penghuni neraka.

Buah dari pohon adalah hidup yang telah diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Oleh karna panggilanNya, kita dimampukan untuk meresponi panggilanNya. Jadi buah pertobatan itu kagak bisa digantikan oleh apa pun. Orang dunia bukan saja bisa melihat perbuatan nyata orang Kristen sejati tetapi juga bisa merasakan ada yang beda dengan anak Tuhan.

Dan anak Tuhan kagak bisa diem-diem-an. Karena Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Kita telah dipilih Tuhan untuk menjadi terang dunia. Ibarat kalau seseorang memakai Batik, paling tidak kita tahu bahwa Batik ada kaitannya dengan bangsa Indonesia. Kagak perlu menulis dengan spidol gede-gede “saya orang Indonesia” di dadanya. Ketika orang lain disekitar kita, mereka tahu bahwa kita adalah orang Kristen. Bukan dengan sengaja menunjukkan kayak orang Farisi. Tetapi dari hati akan terpancarkan perbuatan kasih yang akan memuliakan nama Tuhan.

Warkop Tubruk

warkopeBagi kaum Old Skool menyeruput kopi tubruk bukan barang aneh lah. Karena emang pas waktu itu mana ada kopi instan 3 in one misalnya. Jadi ya pengen minum kopi ya kopi tubruk itu. Kebiasaan gw minum kopi itu mah pas kalo ada ujian yang perlu dikebut belajar semalaman, maka kopi tubruk jadi andalannya.

Tapi semasa mengingat minum kopi tubruk itu kayaknya ya aneh bin lucu. Anehnya kan kopinya kagak di saring, jadi dibiarin minum sama biji-biji kopi yang ajubilah pahit, kalo dirasakan. Tapi itulah nikmatnya yang kagak bisa dibanding ama minuman kopi jaman sekarang ini. Maka kaga salah ada julukan kopi kental manis. Kopi kental ya bukan gara-gara diberi ‘cream’ tapi yang gw duga kental itu “rich” kopinya gitu.

Kebiasaan minum kopi (tubruk) – bukan “collision coffee” yang asal aza terjemahannya, udah bukan asing bagi rakyat jelata. Maka kalau ada warung-warung penjual makanan paling engga pasti ada jualan (minuman) kopi. Jadi minum kopi bukan “gaya hidup” para eksekutif atau segolongan orang. Kayak yang banyak terjadi, setelah Starbuck melanda dunia dengan mengenalkan peminum kopi dengan gaya hidup untuk kalangan tertentu.

Maka kalau pengen minum kopi, udah kagak jamannya minum kopi membuat sendiri di rumah apalagi di warung-warung. No way. Maunya di Starbak, di “coffee shop”. Lebih keren, lebih tersendiri. Apalagi dengan sebutan menunya yang keren, bukan lagi kopi susu, tapi Caffe Latte, Cappuccino, Mocha, Frappuccino; apalagi yang namanya STMJ (Susu Telor Madu Jahe) kagak bakal masuk dalam menu Starbak. Dan jangan minta teh manis panas, sang pegawai bakal bengong, tapi sebut aza, Tazo Hot Tea atau teh yang dicampur ama susu, Chai Latte.starbucks

Bagi pecandu Starbak bukan barang aneh lagi, tapi buat gw harus hafalin dulu tuh menu buat nulis ini tulisan. Well, orang di atas ngomong itu mah globalisasi. Pengamat laen nyebut itu mah pengekor. Ikut-ikutan budaya asing. Nah lo ikut-ikutan. Yang namanya ikut-ikutan itu udah jadi standar set minded bagi manusia. Dari dulu ampe sekarang, mungkin juga in the future.

Hal itu kayaknya kagak heran termasuk orang Kristen dan gerejanya. Kayak Starbak yang sukses maka berbondong-bondong orang kaya yang punya duit membuka Waker (warung keren) penyaji kopi ala Starbak. Gereja ABC sukses mbludak dengan ribuan jemaatnya, maka gereja XYZ kagak mo kalah bikin gereja yang gede dan sesukses gereja ABC. Dengan alasan, gereja ABC bisa, masa kita kagak bisa, sama-sama anak tuhan. Dengan embel-embel, ini atas perintah Tuhan untuk membuka gereja yang gede miliaran.

Budaya ikut-ikutan hanya menfokuskan pada fenomena-fenomena pengalaman. Dimana ada suatu kejadian yang telah terbukti sukses maka hal itu dapat dijadikan sebagai contoh. Gw keinget beberapa tahun lalu ada seminar dari Rick Warren tentang pertumbuhan gereja (tentu terutama tentang pertumbuham gereja Rick Warren – Saddleback Church yang sukses) maka banyak orang Kristen ikutan seminar tersebut dengan impian untuk dapat mencontoh atau paling engga mendapat sukses 10% aza dari pertumbuhan jemaat di gereja Rick Warren. Kini pun entah ada atau tidak hasilnya dari seminar tersebut.

Lebih parah kalau ada gereja punya budaya latah. Keinget dulu waktu di Indo ada sandiwara yang dimainkan oleh “mak Wok” yang kebagian peran sebagai nenek yang suka latah, “Eh copot…copot….” Ibarat latah, yang langsung diucapkan tanpa bisa dipikir lagi. Banyak gereja yang sudah kehilangan jati dirinya, hanya melihat kesuksesan gereja tetangganya, maka budaya latahnya pun muncul. Entah program gerejanya, entah cara ibadahnya, entah cara berkotbahnya, entah musiknya, entah acaranya……. semua ditiru dengan baik.

Doa dan mencari kehendak Tuhan sudah ditinggalkan. Maka tidak heran banyak gereja yang timbul tenggelam, maju kagak, mundur pun kagak. Karena Amanat Agung Tuhan Yesus telah digantikan dengan Amanat Pribadi.

IronMan

ironKalo anda mengira tulisan ini mengenai filem IronMan yang dibintangi oleh Robert Downey Jr pada tahun 2008 yang lalu, pasti salah besar. Karna gw kagak pengen men-review filem yang udah lewat. Meski ada filem IronMan 2, yang akan diluncurkan tahun 2010, gw juga kagak bakal me-review filem tersebut.

IronMan yang satu ini lebih lengkapnya disebut dengan IronMan Triathlon, alias pertandingan 3 cabang olahraga, yakni berenang dengan jarak 3,86 km (biasanya berenang di danau yang gede areanya, jadi bukan berenang di kolam renang), lalu disambung dengan menggenjot sepeda sepanjang 180,25 km (iya bener 180 km!) dan terakhir lari maraton sejauh 42,195 km.

Ketiga cabang olahraga itu dilakukan bersambungan, tanpa henti (ya, tanpa istirahat) sekaligus dalam satu hari. Kalau Gatotkaca, ksatria Pringgodani, punya julukan “otot kawat tulang besi”, jaman modern kali disebut IronMan.

Dan peserta IronMan ini kagak sedikit, diperkirakan ada 3000 orang pengikut pertandingan ini (dari seluruh dunia). Emang sich kalo dipikir, tubuh para peserta IronMan itu terbuat dari daging plus campur karet kali. Terus paru-parunya punya ada 4 tabung oksigennya sebagai cadangan paru-paru. Dan jantungnya mungkin pake baterai Duracel, yang lamaaaa abisnya. (it keeps going and going and going and going).

Tentu aza, para peserta itu bukan kayak superhero yang pernah kita bayangkan Batman, Spiderman atau Superman dengan mengganti bajunya udah jadi superhero. Tetapi para IronMan tersebut melatih dirinya, dengan ketekunan, kesabaran, tidak putus asa. Sehingga dapat menghasilkan suatu daya tahan tubuh yang luar biasa kuatnya.

Fokus dan konsentrasi penuh pada latihan mereka. Gw pernah membaca bagaimana seseorang melatih dirinya untuk mengikuti IronMan Triathlon ada yang berlatih 4 bulan bahkan ada yang sampai 10 bulan. Konon katanya latihannya 5 hari seminggu, 4 jam tiap harinya. Luar biasa kan? Jadi kayak model atlit profesional aza.

Atlit pebulutangkis, atlit sepak bola dan atlit-atlit lainnya mempunyai komitmen yang teguh dalam menjalani latihan mereka. Secara dunia, tentu para atlit berlatik sekeras mungkin untuk tujuan menjadi juara, menjadi terkenal, menjadi nomer satu di dunia, kebanggaan negara, kebanggaan diri, kebanggaan sementara.ironman-swim

Keinget akan rasul Paulus yang juga pernah menulis seperti ini: “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.” 1Kor9:25

Bukan berarti kita engga boleh berprestasi atau menggapai cita-cita kita, tapi ada yang sesuatu yang lebih tinggi daripada apa yang dapat kita raih dalam dunia ini; yakni mengerjakan panggilan Tuhan kepada kita. Memberitakan Injil, menjadikan Injil hidup dalam hidup kita.

Tentu, wow, itu mah muluk banget impiannya. Mau hidup bener di hadapan Tuhan aza susyah, apalagi mau memberitakan Injil bagi orang laen? Klo kita berusaha sendiri mau hidup bener sich itu mah mustahil. Karena ga ada orang yang hidup bener dihadapan Allah. Kita bisa hidup bener karena pemberian Allah, melalui karya penebusan Anaknya yang Tunggal Tuhan Yesus Kristus. Diluar itu mah omong kosong.

Maka bagi kita yang udah dipanggil oleh Kristus, kita patut bersyukur ‘n kudu fokus ama panggilan itu. Kita ini kan manusia rapuh istilahnya. Gampang banget untuk jatuh dalam dosa. Maka kagak ada jalan laen selaen ya kita kudu harus “stick” ama Tuhan. Jangan menjauhkan diri kita dari ibadah atau persekutuan orang kudus, membaca ayat-ayat cinta Tuhan, chatting ama Dia, menjauhi pencobaan, fokus ama Dia dan mempraktekkan ajaranNya.

Gambar Tubuh

tattoo+jesusSeorang teman Kristen bercerita bahwa tanpa diduga putrinya bertanya, “Dad, bisa minta uang untuk bikin Tato?” Teman gw jadi kebakaran jenggot. (untung dia engga punya jenggot :) Maka dengan membeberkan fakta dan alasan laennya, maka jawabannya si teman adalah NO kepada putrinya.

Teman Kristen laen juga pernah cerita, putrinya juga pernah minta di Tato, tapi kagak diberi. Eh diem-diem si putri rupanya berusaha sendiri. Ketika pas berpakaian santai di rumah, si teman ngeliat di tungaki kaki kanan putrinya ada Tato bergambar Salib. Setelah di interograsi, si putri ngaku dan kagak berani lagi. Tapi udah terlanjur. Kalau mo menghapus tato kan engga mudah dan engga murah. Maka sang temen ini hanya makan ati. Malah si putri ngomong, “Biar orang laen tau Mam, kalau aku orang Kristen.”

Emang di Alkitab kagak ada ditulis tentang Tato boleh atau dilarang. Meski gw percaya kalau Tato udah ada sejak jaman Alkitab. Yang pernah disebutkan di Alkitab mungkin bisa diambil dari Imamat 19:28, “….. dan janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu; Akulah TUHAN.” Kata “merajah tanda-tanda pada kulit” kalau ditelusuri dari bahasa aslinya (Ibrani) dapat berarti tulisan/ gambar dengan tinta yang dilekatkan (permanen) pada tubuh ya alias Tato.

Kitab Imamat di Perjanjian Lama juga toh bagian dari Firman Tuhan, maka jangan ada alasan bahwa kita hidup dalam pernjanjian Baru. Malah di 1 Korintus, Paulus menuliskan bahaw “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” 1 Kor6:19,20.

Menurut cacatan operasi Kulit dari Masyarakat Amerika, ditengarai bahwa lebih dari 50% orang yang udah terlanjur di Tato pengen dihapus dari kulit tubuhnya. Sayangnya Tato itu kagak bisa di Delete begitu aza kaya pas kita salah ngetik di Word, misalnya. Dan biaya operasi ‘penghapusan’ Tato itu tidak murah. Bisa makan biaya sekitar $5.000 – 20.000 dolar tergantung gede kecilnya Tato, dengan proses sekitar 2 tahunan. Dan itu pun hasilnya ngga dijamin Tato-nya bakal hilang 100% alias paling engga ada bekas-bekas Tato yang masih kelihatan.

Tentu kita bakal binung, ngapain gitu yach (di Tato segala). Tubuh ciptaan Tuhan yang udah baek begini masih pengen ‘dicorat-coret’. Maka ada pernyataan yang mengatakan kalau Tato itu tanda pemberontakan. Pengen laen daripada yang laen. Keren. Pengen keliatan kayak anggota mafia, biar disegani. Di Jepang, konon, Tato tanda Yakuza. Di Amrik, Tato dikenal sebagai tanda bekas narapidana atau anggota rock band. Di Inggris, bagi penzinah akan di Tato dengan tanda BC (Bad Cahracter).

Atau di ketentaraan, bagi prajurit yang bersalah akan di tato dengan tanda D ‘deserter’ (pembelot). Juga ada tato sebagai tanda budak. Ada juga sepasang kekasih yang menato tubuhnya dengan nama kekasihnya. Tetapi setelah bubaran, mereka pada menyesal – ngapain harus di Tato segala.  Tato juga banyak dijumpai di tubuh para homoseks. Tato juga tanda hubungan seks, kekerasan, pemakai obat bius. Tato juga berkenaan dengan sakit penyakit (seperti AIDS, Hepatitis B (C), tetanus, sipilis -  yang disebabkan oleh pemakaian berulang dari jarum Tato yang dipakai.  Kayaknya Tato konotasi-nya lebih banyak negatif daripada sebaliknya.

Jadi, boleh atau engga boleh? Paulus pernah menulis, “”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. 1Kor.10:23.

Sumber:

Danny Sugerman, Appetite for Destruction: the Days of Guns N’ Roses; Ronald Scutt, Art, Sex and Symbol

24 min

silvercity_600Tulisan ini bukan terinspirasi oleh filem teve 24 hrs, tapi kejadiannya emang sekitar 24 menit begicu. Karen pas siang itu gw lagi nongkrong di salah satu gedung bioskop yang paling populer di Vancouver, sekitar Metrotown, Burnaby. Bukan karna gw lagi nonton, (lupa kapan gw terakhir nonton di gedung bioskop, kayaknya udah lamat banget). Baidewei, pas siang itu gw lagi menjemput Putri yang abis pulang dari ultah temennya yang dirayakan di gedung bisokop itu, ceritanya mereka pada nonton filem kartun G-Force.

Jam menunjukkan pukul tiga sore, well tunggu punya tunggu kayaknya belom keliatan diri si Putri, maka gw ya hanya bengong aza. Eh tiba-tiba enggak ada hujan kagak ada petir, ada empat cewek yang enggak cukup imut-imut. Yang dua bolehlah dibilang kategori imut, tapi yang dua laennya kayaknya kayak bodyguard-nya yang dua imut itu. Yang satu tinggi gede, yang satu lagi enggak tinggi tapi melebar. Dandanannya juga norak. Yang dua imut itu kayak bonerka Barbie, yang dua lagi bergaya ala rocker.

Gw tentu aza kaget didatangi empat cewek sekaligus begitu. Apalagi gw mikir, gw emang kagak jual tampang, koq ada yang nyampirin? Itu pikiran ngaco gw. Belom abis rasa kaget gw, salah satu gadis imut itu buka suara, “Om tolong om, bisa beliin karcis masuk buat kita?” “Apa maksud kalian?” tanya gw gelagapan juga.

“Kita mo nonton, jadi om tolong beliin di konter sana.” jawab si imut pertama. “om beli karcis dnegan uang kita.” sambung si imut yang kedua. Gw masih terbengong sampe kagak bisa nyahut. Emangnya kenapa kagak bisa beli sendiri? gitu pikiran gw bertanya. Ooohhhhhhhhh……. gw ngerti. Kayaknya mereka berempat ini masih dibawah umur mungkin 14-15 tahunan begicu. Dan mereka pengen nonton filem yang buat 17 tahun keatas.

Gw baru mo nanya, “Emangnya kalian mo nonton filem apa?” gw emang sengaja. Si imut Barbie satunya udah keluarin duit 50 dollar sambil mengatakan, “Lebihnya buat om.” Kalkulator di kepala gw lagi bekerja, kalau harga satu karcis 12 dolar, 4 orang jadi 48 dolar, sisa 2 dolar. Itu bagian gw. Karena gw lagi mikir-mikir. Tapi bagi mereka mungkin gw mikirnya kelamaan.

Eh, salah satu ce gaya rocker itu nyelutuk, “Kayaknya si om ini kagak ngerti bahasa Inggris.” “Aah dasar budeg.” sahut rocker laennya. Mereka ngeluyur begitu aza. Karena gw-nya kelamaan ngejawab permintaan mereka. Gw hanya terpingkal-pingkal dalam hati. Lucu. Jaman sekarang kagak beda ama jaman dulu, waktu gw masih SMP/SMA. Kagak bisa nonton filem 17 tahun keatas, tapi namanya anak remaja, berusaha kreatif, cari calo. Lucu laennya karena gw telmi (telat mikir), jadinya mereka gemas malah kabur. Gw jadi lepas tanggung jawab engga menolong mereka buat nonton filem 17 tahun keatas. Well, kalo pun gw kagak telmi, gw juga akan menjawab, maaf kagak bisa menolong kalian, karna kalian belom cukup umur.

Putri juga belom keluar dari gedung bioskop, mungkin acara ultahnya molor. Belom selesai mikir tentang kejadian yang baru terjadi, seorang co dengan kemeja berdasi tampangnya klimis menghampiri gw. “Om, ini ada bolpen (mirip) MontBlanc untuk om.” Disodorkannya bolpen yang mirip MontBlanc itu ke tangan gw. Gw-nya refleks mengambil bolpen tersebut. Emang cukup berat sich bolpennya. Tapi gw sadar ini cara marketing dari co tersebut untuk menawarkan produknya. Dan bener kan si co tersebut melanjutkan, kalo gw ikutan kartu kredit MasterCard, bolpen itu akan menjadi milik gw.

Timbul iseng dalam kepala gw. “Ah bolpen begini mah udah banyak gw punya.” celutuk gw menyela jualan obatnya si co. “Boleh engga kalau gw minta produk laen?” Si co mo ambilin beberapa produk laennya, kayak botol minuman termos, gantungan kunci yang ada senternya. Gw hanya bilang wah itu semua mah gw udah punya. “Ada iPod Nano engga?” tanya gw. Si co jadi tertegun mendengar pertanyaan gw. Gw bilang gw hanya bercanda dan gw terang-in kalau gw enggak butuh kartu kredit karna udah banyak – banyak hutang maksudnya. Dianya baru mengerti, tapi dia kayaknya kecewa. Well itu bisnis kan.

Bisnis ada dimana-mana. Kagak di toko atau kantor bisnis aza. Dalam keluarga juga ada. Dalam sekolah. Apalagi dalam gereja. Bukannya kita sering ‘berbisnis’  ama Tuhan? Jam udah menunjukkan 15:24.

Make Over

Entah di Indo ada engga yach acara teve yang bertemakan sama, Make Over. Gambarannya begini bagi yang belom tau. Misal, Ani seorang gadis, seorang guru taman kanak-kanak, tetapi dandanannya kayak nenek yang berusia 65 tahun. Bajunya, rambutnya, penampilan, ajubila kusut, pokoq-nya kagak keliatan tampang seorang gadis. Nah terus panitya acara ini memilih dari sekian gadis-gadis yang ‘tamkuren’ (tampang kurang keren) dipilih satu.

Gw sebut aza make over itu dipermak (sorry klo kasar). Nah, Ani ini (coba dibayangken) alisnya tebal, hidung gede, bitel (bibir tebal), tonggos depan belakang (kamsudnya) gigi tonggos kedepan, bibir sumbing kedalam, dan dada (maaf) kempes. Lengkap sudah penderitaan Ani. Nah, panitya Make Over, akan mem-permak Ani sedemikain rupa jadi 180 derajat bahkan kagak kalah ama bintang filem Holiwud. Panitya Make Over bakal memanggil Spesialis Bedah Alis dan Mata, dokter bedah kecantikan wajah alias operasi plastik (bukan sembarang plastik), dokter kulit, dokter gigi, penata rambut, perias wajah sampai penata model dan pelatih kepribadian.

Make over

Hasilnya……. luar binasa. Bagi pemirsa dirumah, teman atau tetangga bakal terbengong-bengong. Mungkin ada bilang itu pake ‘magic’ kali. Atau entar operasi plastiknya kalau kena panas bakal meleleh. Atau itu mungkin pake ‘topeng’ (emangnya jadi kayak Batman gitu?). Tapi ini real, nyata. Namanya acara sensasi nyata teve, ya begitulah.

Bagi orang percaya, operasi plastik ada pro dan kontra. Para istri protes, biar cantik supaya suami kagak melirik gadis-gadis yang imut-imut. Biar dada gede, supaya suami kagak melirik dada tetangga dan sebagainya. Emang sich Alkitab engga menulis tentang operasi plastik, kalo pun ditulis pasti ribet dech! Apalagi bagi para gadis, emangnya mempercantik diri kagak boleh? Udah wajar kan, ce pengen cantik. Co juga pengen ganteng. Nah lo.

Tapi cantik tidak selalu bikin orang damai sejahtera hidupnya. Kadang ada bunga yang cantik bakal diserbu banyak kumbang. Bikin pusing pasangannya. Bikin pusing dirinya sendiri. Abraham (Abram) aza pusing gara-gara istrinya, Sarai yang cantik. Pas Abraham mengajak Sarai ke Mesir (yang pasti bukan untuk bulan madu) tetapi buat beli beras. ”Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya. Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup. Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.”

Abraham bo’ong, karna takut dibunuh gara-gara istrinya yang cakep. Lah, apa Tuhan itu pengen anakNya jadi jelek memble begicu? Dari banyak kasus, operasi plastik dilakukan karena pengen lebih cantik alias kagak puas diri. Laen lagi kalau operasi plastik oleh karena kesehatan. Misalnya bibir sumbing dibuat normal. Gigi tidak rata, diperbaiki dan ditata jadi lebih baik. Bahkan yang sering terdengar adalah sedot lemak (lippo suction). Kayaknya hal itu bisa dihindari dengan melakukan diet alias makan tidak berkelebihan dan olahraga rutin.

Tuhan udah menciptakan manusia dengan demikian sempurnanya. Kecantikan alami yang Tuhan berikan seharusnya udah cukup bagi manusia. Salomo yang pengalaman (dengan istri dan gundiknya yang banyak) akhirnya menyadari bahwa kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. Amsal31:30.

Jika ada masalah karena hubungan suami istri yang menjadi resah, hal itu bukan hanya karena kecantikan lahiriah. Yang terpenting adalah hati. Sudah melakukan operasi plastik 100 kali pun, suatu saat suami juga bisa menyeleweng. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.1Pet3:3,4.

Masalah rumah tangga solusinya bukan pada operasi plastik atau ganti wajah/ penampilan, tetapi serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.1pet5:11. Operasi plastik bukan saja mahal biayanya, tapi hasilnya belum pasti seperti yang diharapkan, bahkan setelah itu mungkin ada larangan-larangan supaya hasil operasi plastiknya tidak rusak. Maka hidup seseorang bakal kagak bebas. Apalagi kalau ada kesakitan akibat operasi (keinget akan diri Michael Jackson yang juga mengalami operasi plastik).

Para bintang filem/ artis penyanyi melakukan operasi plastik karena kuatir dirinya ditinggalkan sama penggemarnya alias kagak laku. Meski banyak co atau ce yang operasi plastik kuatir kagak laku juga. Sayang. Itu berarti mereka pengen dicintai sejauh wajah mereka. Maka akibatnya enggak heran pasangannya kalau menemukan co atau ce yang lebih cakep atau lebih ganteng bakal berselingkuh. Maka cari jodoh ukurannya jangan yang lahiriah atau standar dunia. Cari dech yang standar Tuhan.

Kembali ke acara Make Over seperti gambar yang di atas, engga diceritakan pada akhir kisahnya. Gimana tuh para gadis kalau udah engga dipoles, apa keliatan aslinya? Aslinya balik asal begitu? Terus juga engga diceritain gimana kalau kehidupan mereka sehari-hari. Mungkin, ini bayangan gw aza, hidungnya engga boleh disentuh ama siapa-siapa. Klo mo bersihin hidung, kudu ati-ati, pelan-pelan alamak. Apalagi kalau mo bersin wahhhh!!! Mungkin kudu di empet dulu. Klo bersin kekerasan terus hidungnya ikut copot piye? Mo cantik? Tanggung resikonya dunk.

New_Seven_Wonders_of_the_WorldGw percaya kalau keajaiban dunia yang direstui oleh para lembaga dunia mempunyai dasar seni yang tinggi dan pemikiran yang hebat dari manusia. Meski cuman 7 aza yang dicatat, tapi masih banyak juga kan yach yang menurut kita keajaiban dunia laennya. Tapi kalau dimasukkin semua nanti julukannya jadi 30 Keajaiban Dunia misalnya, kayaknya koq kurang keyen gitu. Tigapuluh, apa kagak kebanyakan (misalnya). Kagak ada specialnya. Klo tujuh kan kayaknya memang ini bener-bener spesial (pake telor), ajaib gitu.

Gonjang ganjing mengenai tujuh keajaiban dunia pun kagak ada juntrungannya. Karena keajaiban dunia itu kayaknya subyektif dech. Terutama pemilihan 7 keajaiban dunia pada masa modern ini. Yang diprakarsai oleh Bernard Weber, warga Canada untuk menyusun kembali Tujuh Keajaiban Dunia. Subyektifitasnya tentu kembali kepada kepentingan nasional, politik, ekonomi, turisme masing-maisng negara dimana obyek (wisata) 7 keajaiban dunia itu berada. Karena pemilihan ketujuh keajaiban dunia itu berdasarkan voting, maka bisa jadi kegencaran promosi berbagai pihak akan memenangkan banyaknya suara voting. Coba andaikata pemerintah Indonesia gencar berpromosi tentang Candi Borobudur kepada masyarakat dunia mungkin Candi Borobudur bakal masuk menjadi salah satu keajaiban dunia. Ini dugaan gw aza.

Betapa luar biasanya hasil karya Candi Borobudur tersebut, dari segi arsitek, teknik pembangunan, keindahan seni, sampai cara pembuatan; merupakan suatu hasil karya yang mengagumkan. Tetapi nama Candi Borobudur masuk didalam final pun tidak. Atau dikarenakan, pemeliharaan, perawatannya yang masih kurang diperhatikan? Gw kurang paham. Well, tujuh keajaiban dunia yang sekarang kayaknya udah bukan model jaman Herodotus lagi. Karena yang sekarang dibawah pelaksanaan Lembaga New7Wonders, ada New Seven Wonders, Middle Ages Wonders, Ancient World Wonders, Civil Engineering Wonders, Man-made Wonders, Natural Wonders, Underwater Wonders.

Sempet mikir sich, kenapa ada 7 Keajaiban Dunia? Meski UNESCO sempat mencatat konon ada 850 tempat yang dapat disebut sebagai keajaiban dunia. Pertama tentu kagak bisa lepas dari siapa dibelakang dari keajaiban dunia tersebut? Manusia? Alam? No way hosey. Ya tentu sang Pencipta Agung kita, Allah Bapa. Kadang karena setiap hari kita udah biasa dalam lingkungan sekitar kita maka pandnagan kita hanya mentok hanya pandangan kesehari-harian itu. Coba sesekali kita melihat pemandangan diluar “dunia” kita. Kita pasti bisa merasakan bahwa Allah itu ada. Allah itu berkuasa atas alam semesta ini. Atas hidup kita.

Meski manusia bisa membuat hasil karya yang disebut dalam Keajaiban Dunia (seperti Great Wall di China, Taj Mahal di India atau Candi Borobudur) tetap saja semua itu adalah anugerah Allah atas hidup manusia. Membukti manusia adalah ciptaan Allah yang berakal budi. Dicipta menurut peta dan teladan Allah. Kedengarannya akan lucu kalau arsitek pemikir dari pembuat hasil karya keajaiban dunia itu terus berkata, “Thanks god, aku keturunan monyet….” Kesian dech elo.

Ciptaan Allah yang luar biasa yang engga bisa dituliskan dengan kata-kata hanya untuk dinikmati oleh manusia. Binatang kagak bisa menikmati tujuh keajaiban dunia. Maka manusia patut bersyukur bahwa Allah yang mengkaruniakan anugerahNya sehingga manusia mampu menbuat hasil karya yang hebat itu. Demikian pula dengan keajaiban alam, sudah pasti bukan terjadi begitu saja.

Bukan hanya Tujuh Keajaiban Dunia saja yang patut kita kagumi tetapi seluruh alam dan isinya ciptaan Tuhan patut kita kagumi dan syukuri. Dan semua itu hanya untuk kemuliaan Tuhan semata. Jonathan Edwards pernah mengatakan, “Allah memuliakan diriNya melalui ciptaanNya (alam semesta) yang dimengerti oleh ciptaanNya (manusia). CiptaanNya akan ‘berkata-kata’ dengan kekaguman, mencerahkan dan dinikmati dalam hati manusia. Sehingga Dia akan dimuliakan bagi yang mengerti melalui jiwa dan hati mereka.”

Mary: Buah Hati

Mei ikKetika kita pengen beli buah, pasti carinya buah yang bagus, buah yang masih muda, yang engga tua, yang engga busuk, pokoknya yang buagus. Demikian juga kan kalau kita mempunyai seorang anak, pengennya ya sesempurna mungkin. Yang ganteng, yang cantik, yang manis, yang baik, yang penurut, yang selalu membantu yang….yang…. yang sempurna (menurut kita).

Kalau kita mendapatkan buah yang tidak seperti kita inginkan, mungkin kita masih bisa membuangnya. Karena besok masih bisa beli lagi. Gimana kalau seorang anak? Kita mendapatkan seperti yang tidak kita harapkan? Kita engga bisa membuangnya (meski ada ortu yang tega membuang anaknya). Kita engga bisa minta ganti atau tukar kayak barang di supermarket.

Rasanya engga ada ortu yang ngeliat atau tahu anaknya tidak sesempurna yang seperti diharapkan, lalu bisa gembira. Atau mengucap syukur saat itu pula. Sebagai ortu pasti ada perasaan sedih, meski harus menerima kenyataan tersebut. Ada ortu yang “membuang” sang anak secara tidak langsung. Meski ada ortu yang dapat menyayangi dengan tulus, karena menyadari sang anak juga seorang manusia.

Gw mengenal Mary semenjak kecil, meski Mary adalah pribadi special, tetapi ortu Mary bisa menyayangi Mary dengan tulus tanpa membedakan diantara saudaranya. Maka gw juga memandang Mary sebagai pribadi yang normal pula. Meski banyak orang laen yang kagak bisa menerima keadaan Mary. Apalagi bagi orang Timur, dan negara berkembang, keadaan Mary merupakan suatu hal yang aneh. Yang menimbulkan gosip, atau cara pandang yang ganjil.

Meski kadang dalam hati merasa sedih dengan perlakuan orang lain yang melihat Mary sebagai pusat perhatian kemanapun kita pergi. Belum lagi jika ada wartawan freelance, yang bertanya tentang kondisi Mary. Ya maklum lah mungkin banyak orang yang masih belum tahu tentang keadaan Mary. Apalagi waktu itu masih belum ada yang namanya internet, jadi kagak bisa tahu dari Google atau Wikipedia misalnya.

Mary menderita Down Syndrome, merupakan kelainan kromosom yakni terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21). Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down.

Tuhan pasti mempunyai rencana yang indah dengan adanya Mary. Mungkin banyak ortu yang akan mengeluh atau bertanya kepada Tuhan, “Mengapa Tuhan???” Gw keinget akan ayat di Alkitab, “Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Yoh9:1,2

Tetapi Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” Melalui keadaan Mary, kita diingatkan bahwa dia juga seorang pribadi ciptaan  Allah. Kita engga boleh menghinanya. Menghina ciptaan Tuhan juga berarti menghina sang Pencipta.

Sebaliknya, kita harus makin mengasihi Mary. Tidak sedikit, banyak ortu atau keluarga yang malah mengurung anaknya yang terbelakang di rumah. Karena takut diketahui orang laen, takut jadi bahan tertawaan, takut mencoreng nama besar ortunya. Hal yang laen, kita harus makin memperhatikan Mary. Memang benar dia butuh perhatian khusus.

Puji Tuhan, bukan karena keadaan Mary lebih baik dari penderita Quadriplegia (akibat kelumpuhan otak atau kelumpuhan urat saraf tulang belakang), karena Mary seorang pribadi yang unik dan menarik. Meski terbelakang, Mary masih mampu belajar mengerti apa yang diajarkan, meski tidak seperti tingkat anak yang normal. Melihat itu, sering sekeluarga tersenyum.

Meski Mary tidak diingat oleh orang lain, tetapi dia dekat dengan hati keluarga kita. Meski Mary sering menjadi ejekan bagi orang lain, tetapi dia  tetap bagian dari keluarga kita. Kehadirannya senantiasa mengingatkan kita bahwa ada pribadi ciptaan Tuhan yang hadir dalam keluarga. Meski kehadiran Mary mungkin tidak begitu berarti bagi orang lain, tetapi dia adalah seorang anak pemberian Tuhan. Meski keadaan Mary tidak seperti anak yang lainnya, tetapi kami percaya bahwa Tuhan memberikan keluarga kami yang terbaik. Dan benar seperti Firman Tuhan yang menuliskan kiranya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam diri Mary, kami belajar menerima, menyayangi, memperhatikan, mendoakan Mary dengan seksama seperti anak yang lain. Teman-teman yang dapat mengerti keadaan Mary, mereka juga akan mengasihi Mary dan mendoakannya.

Kini Mary telah tiada. Kami percaya dia bersama Bapa di surga. Kita mungkin akan mengenangnya, tetapi kita tidak akan hidup di masa lalu. Segala penderitaan Mary, Tuhan telah angkat. Dia telah bebas. Mary yang adalah buah hati mama, keluarga kami, dengan iman kami merelakan dia pergi. Selamat tinggal Mary. We’ll miss you. I love you.

Bangganya Orang Indo

indoAnda pernah menjawab pertanyaan seperti berikut, “Apakah anda bangga jadi orang Indonesia?” “Apa sich bangganya jadi orang Indonesia?” Jawaban itu masih mending klo kita menjawab ama orang yang kagak tahu tentang sejarah Indonesia. Tapi kalau yang mendengar jawaban kita tau tentang sejarah Indo mungkin aza kita bisa ‘uncomfortable’.

Jawabnya pasti bangga dong. Lahirnya aza di Indo. Sekolah hidup bekerja bergereja di Indo. Enggak sedikit bok yang malu-malu (in) mengatakan engga bangga kalau jadi orang Indo. Tapi hidupnya, tinggalnya masih di Indo. Makannya juga makanan khas Indo. Mungkin ada orang yang kena penyakit ‘lupa ingatan’ lupa dimana dia berada atau hidup.

Kita pun bakal malu kalau dibanding ama penduduk negara laen. Yang bangga banget ama negara mereka. Menjunjung tinggi, membela nama negara mereka misalnya (emang engga 100%). Bahkan sampai bangga dengan produk dalam negeri (dan tentu mereka pake produk negaranya sendiri dunk). Mungkin kita pernah denger akan pepatah, baik buruk negara gw, ya tetep negara gw.

Pernah gw cerita kan kalau seorang teman ketika dianya ditanya, dari negara mana asalnya? Dianya menjawab, dari Singapore, Malaysia, Thailand atau Filipina. Bukan dari Indonesia. Menyedihkan kan? Karena Indonesia dikenal orang dengan berita bomnya (apalagi yang baru terjadi di dua hotel gede di Jakarta). Emang sich orang hanya bakal nginget jeleknya. Jeleknya suatu negara. Jeleknya seseorang.

Seharusnya kita mikir yang lebih positif. Betapa hebatnya tanah air kita. Alamnya. Sumber alamnya. Kecantikan alamnya (seperti Bali, Lombok atau yang laennya). Masyarakatnya yang majemuk dan ramah tamah. Budayanya yang kaya. Negara laen mungkin kagak punya kelebihan-kelebihan ini. Kita juga tau kalau negara laen juga mempunyai kelebihan. Tetapi mereka mempunyai kejelekannya juga. Kayaknya tepat peribahasa yang berkata, ‘rumput tetangga lebih hijau dibanding rumput rumah sendiri’.

Bandingkan dengan kekristenan, apa anda bangga jadi orang Kristen? Apa pas ada masalah, pura-pura bukan jadi orang Kristen? Apa kita berani tampil sebagai orang Kristen dimana, kapan saja? Mungkin ada sebagian orang Kristen mau makan aza sungkan untuk berdoa, karena teman semejanya semua bukan orang Kristen. Entar di julukin “alien dari mana ini?”, atau jadi bahan olokan.

Mungkin sebagian dari kita tahu bahwa slogan gay/ lesbian itu adalah “pride” bangga ama dirinya, keadaaanya. Mereka bukan lagi takut-takut ketahuan, malu-malu bahwa diri mereka beda, atau disembunyikan, tapi mereka malah bangga, mereka menuntut hak mereka enggak dibedakan. Aneh juga kan ya, yang menentang Alkitab enggak malu-malu, tetapi yang memberitakan kebenaran melalui dirinya, yang malah malu.

Apakah kita bangga sebagai orang Kristen di antara anggota keluarga kita yang belom percaya? Di antara anak-anak kita? Dimana kita tahu semakin hari identitas sebagai orang Kristen bukan lagi hal yang special. Udah biasa. Kuno malah. Banyak juga kan orang mengaku dirinya Kristen tapi hidupnya ajubilah lebih buruk dari non Kristen atau agama laen? Maka engga heran ada orang Kristen yang malah malu kalau identitasnya ketahuan.

Firman Tuhan mah keras banget, Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” Markus8:38.

Tentu gw kagak tau motif-nya apa kalau seseorang ber-KTP Kristen tetapi dia bukan orang Kristen atau kristen-kristenan. Meski kadang bagi orang Kristen yang sudah lahir baru, apakah kita bangga menjadi orang Kristen, sebagai anak Tuhan, pengikut Kristus diantara dunia ini?

Older Posts »